Marketing Analyst Dalam Bisnis

DIPDOP > Ceative Agency > Business Consulting > Marketing Analyst Dalam Bisnis
@freepik

Marketing analyst adalah tenaga profesional yang bertugas menganalisis data dalam upaya mendukung pemasaran bisnis, marketing analyst juga menggunakan wawasan dan informasi tertentu untuk membantu perusahaan membuat keputusan bisnis yang tepat. Misalnya, meningkatkan omzet atau mengoptimalkan kampanye pemasaran.

Dalam hal tugas dan tanggung jawab, marketing analyst berperan untuk memberikan saran apa saja strategi pemasaran atau iklan yang sukses. Rekomendasi yang diberikan oleh seorang marketing analyst harus didasarkan data dan riset yang sudah dikumpulkan. Kemudian, marketing analyst juga harus menjelaskan kepada manajer tim marketing bagaimana suatu kampanye dapat meningkatkan pendapatan dengan biaya operasional yang minim.

Umumnya, marketing analyst dapat memahami perilaku konsumen dan melacak tren pemasaran sesuai data yang diperoleh dari riset pasar. Salah satu aspek kunci dari profesi marketing analyst adalah meminimalisir risiko bagi perusahaan ketika memulai strategi pemasaran atau kampanye iklan. Marketing analyst dapat mengurangi risiko tersebut dengan memahami tingkat respons pelanggan, serta mengukur laba atas investasi

Marketing analyst dapat bekerja secara mandiri atau bergabung dengan tim saat mereka sedang mengumpulkan data. Manfaat menggunakan Marketing Analyst:

  • Melakukan riset pasar dan menganalisis perilaku pelanggan untuk memantau dan memperkirakan tren pasar
  • Menerapkan dan mengevaluasi metode pengumpulan data, termasuk survei pelanggan online
  • Analisis data dengan perangkat lunak atau program statistik tertentu
  • Mengidentifikasi peluang produk dan pasar baru
  • Menghitung harga berdasarkan struktur biaya industri dan membuat perkiraan penjualan
  • Merancang rencana pemasaran untuk produk baru atau yang sudah ada
  • Membuat laporan hasil data visual yang mudah dicerna seperti grafik dan tabel
  • Menyampaikan kesimpulan kepada klien dan manajemen perusahaan

Skill yang harus dimiliki

1. Analytic Problem Solving

Seorang marketing analyst harus dapat menyelesaikan masalah analitik dengan baik. Sebab, ia harus menerjemahkannya menjadi sebuah analisis yang terukur. Marketing analyst dapat mengumpulkan data dengan program atau perangkat lunak tertentu. Seperti analisis statistik, database SQL, perangkat lunak, aplikasi pelaporan, aplikasi data, dan lain-lain. Untuk bisa berpikir dan menganalisa sebuah hal dengan baik, biasanya akan terlihat dari pola berpikir untuk memecahlan masalah dan menemukan berbagai ide baru untuk menghasilkan sebuah solusi.

2. Berpikir Kritis

Selain dapat memecahkan masalah analitik, profesi ini juga harus berpikir secara kritis. Berpikir kritis mengenai kepuasan dan tren konsumen diperlukan supaya dapat melakukan penggalian lebih dalam. Dengan mendorong pemikiran kritis di tempat kerja, Anda meminimalkan kebutuhan akan pengawasan, menangkap potensi masalah lebih awal, meningkatkan kemandirian dan inisiatif, dan membebaskan manajer untuk fokus pada tugas lain. Semua ini membantu perusahaan Anda menghemat waktu dan sumber daya yang berharga. Contohnya, saat pelanggan memiliki pengalaman buruk di restoran, pramusaji yang menggunakan keterampilan berpikir kritis akan lebih mungkin menemukan solusi untuk menghemat interaksi seperti menawarkan hidangan pembuka atau diskon gratis. Hal Ini dapat menyelamatkan hubungan pelanggan yang diperoleh dengan susah payah dengan menggunakan biaya marketing.

3. Komunikasi Efektif

Profesi ini harus pintar dalam membangun komunikasi dengan konsumen saat sedang melakukan survei. Sebab, analis pemasaran harus berkomunikasi dengan pelanggan, peneliti, dan manajemen perusahaan. Ia juga harus menyampaikan hasil analisisnya dan memberikan masukan sedemikian rupa sehingga manajemen perusahaan mudah memahami. Tidak hanya itu, ia juga harus pintar membangun komunikasi dengan klien, manajer, dan sesama peneliti saat sedang presentasi.

4. Wawasan Bisnis Pelanggan

Sangat penting bagi marketing analyst untuk memahami psikologi konsumen agar dapat menganalisis data pemasaran. Terkadang, analis pemasaran juga harus memakai wawasannya untuk memahami fungsi industri dan klien tertentu, termasuk bagaimana membedakan suatu merek dari pesaingnya. Satu-satunya cara untuk masuk ke pasar baru dan muncul dengan sukses adalah ketika Anda memiliki gagasan yang akurat tentang seperti apa calon pelanggan Anda, preferensi mereka, perilaku belanja, dan faktor lingkungan lainnya. Dengan melakukan riset pengguna dan survei riset pasar, Anda dapat mengumpulkan umpan balik pelanggan yang kaya, tanpa filter, dan asli yang menjadi dasar strategi Anda untuk membuat merek Anda sukses di pasar baru.

Baca Juga : 5 hal yang dilakukan dalam mengevaluasi bisnis

Komponen Utama Dalam Marketing Analytics

Marketing analytics dalam bisnis sangat erat kaitannya dengan data. Maka dari itu, proses menganalisis pasar  terdapat beberapa komponen utama pengolahan data yang saling berkaitan satu sama lain. Proses ini dilakukan untuk menghasilkan isight berharga terkait bisnis yang tengah berjalan. Berikut penjelasan komponen utama dalam marketing analytics:

1. Data Collection

Tahap pertama yang harus dilalui saat melakukan marketing analytics adalah data collection. Pada tahap ini, data dari berbagai sumber akan dikumpulkan. Sumber data yang dikumpulkan dapat berupa data internal maupun data eksternal. Contoh data internal adalah data penjualan dan data customer relationship management. Sementara itu, contoh data eksternal  dapat berupa data dari media sosial, hasil survei, ataupun laporan tahunan dari berbagai instansi.

2. Data Processing

Setelah data terkumpul, tahap selanjutnya untuk melakukan marketing analytics adalah data processing. Pada tahap ini kamu perlu memproses data mentah tersebut agar bisa digunakan dalam analisis. Proses ini akan melibatkan data cleansing, transformasi data, dan pengintergasian data dari berbagai sumber menggunakan berbagai metode. Tahap data processing akan lebih mudah dianalisis dan akan menghasilkan isight yang lebih akurat.

3. Data Analysis

Pada tahap ini, data yang diproses dianalisis menggunakan metode yang telah disesuaikan dengan kebutuhan. Beberapa metode analisis diantaranya analisis regresi, analisis prediktif, clustering, dan lainnya. Tujuan pada tahap ini adalah untuk mendapatkan insight yang bisa berguna dalam pengambilan keputusan atau penyusunan strategi.

4. Data Visualization

Tahap terakhir dalam marketing analytics adalah dimana kamu harus menyajikan hasil analisis dalam bentuk yang mudah dipahami. Visualisasi data sangat membantu dalam menyampaikan informasi dengan cara yang lebih mudah, lebih jelas, dan menarik.

Sumber :

Penerapan Marketing Analyst

Pekerjaan Data Analyst

Jesica Kharisma
jesicakharisma03@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *