Strategi Pemasaran yang memanfaatkan FOMO

DIPDOP > Ceative Agency > Content Marketing > Strategi Pemasaran yang memanfaatkan FOMO

Fear of Missing Out (FOMO), ketakutan terhadap ketinggalan pengalaman atau kejadian yang menarik, bukan hanya menjadi aspek dalam kehidupan sosial. Dalam era digital dan terkoneksi ini, bisnis memanfaatkan FOMO untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan. Psikologi FOMO marketing mempengaruhi semua konsumen. Dengan strategi pemasaran FOMO yang cerdas, Anda dapat memanfaatkan kekuatan FOMO untuk meningkatkan konversi, penjualan, dan pendapatan.

Strategi pemasaran FOMO memanfaatkan rasa takut tersebut untuk membuat calon konsumen melakukan pembelian dengan lebih cepat. Sebab kalau tidak cepat, mereka akan ketinggalan sesuatu. Entah itu diskon, stok yang terbatas, atau yang lainnya. FOMO ini sebenarnya bukan merupakan hal baru dalam dunia pemasaran. Namun dengan kemunculan internet, strategi FOMO ini menjadi jauh lebih mudah dan lebih efektif untuk diterapkan dalam pemasaran online. Berikut adalah strategi Marketing Melalui FOMO:

Penawaran Terbatas dan Flash Sale

Membuat penawaran dengan batasan waktu atau ketersediaan jumlah tertentu dapat menciptakan urgensi untuk segera membeli. Strategi pemasaran FOMO ini tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga merangsang FOMO di antara konsumen. Seperti membuat tips flash sale meningkatkan penjualan. Menekankan bahwa produk atau penawaran anda memiliki stok terbatas akan mendorong pelanggan untuk mengambil tindakan. Hal ini tidak hanya berarti bahwa produk ini populer, tetapi kelangkaannya sendiri tampaknya meningkatkan nilai tambah produk.

Event Eksklusif dan Peluncuran Produk

Mengadakan event atau perilisan produk dengan undangan terbatas menciptakan atmosfer eksklusivitas. Pelanggan yang hadir akan merasa istimewa. Konsumen lain pun mungkin merasa tertinggal dari pengalaman unik tersebut. Seperti contoh : “Kami menciptakan produk edisi terbatas yang hanya tersedia dalam waktu terbatas” Memberikan penawaran yang unik dan eksklusif, terutama yang hanya tersedia dalam waktu terbatas, akan memberikan alasan yang lebih baik bagi pengunjung untuk mendaftar ke buletin Anda, misalnya.

Kampanye “Hanya untuk Pelanggan Terpilih”

Mengirimkan penawaran eksklusif atau akses ke konten tertentu kepada pelanggan yang telah berlangganan (subscriber/member) dapat meningkatkan rasa loyalitas. Ini sekaligus menghadirkan strategi pemasaran FOMO di antara pelanggan potensial. anda dapat menggunakan semangat kompetitif ini untuk keuntungan anda untuk menciptakan FOMO yang lebih kuat bagi pelanggan. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menunjukkan kepada orang lain bahwa mereka juga melihat produk yang anda minati.

Testimoni dan Studi Kasus

Memanfaatkan testimoni pelanggan atau studi kasus yang menyoroti pengalaman positif dapat menjadi pemicu FOMO. Melihat orang lain menikmati suatu produk maupun layanan bisa mendorong orang lain untuk “menyicipinya”. Hal ini mengurangi jumlah orang yang dapat Anda jangkau, tetapi menciptakan insentif yang kuat bagi prospek untuk mengambil tindakan. Jika mereka melewatkan acara atau siaran langsung, maka mereka akan kehilangan penawaran dan informasi unik. Sebagai contoh, banyak pemilik usaha kecil yang menggunakan Instagram Live Stories untuk melakukan penjualan produk 

Ciptakan “Kebanggaan Pemilik”

Membuat produk atau layanan yang diidentifikasi sebagai sesuatu yang hanya dimiliki kelompok tertentu akan menciptakan rasa kebanggaan dan eksklusivitas. Orang-orang mungkin merasa tertinggal jika tidak menjadi bagian dari komunitas ini. Pemasaran FOMO efektif karena memanfaatkan kecenderungan alamiah kita untuk berpartisipasi dalam sesuatu yang eksklusif dan menarik, dan tidak ingin melewatkan sesuatu yang berharga. Dengan menciptakan rasa urgensi dan eksklusivitas di sekitar produk atau layanan, perusahaan dapat mendorong pelanggan untuk bertindak cepat dan meningkatkan penjualan. 

Berikut adalah beberapa contoh kasus strategi pemasaran yang berhasil memanfaatkan Fear of Missing Out di Indonesia:

1. Shopee Menggunakan FOMO

Marketplace Shopee menggunakan FOMO dalam taktik pemasaran mereka dengan memberikan diskon besar-besaran pada acara flash sale yang hanya berlangsung dalam waktu yang terbatas. Hal ini membuat konsumen merasa perlu untuk membeli produk secepat mungkin sebelum waktu flash sale berakhir.

2. Tokopedia Memanfaatkan FOMO

Berikutnya ada Tokopedia juga menggunakan FOMO dalam taktik pemasaran mereka dengan memberikan promo eksklusif dan harian yang hanya berlangsung dalam waktu yang terbatas. Tokopedia juga menampilkan jumlah produk yang tersedia untuk setiap produk untuk menciptakan perasaan urgensi pada konsumen.

3. Gojek Menggunakan Taktik FOMO

Selanjutnya Gojek menggunakan Fear of Missing Out dengan memberikan promo eksklusif pada hari-hari tertentu atau pada waktu yang terbatas. Gojek juga memberikan tawaran khusus pada pengguna yang sudah sering menggunakan aplikasi mereka, seperti diskon tambahan atau cashback yang lebih besar.

Sumber:

Cara Menerapkan FOMO

Jesica Kharisma
jesicakharisma03@gmail.com

2 thoughts on “Strategi Pemasaran yang memanfaatkan FOMO”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *