Mengenal Apa Itu Bounce Rate: Cara Kerja dan Bagaimana Menurunkannya

DIPDOP > Ceative Agency > Content Marketing > Mengenal Apa Itu Bounce Rate: Cara Kerja dan Bagaimana Menurunkannya
apa itu bounce rate

Apa Itu Bounce Rate – Jika Anda adalah seorang penggiat marketing, mungkin, bounce rate adalah istilah yang sudah sering Anda dengar.

Banyak orang bilang, situs yang memiliki bounce rate tinggi adalah situs yang kurang baik. Lalu, bagaimana cara menurunkannya?

Tak Perlu bingung lagi, mimin sudah merangkum informasinya, just for you.

Apa Itu Bounce Rate

apa itu bounce rate

Bounce rate mengacu pada kondisi ketika pengunjung mengunjungi situs tetapi tidak melakukan interaksi apa pun, seperti mengklik link, menonton video, atau tindakan lainnya.

Setelah itu, pengunjung meninggalkan halaman dalam waktu singkat, bahkan kurang dari 0 detik, atau kembali ke halaman sebelumnya. Inilah sebabnya bounce rate sering disebut sebagai sesi satu halaman atau interaksi tunggal antara pengunjung dan situs.

Sementara itu, bounce rate adalah metrik yang mengukur tingkat bounce, dihitung dengan membagi jumlah bounce dengan total sesi pengunjung yang mengakses situs.

Tentu saja, situs dengan sedikit elemen interaktif atau yang hanya terdiri dari satu halaman cenderung memiliki bounce rate yang tinggi, karena pengunjung tidak memiliki banyak kesempatan untuk berinteraksi sebelum meninggalkan halaman atau kembali ke mesin pencari yang membawa mereka ke situs tersebut.

Lalu, bagaimana cara kita untuk menurunkan angka bounce rate yang ada? Tenang dimana ada masalah disitu ada jalan keluar, berikut ini solusinya!

Sumber: glints

Cara Menurunkan Bounce Rate

Email Marketing, Masih Relevankah di Era Media Sosial?

Bounce rate dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga strategi untuk menurunkannya pun bervariasi. Berdasarkan informasi yang mimin dapat dari HubSpot dan Neil Patel, beberapa langkah yang dapat Anda terapkan untuk mengurangi bounce rate antara lain:

Baca juga: Apa itu Long Tail Keyword

1. Percepat Page Load

Ketika membuka situs dan durasi loading-nya sangat lama, kebanyakan pengguna cenderung meninggalkan halaman tersebut dan beralih ke situs lain untuk mencari informasi yang mereka butuhkan. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan bounce rate pada situs tersebut.

2. Mobile Friendly

Tahukah Anda bahwa sebagian besar pencarian saat ini dilakukan melalui ponsel? Oleh karena itu, memastikan situsmu ramah mobile (mobile-friendly) sangat penting untuk menurunkan bounce rate.

3. Menggunakan Sub-heading atau Poin Poin

Konten yang memiliki banyak poin atau subheading akan membuatnya lebih mudah dibaca dan dipahami. Hal ini membuat konten terlihat lebih terstruktur, sehingga pembaca merasa lebih nyaman dan tidak terbebani. Dengan demikian, mereka tidak perlu kembali ke halaman pencarian, yang bisa meningkatkan bounce rate.

4. Hindari Pop-up yang Berlebih

Pop-up adalah strategi umum yang digunakan pemilik website untuk meningkatkan leads, biasanya dengan menawarkan promo atau diskon dan mengajak pengguna untuk mendaftar akun. Pop-up biasanya muncul dalam bentuk banner kecil ketika seseorang mengakses situs.

Namun, seiring berjalannya waktu, strategi ini mulai diperdebatkan karena dianggap kurang efektif. Munculnya pop-up yang terus-menerus dapat mengganggu tampilan situs dan mengalihkan perhatian pengunjung. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan pop-up ads secara bijak agar pengunjung tetap merasa nyaman saat mengakses situs.

Tentu saja, ini hanyalah salah satu dari banyak faktor yang mempengaruhi dan bisa menurunkan, atau bahkan meningkatkan, bounce rate.

Haidar Musyaffa
haidarmusyaffa730@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *