
Kampanye pemasaran kerap kali melekat dalam benak konsumen, sehingga memutuskan untuk melakukan pembelian atau belangganan. Hal tersebut dipengaruhi oleh bahasa sensorik yang termuat dalam kampanye pemasaran. Bahasa sensorik sangat kuat pengaruhnya terhadap perspektif konsumen.
Sebuah kampanye pemasaran yang memasukkan bahasa sensorik ditandai dengan bahasa kampanye yang memengaruhi kelima indra. Seperti indra pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan, dan peraba. Bahasa sensorik berperan dalam memengaruhi kelima indra konsumen.
Berikut beberapa alasan mengapa bahasa sensorik efektif dalam memengaruhi konsumen.
Baca juga: Motivasi yang Kuat untuk Menciptakan Bisnis yang Sukses

Bagaimana Bahasa Sensorik Memengaruhi Konsumen?
1. Memicu Emosi Konsumen
Alasan pertama bahasa sensorik memengaruhi konsumen karena dapat memicu emosi. Bahasa sensorik yang termuat dalam kampanye pemasaran kerap kali menggugah emosi. Sebagai contoh, aroma pewangi pakaian yang harum sepanjang hari. Konsumen akan berimajinasi mengenai aroma pewangi pakaian tersebut.
2. Meningkatkan Daya Ingat
Alasan kedua yaitu bahasa sensorik dapat meningkatkan daya ingat. Bahasa sensorik dapat meningkatkan daya ingat konsumen. Membayangkan sesuatu secara langsung sulit untuk dilupakan. Sehingga tidak heran, bahasa sensorik sangat kuat pengaruhnya terhadap perspektif konsumen.
3. Membentuk Persepsi
Alasan ketiga yaitu membentuk persepsi. Bahasa sensorik dapat membentuk persepsi konsumen terhadap suatu produk. Sebagai contoh, iklan lotion yang tidak lengket di kulit. Iklan tersebut dapat membentuk persepsi konsumen terkait lotion yang tidak lengket di kulit.
4. Menciptakan Keinginan
Alasan keempat yaitu dapat menciptakan keinginan. Bahasa sensorik yang termuat dalam kampanye pemasaran dapat memicu keinginan konsumen. Sebagai contoh, iklan biskuit yang renyah di luar, lembut di dalam. Iklan tersebut dapat membuat konsumen berimajinasi sekaligus ingin segera membeli biskuit tersebut.
5. Menumbuhkan Kepercayaan
Alasan kelima yaitu dapat menumbuhkan kepercayaan. Bahasa sensorik mampu menumbuhkan kepercayaan konsumen. Sebagai contoh, sebuah brand membuat kampanye pemasaran yang nyata tidak hanya sekadar untuk menarik konsumen. Ketika kampanye pemasaran tersebut sesuai dengan kenyataan, maka konsumen akan mempercayainya.
Itulah 5 alasan mengapa bahasa sensorik dalam kampanye pemasaran dapat memengaruhi konsumen. Bahasa sensorik yang mampu memengaruhi merupakan cara yang efektif untuk lebih dekat dengan konsumen. Selain itu, bahasa sensorik juga dapat menciptakan nilai merek.
Referensi: Sensory Language: Tapping Into the Senses for Better Marketing

One thought on “5 Alasan Bahasa Sensorik Efektif dalam Memengaruhi Konsumen”