Kenapa UMKM Harus Mulai Digital Marketing dari Sekarang

DIPDOP > Ceative Agency > Brand Loyalty > Kenapa UMKM Harus Mulai Digital Marketing dari Sekarang

Digital marketing untuk UMKM bukan sekadar tren. Pelajari alasan kenapa pelaku UMKM pemula
harus mulai melek dan sadar untuk go digital mulai sekarang agar bisnis kamu bisa lebih cepat
berkembang.
Pendahuluan
Pernah kah mendengar kalimat ini? “Nanti aja deh, kalau usaha udah jalan baru mikirin digital
marketing.

Nah, mindset kayak gini justru yang bikin banyak UMKM jalan di tempat alias stagnan.
Dewasa ini, orang akan buka HP dulu sebelum belanja. Mereka mencari informasi, cek review,
bahkan membandingin harga lewat internet. Kalau bisnis kamu belum kelihatan di sana, ya siap-siap
aja kalah sama kompetitor yang lebih cepat go digital.
Digital marketing bukan cuma buat perusahaan besar. Justru UMKM-lah yang paling diuntungkan,
karena biayanya fleksibel dan hasilnya bisa langsung kelihatan.
Apa Itu Digital Marketing untuk UMKM?
Digital marketing adalah semua aktivitas promosi menggunakan media digital, mulai dari sosial
media, email, website, sampai marketplace. Apa keunggulan promosi lewat media sosial
dibandingkan dengan promosi konvensional?
* Lebih murah: bikin akun Instagram gratis, bikin WhatsApp Business juga gratis.
* Bisa diukur: kamu bisa tahu berapa orang lihat, klik, atau beli dari iklanmu.
* Audiens luas: bahkan usaha kecil bisa punya pelanggan dari luar kota, bahkan luar negeri.
Contoh: Ada penjual keripik singkong dari Garut. Awalnya cuma jual di warung tetangga. Setelah
aktif upload video di TikTok, sekarang keripiknya bisa dijual ke seluruh Indonesia. Itu kekuatan dari
digital marketing.

Baca juga: Tips Membangun Customer Relationship Melalui Media Sosial


Kenapa UMKM Pemula Harus Mulai Sekarang?

  1. Modal Minim, Dampak Maksimal
    Dulu, pasang iklan harus membayar jutaan buat tampil di koran atau baliho. Sekarang? Dengan Rp50
    ribu rupiah, produkmu bisa nongol di layer ponsel ribuan orang lewat Meta Ads, Tiktok Ads, dan Ads
    social media lainnnya.
  2. Bersaing Lebih Cepat
    Kompetisi UMKM makin ketat. Kalau kamu nunggu “mapan” dulu baru online, kemungkinan besar
    pelanggan udah keburu diambil pemain lain yang aktif promosi di internet.
  3. Konsumen Lebih Percaya Brand Online
    Pernah ragu belanja karena toko nggak punya jejak digital? Nah, konsumen zaman sekarang butuh
    social proof. Bisnis yang punya akun aktif di Instagram, review bagus di marketplace, atau website
    sederhana, terlihat jauh lebih meyakinkan.
  4. Data Jadi Senjata
    Digital marketing bikin kamu ngerti siapa target sebenarnya. Dari data insight Instagram atau Google Analytics, kamu bisa tahu: produk mana yang laris, jam berapa orang paling aktif, bahkan lokasi pelanggan terpadat.
    Tantangan yang Sering dialami UMKM
    Memang, memulai digital marketing itu nggak selalu mulus. Beberapa kesalahan umum UMKM
    antara lain:
    * Cuma posting produk, tanpa cerita. Padahal orang lebih tertarik sama storytelling daripada
    sekadar harga.
    * Tidak konsisten. Upload sekali lalu hilang sebulan bikin audiens lupa.
    * Mengabaikan interaksi. Balas chat lama atau cuek sama komentar bikin pelanggan kabur.
    * Overpromosi. Isinya jualan terus, tanpa konten edukasi atau hiburan.
    Kesalahan ini sebenarnya gampang diatasi asal ada niat belajar dan mau eksperimen., nah ini 5 cara
    mulai Digital Marketing tanpa ribet:
    * Bikin akun bisnis di Instagram & WhatsApp Business. Gratis, cepat, dan bikin brand lebih
    profesional.
    * Mulai posting rutin. Minimal 3 kali seminggu, dengan konten ringan: foto produk, behind the
    scene, atau cerita pelanggan.
    * Manfaatkan marketplace. Daftarkan produk di Shopee atau Tokopedia. Banyak pembeli yang
    lebih percaya belanja lewat platform resmi.
    * Coba iklan kecil-kecilan. Mulai dari budget Rp20–50 ribu/hari untuk uji coba.
    * Belajar dari kompetitor. Lihat akun serupa: mereka bikin konten apa yang banyak interaksi?
    Tirulah dengan gaya unik bisnismu.
    Studi Kasus Singkat
    Ada UMKM batik di Solo yang awalnya cuma mengandalkan toko offline. Penjualannya stagnan.
    Lalu mereka mulai posting edukasi di Instagram tentang makna motif batik, plus live shopping di
    TikTok. Hasilnya? Dalam 6 bulan, omzet naik 3x lipat, dan pesanan datang bukan cuma dari Solo,
    tapi juga Bandung dan Jakarta.
    Poinnya jelas: digital marketing membuka pintu pasar yang lebih luas tanpa harus buka cabang fisik.
    Kesimpulan
    Digital marketing untuk UMKM bukan pilihan lagi, tapi kebutuhan.
    Kalau kamu tunggu “nanti”, kamu bakal kehilangan momentum. Mulailah dari langkah sederhana:
    bikin akun bisnis, posting rutin, dan belajar sedikit demi sedikit.
    Kuncinya bukan harus sempurna dari awal, tapi konsisten. Ingat, bisnis kecil dengan strategi digital
    yang tepat bisa punya dampak besar.

Steven Chen
chensteve96@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *