Strategi Bakar Uang: Investasi Besar atau Risiko Besar?

DIPDOP > Ceative Agency > Content Marketing > Strategi Bakar Uang: Investasi Besar atau Risiko Besar?

Dunia bisnis sempat digemparkan dengan strategi bakar uang untuk mencapai kesuksesan. Istilah “bakar uang” banyak digunakan oleh bisnis startup yang gencar melakukan promosi saat baru muncul di permukaan. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan popularitas, atau mempercepat pertumbuhan bisnis dalam waktu singkat.

Strategi bakar uang memunculkan banyak asumsi dan opini. Strategi tersebut dapat memberi investasi jangka panjang yang akan memberi keuntungan. Namun, di lain sisi terdapat risiko sangat besar yang dapat menghancurkan bisnis atau perusahaan. Jadi, apakah strategi tersebut dapat menguntungkan?

Apa itu strategi bakar uang?

Strategi bakar uang biasanya melibatkan pengeluaran besar untuk pemasaran, diskon besar-besaran, subsidi, atau promosi yang agresif. Tujuannya adalah untuk menarik sebanyak mungkin pengguna atau pelanggan dalam waktu singkat. Hal tersebut dengan harapan mereka akan tetap setia setelah promo berakhir.

Contoh dari strategi tersebut, yaitu ketika perusahaan membakar dana sebesar Rp100.000, mereka berpotensi mendapatkan keuntungan hingga Rp500.000. Tentunya, strategi tersebut tidak selalu berjalan dengan mulus. Sebagian besar perusahaan mengalami kesulitan untuk mengembalikan modal mereka yang hilang. 

Keuntungan Strategi Bakar Uang

Penggunaan strategi bakar uang pasti tidak lepas dari berbagai alasan yang menguntungkan. Tentunya, strategi tersebut masih memiliki beberapa keuntungan. Berikut beberapa keuntungannya, yaitu:

1. Mempercepat Pertumbuhan

Pengeluaran dana besar yang besar dapat menghadirkan sejumlah keuntungan. Perusahaan dapat menghadirkan diskon besar-besaran, promosi menarik, atau bahkan produk gratis. Hal tersebut membuat pelanggan lebih tertarik mencoba layanan atau produk yang ditawarkan, sehingga jumlah pelanggan meningkat dalam waktu singkat.

2. Dominasi Pangsa Pasar

Dengan menawarkan diskon besar-besaran, promosi, atau layanan gratis, perusahaan dapat menarik banyak pelanggan dalam waktu singkat. Semakin banyak pelanggan yang menggunakan produk atau layanan, semakin besar pangsa pasar yang dapat dikuasai. Ekspansi cepat ini membantu perusahaan menjangkau lebih banyak pelanggan dan memperluas pangsa pasar.

3. Menghadirkan Banyak Investor

Strategi bakar uang memungkinkan perusahaan untuk tumbuh dengan sangat cepat. Pertumbuhan pengguna atau pelanggan yang pesat membuat perusahaan terlihat menjanjikan dan menunjukkan potensi besar di masa depan. Investor tertarik pada perusahaan yang menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan cepat karena potensi pengembalian investasinya tinggi.

Risiko dari Strategi Bakar Uang

Keuntungan yang didapat dari strategi bakar uang tidak lepas dari berbagai risiko yang besar. Hal tersebut harus diperhatikan bagi perusahaan yang ingin menerapkan strategi itu. Adapun risiko dari strategi tersebut, yaitu:

1. Ketergantungan Dana yang Besar

Mengandalkan strategi bakar uang memerlukan aliran dana yang terus menerus. Setelah terbiasa dengan pengeluaran besar untuk menarik dan mempertahankan pelanggan, akan sulit bagi perusahaan untuk mengurangi pengeluaran tanpa kehilangan pelanggan. Pengurangan mendadak dalam pengeluaran pemasaran dan promosi bisa menyebabkan penurunan drastis dalam jumlah pengguna dan pendapatan.

2. Pemborosan Dana

Banyaknya dana yang dibakar tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan atau keuntungan. Saat perusahaan menghabiskan banyak uang untuk menarik pelanggan melalui diskon besar atau layanan gratis, tidak ada jaminan bahwa pelanggan tersebut akan tetap setia setelah promo berakhir. Jika pelanggan hanya tertarik karena insentif sementara, pengeluaran besar ini menjadi sia-sia.

3. Menghadirkan Ilusi Pertumbuhan

Ketika perusahaan menawarkan diskon besar-besaran atau layanan gratis, banyak pengguna mungkin tertarik hanya karena insentif sementara. Pelanggan yang didapatkan melalui insentif sementara cenderung memiliki loyalitas yang rendah. Begitu insentif berhenti, banyak dari mereka mungkin beralih ke pesaing yang menawarkan promosi serupa, sehingga pertumbuhan pengguna tidak berkelanjutan.

Strategi bakar uang adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, ia bisa menjadi investasi besar yang mendorong pertumbuhan dan dominasi pasar. Di sisi lain, ia bisa menjadi risiko besar yang membawa perusahaan ke jurang kebangkrutan jika tidak dikelola dengan baik. 

Sumber:

Burn Money: Strategi Menguntungkan Tapi Berisiko, Intip Faktanya!

Startup Burn Rate Explained

Reasons for Start Ups to “Burn Money” for Business Operations

Muhammad Akbar Saputra
akbarsaputra67@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *