Kenali Cara Branding Produk Makanan UMKM yang Efektif

DIPDOP > Ceative Agency > Design Service > Kenali Cara Branding Produk Makanan UMKM yang Efektif
Branding produk makanan yang tepat akan memaksimalkan bisnis Anda.
Photo by Brooke Lark on Unsplash

Apabila Anda memiliki bisnis di bidang kuliner, Anda perlu untuk memperhatikan branding produk makanan yang Anda miliki agar tampilannya menjadi semakin menarik mata.

Tidak hanya memastikan kualitas makanan yang terbaik, pelanggan juga akan mempertimbangkan bagaimana produk makanan yang Anda miliki dikemas.

Nah, selain itu, logo yang eye-catching juga dapat meningkatkan kesempatan dari pelanggan untuk membeli produk Anda, lho!

Inilah tips dan trik yang perlu Anda perhatikan sehingga branding produk makanan Anda bisa maksimal!

Pengertian Branding

Branding adalah proses membuat identitas yang menggambarkan kepribadian brand dan menjadi pembeda diantara kompetitor bisnis. Membentuk branding bisa dilakukan melalui visual, seperti penggunaan warna, bentuk, dan tipografi yang tepat, serta melalui cara brand berkomunikasi, seperti strategi konten atau platform yang digunakan untuk membagikan konten pemasaran.

Cara Anda memasarkan produk akan memengaruhi cara konsumen memandang sebuah brand dan penilaian yang diberikan kepada brand tersebut. Bisnis makanan harus membuat strategi branding berdasarkan gaya bisnis dan hal apa yang dianggap menggugah selera oleh audiens.

Tiga pertanyaan kunci berikut akan membantu Anda memahami inti bisnis Anda.

  1. Siapa yang membeli produk Anda? Anda perlu untuk mengetahui demografi, kesukaan, permasalahan, dan perilaku mereka sehingga dapat menargetkan cara marketing yang sesuai lengkap dengan branding bisnis Anda.
  2. Bagaimana Anda mendeskripsikan brand Anda? Anda bisa membuat daftar kata yang menggambarkan kepribadian brand ideal Anda hingga mendapatkan kata-kata yang bagus untuk brand Anda. Kata-kata seperti energik, bersemangat, mengundang, atau dapat diandalkan dapat membantu Anda menentukan brand voice dan karakter bisnis Anda.
  3. Apa yang membedakan Anda dari pesaing Anda? Mengapa pelanggan harus memilih Anda dibandingkan pesaing Anda? Kunci dalam branding yaitu dengan menonjolkan fitur-fitur paling menarik dari brand Anda sehingga orang-orang akan memikirkan brand Anda ketika ingin memilih suatu produk.

Tips dalam Branding Produk Makanan

Warna apa yang paling menggugah selera? Apakah pelanggan yang lapar merespons lingkaran atau kotak dengan lebih baik? Berikut beberapa strategi branding bisnis makanan yang dapat Anda coba.

1. Pilih warna yang menggugah selera.

Warna-warna hangat seperti merah, oranye, dan kuning adalah warna paling cocok untuk branding makanan. Dari ketiga makanan tersebut, warna merah adalah yang terbaik untuk memicu rasa lapar. Dan karena warna-warna hangat bisa berpadu serasi dengan warna lainnya, banyak brand makanan seperti KFC dan McDonald’s berwarna merah-kuning atau merah-oranye.

Berdasarkan teori warna, disarankan untuk menghindari warna biru pada branding makanan. Hal ini kemungkinan karena makanan berwarna biru jarang ditemukan di alam, sehingga warna biru memiliki pengaruh paling kecil untuk meningkatkan nafsu makan. Tetapi warna biru merupakan warna yang paling populer untuk branding secara umum, barangkali karena ada kaitan dengan kepercayaan dan komunitas.

Baca Juga: Brand Identity: Pengertian, Elemen, dan Cara Membangun

2. Perhatikan bentuk yang pas

Bentuk cukup berpengaruh dalam menggambarkan bagaimana kepribadian brand di mata orang-orang. Brand dengan logo melingkar, misalnya, dipandang lebih menarik dan kasual, sedangkan brand dengan logo persegi panjang yang kaku dipandang dapat diandalkan dan efektif. Oleh karena itu, dalam membuat bentuk harus sesuai dengan brand identity Anda.

Brand makanan menggunakan logo dengan lingkaran dan kurva bisa menggambarkan kepribadian brand yang ramah.

Jika Anda ingin membuat logo yang serius namun tetap ingin pelanggan merasa nyaman, Anda bisa memadukan bentuk. Menambahkan lekukan atau sudut lembut ke bentuk bersudut akan membuatnya tampak lebih kasual, sehingga Anda bisa memberikan “sisi lembut” ke dalam brand identity Anda.

3. Ketahui tipografi dalam memancarkan branding yang sesuai

Tipografi mulai dari font, ukuran, dan warna teks Anda, semuanya memiliki karakter uniknya masing-masing untuk kepribadian brand Anda, jadi buat tipografi yang sesuai dengan kepribadian bisnis Anda.

Ada beberapa tren umum di industri makanan. Misalnya, jika Anda menginginkan gaya kedai minuman kuno, seperti O’Leary’s Ale House, font retro dapat menyampaikan kesan yang Anda inginkan ke masyarakat.

Atau, jika Anda ingin brand Anda adalah restoran modern atau produsen makanan seperti Swirl Frozen Yogurt, tipografi sans serif minimalis adalah pilihan yang pas.

Anda juga bisa memadukan dua gaya yang berlawanan untuk menciptakan sesuatu yang khas bagi brand. Ingatlah bahwa kurva itu “ramah” dan garis lurus/sudut tajam adalah “profesional”. Jadi font dengan banyak lengkungan, seperti kursif, akan menarik pelanggan yang lebih kasual dibandingkan font yang kaku.

4. Pilih kemasan produk dengan baik

Saat Anda memilih produk makanan, hal yang Anda lihat pertama kali adalah kemasan produk. Kemasan makanan dan minuman merupakan elemen kunci dalam branding makanan.

Kemasan makanan dan minuman mampu menarik minat masyarakat untuk mencoba sebuah produk. Misalnya, produk makanan baru hadir di sebuah toko. Dengan kemasan yang menarik mampu membuat orang penasaran dan ingin mencobanya. Kemasan produk juga dapat membedakan produk Anda dengan produk lainnya yang terpampang di rak maupun toko online.

Berikut beberapa pertanyaan kunci untuk membuat desain kemasan:

  • Apa produk saya? Bahan dan dimensinya apa? Apakah produknya ada satu jenis atau beberapa jenis (rasa, bentuk)?
  • Siapa pelanggan saya? Apakah produk Anda ditujukan kepada orang dewasa, anak-anak, atau orang yang sadar lingkungan? Apakah pelanggan saya akan mempunyai pendapatan untuk dibelanjakan atau apakah mereka memiliki anggaran yang terbatas?
  • Apa tujuan dari kemasan tersebut? Apakah ditujukan untuk membuat makanan bertahan lama, atau membuat makanan tetap lembut atau renyah? Apakah makanan harus tahan terhadap pendinginan?
  • Dimana konsumen akan melihat produk tersebut? Apakah produk tersebut akan dijual di toko atau secara online? Apakah dijual di supermarket atau toko kecil? Tempat konsumen melihat produk Anda juga memengaruhi kemasan sebuah produk.
  • Dalam membuat desain kemasan, Anda harus memperhatikan detail seperti penempatan logo, bahan, warna, font, dan bentuk.

Itulah penjelasan mengenai cara branding produk makanan. Jika Anda masih bingung bagaimana cara memulai branding bisnis Anda, hubungi DIPDOP untuk dapatkan layanan Design Service. Layanan Design Service DIPDOP mampu membuat branding yang efektif sesuai dengan jenis bisnis Anda.

Sumber:

https://www.shopify.com/blog/what-is-branding

https://99designs.com/blog/logo-branding/food-branding/

operator
chrismasopy.inc@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *