6 Kesalahan Umum dalam Melakukan Marketing

DIPDOP > Ceative Agency > Digital Marketing > 6 Kesalahan Umum dalam Melakukan Marketing
Kesalahan umum dalam marketing atau marketing mistakes
6 Kesalahan Umum dalam Melakukan Marketing

Terlepas dari banyaknya pengalaman, seorang marketer juga pernah melakukan kesalahan dalam melakukan marketing untuk brand atau perusahaan tempatnya bekerja. Hal ini dapat dipahami karena aspek- aspek di dalam marketing lumayan rumit.

Sebagai salah satu ujung tombak dalam mencuatnya penjualan, proses dalam merumuskan marketing strategy tentu harus dipertimbangkan dengan baik agar tidak merugikan perusahaan dan pihak-pihak yang terlibat.

Oleh karena itu, kami telah merangkum 6 kesalahan umum dalam marketing yang perlu dihindari bagi marketer atau brand.

1. Tidak Konsisten dalam Menerapkan Branding

Dalam melaksanakan sebuah marketing strategy, Anda perlu untuk menyelaraskan seluruh komponen dari branding (brand identity) di semua marketing channel yang akan digunakan. Apabila terdapat perbedaan dalam branding, konsumen akan mengalami kebingungan dan cenderung beralih ke tempat lain.

Dengan menerapkan keselarasan branding, konsumen akan jauh lebih mengingat brand Anda karena mereka melihat konsistensi yang hadir sebagai suatu hal yang dapat dipercaya. Untuk melakukan ini, Anda bisa membuat color palette dalam bentuk hex code untuk seluruh desain marketing, menaruh logo yang high resolution, dan menggunakan jenis font atau tipografi yang selaras.

Elemen-elemen dari sebuah tipografi
Tipografi. Credit: Medium

2. Membuat dan Mengeksekusi Campaign Terburu-buru

Deadline bagi marketers menjadi momok yang menakutkan, sehingga tidak jarang mereka melakukan kesalahan ini untuk menghindari omelan dari atasan. Padahal, marketing campaign yang dilakukan secara terburu-buru juga akan meningkatkan probabilitas kegagalan.

Agar kampanye pemasaran menghasilkan hasil yang baik, solusinya adalah dengan melakukan proses brainstorming jauh-jauh hari dengan tim yang berkaitan. Hal yang paling penting dalam membuat campaign adalah mengetahui detail dari target market.

Dengan mengetahui target market yang dituju, Anda bisa mengetahui metrik-metrik apa saja yang perlu diraih.

3. Memilih Kanal Marketing yang Salah

Salah satu manfaat dari mengetahui target market yang dituju adalah menghindari Anda untuk memilih marketing channel yang salah. Sebagai contoh, apabila Anda hendak menargetkan audiens dengan rentang umur 18-25 tahun, marketing channel yang tepat adalah TikTok dan/atau Instagram.

Memilih marketing channel yang tepat akan menghemat Anda banyak waktu dan energi dalam melakukan marketing campaign.

Statistika pengguna sosial media dari Statista
Statistika pengguna sosial media dari Statista

4. Hanya Berfokus pada Pemasaran

Menghasilkan konten dan penjualan bukan satu-satunya hal yang penting dalam sebuah marketing. Membangun hubungan yang erat dengan konsumen juga menjadi penentu agar tingkat loyalitas mereka meningkat.

Di sela-sela timeline yang sudah Anda buat, Anda bisa mendelegasikan tugas kepada tim Anda untuk membalas komentar, mengapresiasi review yang sudah diberikan, mempromosikan user-generated content yang sudah dibuat oleh konsumen, dan sebagainya.

Social media engagement menjadi hal yang perlu dibangun juga, lho.

5. Mematok Budget Fantastis tanpa Melihat Urgensi

Tidak semua marketing strategy memerlukan budget yang fantastis, lho. Hal ini kembali lagi kepada proses pembuatan campaign yang sudah melalui diskusi dengan banyak orang. Anda tidak perlu berinvestasi untuk baliho apabila memang tidak betul-betul diperlukan.

Marketing strategy tidak harus membuat produk Anda dikenal semua orang, melainkan oleh target market atau audiens yang Anda sasar. Anda juga bisa memanfaatkan properti dari marketing campaign sebelumnya, loh!

6. Kurang Menampilkan USP Produk

Dalam dunia bisnis, USP atau unique selling point menjadi hal krusial untuk membedakan produk atau jasa Anda dengan kompetitor lainnya. Setiap brand memiliki USP yang berbeda dan ini perlu untuk ditampilkan secara jelas di setiap marketing campaign yang ada.

Bila hal ini tidak ditonjolkan dengan jelas, ini akan menimbulkan keraguan di dalam benak konsumen. Sehingga, mereka beralih ke brand lain dengan USP yang lebih jelas dalam iklan-iklannya.

Nah, ini dia beberapa kesalahan umum dalam melakukan marketing yang sering dilakukan oleh marketer. Lewat keenam hal ini, Anda dapat memetakan proses pemasaran dengan lebih baik, terstruktur, dan sesuai dengan hasil yang hendak dicapai.

Sumber:

  1. 15 Common Marketing Mistakes Entrepreneurs Should Avoid
  2. Top 10 Common Marketing Mistakes
  3. Tipografi Seni Teknik Memilih dan Menata Huruf
Adinda Feriana Madani
adindamadani01@gmail.com

2 thoughts on “6 Kesalahan Umum dalam Melakukan Marketing”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *