Tagline: Strategi Promosi yang Kadang Terlupakan oleh Brand

DIPDOP > Ceative Agency > Content Marketing > Tagline: Strategi Promosi yang Kadang Terlupakan oleh Brand
ilustrasi tagline adalah
Photo by Andreea Avramescu on Unsplash

Tagline adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari suatu brand. Namun, masih banyak brand yang mengesampingkan pembuatan tagline untuk menarik konsumen.

Padahal, pembuatan tagline jadi suatu hal yang penting untuk dijadikan campaign marketing, lho!

Saat anda dengar kalimat “Just do it” pasti langsung teringat brand Nike. Kemudian, saat melihat kalimat “Apapun Makanannya Minumnya Teh Botol Sosro” membuat anda ingin minum Teh Botol Sosro.

Jadi, bagaimana tagline bisa membuat orang langsung ingat ke suatu brand? Silahkan simak artikel ini sampai tuntas, ya!

Pengertian Tagline

Tagline adalah suatu kalimat singkat, sederhana, dan mudah diingat yang berfungsi untuk menyampaikan nilai dari suatu brand.

Pembuatan tagline sebagai langkah promosi untuk membuat kesan yang menempel di telinga konsumen. Tagline yang baik membuat konsumen mengetahui tentang suatu brand tanpa menyebutkan produk yang ditawarkan.

Kenapa Tagline Penting?

Tidak dapat diragukan lagi, tagline menjadi hal yang penting dari suatu brand. Kalimat singkat tersebut dapat diingat dan nempel di telinga konsumen dalam jangka waktu yang lama. Hal tersebut membuat tagline menjadi sarana pemasaran yang sangat kuat.

Tagline dapat membuat konsumen penasaran dan tertarik dengan produk yang ditawarkan oleh brand. Saat konsumen tertarik, maka secara tidak langsung mereka akan mencoba untuk mengenal dan mencari tahu tentang brand tersebut. Selain itu, tagline dapat membantu untuk meningkatkan brand awareness dan nilai dari suatu brand.

Karakteristik Tagline yang Baik

Tagline tidak bisa dibuat asal tanpa riset terlebih dahulu. Tagline yang baik tidak akan lepas dari telinga konsumen dalam waktu yang lama. Pembuatan tagline harus menarik dan berbeda dari tagline milik brand lainnya. Berikut merupakan hal yang harus diperhatikan untuk membuat tagline, yaitu:

1. Relevan: tagline yang dibuat harus relevan dengan target pasar atau konsumen dari brand tersebut. Hal tersebut dapat memberikan informasi mengenai nilai-nilai, manfaat, atau identitas brand secara langsung kepada konsumen yang dituju.

2. Singkat dan jelas: tagline yang menggunakan kalimat singkat dan jelas akan membuat konsumen langsung mengerti dengan nilai dari brand tersebut. Kata-kata yang mudah dipahami dan diucapkan akan lebih cenderung mudah diingat dalam kegiatan sehari-hari. 

3. Mudah diingat: tagline yang mudah diingat akan meninggalkan kesan yang kuat bagi konsumen. Mereka akan cenderung menjadikan brand tersebut pilihan utama untuk produk yang diinginkan. 

4. Informatif: tagline yang informatif akan membuat konsumen cepat mengerti mengenai produk yang ditawarkan oleh suatu brand. Selain itu, informasi yang jelas akan meningkatkan daya tarik bagi konsumen. Hal tersebut membuat konsumen akan lebih cepat untuk memutuskan dalam pemilihan brand.

5. Konsistensi: tagline sebisa mungkin hanya dibuat sekali dan dipakai konsisten. Pemakaian tagline yang konsisten dalam pemasaran akan membuat kesan yang sangat kuat di telinga konsumen. Tagline tersebut dapat dipakai secara berulang dalam berbagai sarana pemasaran, seperti iklan, media digital, media cetak dan materi pemasaran lainnya.

Sudah banyak brand yang membuat tagline sebagai bentuk promosi dari produk yang dimiliki. Tagline adalah hal penting untuk menunjukkan nilai dan kualitas dari suatu brand. Jadi, apakah anda akan membuat tagline untuk kebutuhan promosi brand?

Sumber:

How To Define Your Brand With A Tagline

Tagline vs. Slogan: What’s the Difference and Why Are They Important?

What Is A Tagline? – Types, Examples, & How-To Guide

Muhammad Akbar Saputra
akbarsaputra67@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *