
Dipdop.net-sejak sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan di era digital ini, influencer semakin menjadi media untuk mempromosikan brand dari suatu bisnis menjadi ujung tombak suatu perusahaan. dan semakin berkembangnya media sosial dan bertambah penggunanya, kategori influencer pun ikut bertambah dan terbagi menjadi beberapa jenis influencer.
Dikutip dari cnnindonesia.com, Influencer adalah seseorang yang memiliki kemampuan menggerakkan orang lain dalam jumlah banyak (massa), untuk melakukan suatu tindakan tertentu dan tidak terbatas ruang dan waktu. Secara umum, siapa saja yang dapat memengaruhi massa untuk melakukan sesuatu maka ia sebenarnya memiliki kemampuan influencer. Menurut kamus Merriam Webster, influencer diartikan sebagai orang yang memberikan pengaruh atau menginspirasi dalam membimbing tindakan orang lain. Dalam konteks bisnis, influencer adalah seseorang yang mampu memengaruhi, mengoordinasi, dan mendorong kreator untuk menciptakan sebuah produk baru. Sementara itu dalam konteks digital terutama media sosial, influencer merupakan istilah yang merujuk pada seseorang dengan pengikut banyak di media sosial.
Adapun Influencer yang kita ketahui saat ini terbagi menjadi beberapa jenis kategori.
Apa Saja Beberapa Kategori Influencer saat ini?
Berdasarkan Jumlah Followers, kita dapat menguraikan beberapa kategori Influencer seperti : Nano Influencer, Mikro Influencer, Mid tier Influencer, Macro Influencer, dan Mega Influencer.
1. Nano Influencer
Nano influencer biasanya memiliki komunitas kecil yang sangat terlibat. Meskipun jumlah followers-nya tidak banyak dan berkisar 1000-10.000 followers, tingkat kepercayaan audiens sangat tinggi. Cocok untuk brand kecil dan local business yang ingin membangun kedekatan personal dengan audiens.
Kelebihan:
- Engagement rate tinggi
- Biaya kolaborasi rendah
- Cocok untuk campaign lokal
Berdasarkan State of Influencer Marketing 2019 yang dirilis oleh Hype Auditor menyebutkan bahwa nano influencer memiliki engagement rate (keterlibatan) kurang lebih 5.60%.
Angka ini lebih baik dari engagement rate tingkatan influencer lainnya. Artinya, pengikut nano influencer jauh lebih aktif karena mereka cenderung memiliki hubungan yang lebih personal hingga lebih nyaman saling berinteraksi, bahkan saling mempengaruhi.
2. Micro Influencers
Umumnya, Micro Influencer memiliki jumlah followers berkisar 10.000-100.000 followers. Jenis ini cukup populer karena memiliki keseimbangan antara jangkauan dan engagement. Mereka juga sering dianggap lebih autentik oleh audiensnya.
Menurut Influencer Marketing Hub, “Micro-influencers often achieve better engagement rates than macro or mega influencers due to their close connection with their audience.”
Kelebihan:
- Autentik dan relatable
- Cocok untuk niche market
- Biaya masih terjangkau
Baca Juga : Apa Itu Influencer Marketing? Manfaat & Contohnya
3. Mid-tier Influencer
Mid-tier influencer biasanya memiliki pengikut dengan jumlah antara 100.000 -500.000. Influencer tipe ini kurang memiliki hubungan dan interaksi yang kuat dengan para pengikutnya.
Meski begitu, jangkauan mereka jauh lebih besar dan bisa mencapai target market yang jauh lebih luas.
Kelebihan :
- Audiens Mulai lebih beragam
- Cocok untuk Mencoba Memperluas Cakupan Konsumen
4. Macro Influencer
Macro Influencer memiliki folllowers yang berkisar di 500.000 -1 Juta followers. dan di indonesia biasanya para Influencer ini sudah disebut sebagai Selebgram. Influencer jenis ini biasanya sudah terkenal dan punya pengaruh besar di media sosial. Mereka sering diajak bekerja sama oleh brand besar.
Kelebihan:
- Jangkauan luas
- Cocok untuk brand awareness campaign
- Profesional dalam membuat konten
5. Mega Influencer
Mega influencer adalah selebritas atau tokoh publik yang memiliki pengaruh sangat besar. Mereka cocok untuk kampanye besar berskala nasional atau internasional.
Untuk berkolaborasi dengan Mega Influencer tentu perlu menyiapkan dana yang tidak sedikit, karena mereka memiliki rate card dengan harga yang cukup mahal. Hal ini mengingat jumlah pengikut mereka yang beragam dan berasal dari berbagai lapisan masyarakat, profesi, bahkan usia.
Kelebihan:
- Jangkauan sangat luas
- Daya tarik tinggi
- Cocok untuk brand besar yang ingin viral
Kesimpulan
Setiap jenis influencer memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan mengenali jenis-jenis influencer, kamu bisa menentukan siapa yang paling sesuai dengan tujuan campaign kamu!. Jadi, sebelum bekerja sama, pastikan kamu sudah tahu karakteristik influencer yang kamu butuhkan.

2 thoughts on “Kenali Beberapa Jenis Influencer Ini Sebelum Berkolaborasi!”