
Ramadhan bukan hanya untuk produk muslim – Ramadan seringkali diidentikkan dengan produk-produk yang berkaitan dengan kebutuhan umat Muslim, seperti fashion muslim, makanan halal, atau perlengkapan ibadah. Namun, tahukah bahwa periode Ramadhan hingga Lebaran sebenarnya menjadi momen emas bagi semua kategori produk? Data menunjukkan bahwa transaksi e-commerce selama Ramadhan-Lebaran 2025 diproyeksikan meningkat hingga 30% untuk semua jenis produk, bukan hanya yang berlabel “muslim”.
Konsumen Lebih Banyak Berbelanja Selama Ramadhan
Menurut ukmindonesia.id, salah satu faktor pendorong peningkatan transaksi ini adalah adanya Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterima oleh karyawan. Dengan tambahan dana tersebut, konsumen cenderung lebih leluasa dalam berbelanja. Tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk memenuhi tradisi membeli barang baru saat Lebaran dan bertukar hadiah. Menariknya, platform seperti TikTok menjadi salah satu media yang efektif dalam memengaruhi keputusan pembelian. Data menunjukkan bahwa 45% konsumen membeli produk setelah melihatnya di TikTok selama Ramadhan.
Baca Juga: Kok Pertamina kontennya malah jedag-jedug?Identity Osmosis ala TikTok 2025 – DIPDOP
Semua Kategori Produk Memiliki Peluang
Tidak hanya fashion muslim atau makanan halal yang bisa meraih keuntungan besar selama Ramadhan. Produk-produk seperti kosmetik, elektronik, hingga perlengkapan rumah tangga juga memiliki peluang yang sama besar. Kuncinya adalah bagaimana mengemas kampanye yang sesuai dengan semangat Ramadhan, yaitu kehangatan, kebersamaan, dan berbagi. Dengan strategi yang tepat, semua kategori produk bisa sukses di bulan penuh berkah ini.
Strategi Kampanye yang Tepat untuk Setiap Fase Ramadhan
Agar bisa memaksimalkan potensi Ramadhan, penting untuk menyusun strategi kampanye yang sesuai dengan setiap fase:
- Pra-Ramadhan: Fase ini idealnya digunakan untuk meningkatkan awareness dan membangun antusiasme. Mulailah dengan menggaet audiens melalui konten-konten yang menarik dan relevan.
- Ramadhan: Saatnya memaksimalkan promo spesial, menjaga engagement, dan meningkatkan penjualan. Gunakan diskon, bundling, atau program loyalitas untuk menarik minat pembeli.
- Lebaran: Manfaatkan User-Generated Content (UGC) dari pelanggan yang menggunakan produk selama Lebaran. Konten ini bisa menjadi testimoni yang powerful untuk menarik lebih banyak pembeli.
- Post-Lebaran: Jangan langsung berhenti setelah Lebaran. Lakukan extended campaign atau transisi ke kampanye berikutnya untuk mempertahankan momentum.
Baca Juga: Kenapa Top Brand Punya Lebih dari 1 Akun? Tren Sosmed 2025 yang Perlu Diketahui – DIPDOP
Persiapan Jauh Hari Adalah Kunci
Mempersiapkan kampanye Ramadhan sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari, idealnya 2-3 bulan sebelumnya. Meskipun persiapan 1 bulan sebelum Ramadhan masih memungkinkan, hasilnya mungkin tidak akan seoptimal jika dipersiapkan lebih awal. Persiapan yang matang akan menghindarkan dari stres, terburu-buru, dan hasil kampanye yang kurang maksimal.
Kesimpulan
Ramadhan bukan hanya tentang produk-produk muslim. Ini adalah momen di mana semua kategori produk memiliki peluang untuk meraih keuntungan besar. Dengan memahami perilaku konsumen dan menyusun strategi yang tepat, bisnis apapun bisa sukses di bulan Ramadhan. Jadi, jangan lewatkan kesempatan emas ini dan mulailah persiapan dari sekarang!
(SA)

One thought on “Kata siapa Ramadan cuma buat produk muslim aja?”