
Dipdop.net – Pernahkah kamu mendengar kalimat, “Berbukalah dengan yang manis”? Kalimat tersebut biasa diutarakan ketika hadir bulan Ramadan dan di sela-sela waktu berbuka saat takjil sudah di depan mata.
Kalimat tersebut lantas dianggap sebagai hadis, anjuran bagi orang Muslim untuk memperoleh kebaikan. Tak jarang, kalimat tersebut seakan menjadi sebuah keharusan bahwa takjil mesti memiliki rasa yang manis. Namun, benarkah demikian adanya? Jadi, bagaimana fakta di baliknya?
“Berbukalah dengan yang Manis”: Tagline Marketing Sukses yang Sesuai dengan Momen
Faktanya, kalimat “Berbukalah dengan yang manis” bukanlah bagian dari hadis atau anjuran kebaikan bagi orang Muslim saat berbuka puasa. Kalimat ini merupakan bagian dari jingle iklan yang dipasarkan oleh Teh Botol Sosro pada tahun 2005. Salah satu bagian dari jingle tersebut menjadi tagline marketing yang sukses karena berhasil menjadi ikonik dan diingat sampai saat ini.
Diketahui dari mojok.co, dahulu jingle ini sering diputar menjelang waktu berbuka puasa di TV. Adapun, sosok di baliknya adalah pendiri M Bloc Group, Handoko Hendroyono, bersama tim kolaborasi yang dipimpin oleh Aldo Varez. Kalau kamu pernah mendengar tagline lain yang berbunyi, “Apapun makannya, minumnya Teh Botol Sosro,” nah, yang satu ini juga diusung oleh Handoko Hendroyono.
Hingga kini, iklan dari jingle “Berbukalah dengan yang manis” sudah tidak lagi ditayangkan di TV. Semakin sulit mencari versi aslinya yang diunggah oleh Teh Botol Sosro, meskipun masih ada kanal-kanal arsip di YouTube yang menyimpan cuplikan iklan ini. Salah satunya bisa kamu lihat di sini.
Baca Juga: Tagline: Strategi Promosi yang Kadang Terlupakan oleh Brand
Tagline Marketing Kreatif Lebih Melekat di Masyarakat, Bukti bahwa Branding Nggak Cuma Soal Viral Sesaat
Branding Teh Botol Sosro dengan tagline kreatifnya membuktikan bahwa nama merek, warna, ciri khas, dan niche tidaklah cukup untuk mempertahankan brand. Sebuah brand bisa saja terkenal atau viral sesaat, tetapi apakah mereka bisa bertahan? Apakah mereka bisa muncul di pikiran masyarakat meski tak sadar?
Untuk membuat tagline marketing yang kreatif, Teh Botol Sosro tidak hanya memikirkan cara untuk menunjukkan keunikan brand, melainkan juga menyelaraskan dengan momen yang sesuai dan pola hidup yang secara natural tercipta di masyarakat. Dari sinilah, lama-kelamaan masyarakat akan mengingat branding atau ciri khas dari brand, bukan sekadar nama atau fungsi praktisnya.
Barangkali, jika kamu ingin mencoba membuat tagline marketing yang kreatif layaknya Teh Botol Sosro, maka kamu bisa meniru cara mereka dalam menyesuaikan produk di kehidupan sehari-hari. Mungkin, ada banyak produk dengan jenis sama, tetapi Teh Botol Sosro juga memikirkan yang masyarakat butuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Begitu pula di bulan Ramadan, setelah seharian berpuasa, mungkin orang-orang ingin menyegarkan lidah dengan menikmati santapan yang manis dan menyegarkan. Minuman manis yang dipasarkan dan dibuat tagline oleh Teh Botol Sosro menjadi paduan atas keduanya. Seolah-olah, mereka memberikan inisiatif jawaban meski pertanyaan tidak benar-benar diungkapkan secara lisan melalui tagline ikonik mereka.
Baca Juga: Tips Agar Brand Melekat di Hati Konsumen
Kesimpulan
Kalimat “Berbukalah dengan yang Manis” ternyata hanya merupakan tagline marketing yang dibuat oleh Teh Botol Sosro pada tahun 2005. Ada proses kreatif di balik tagline tersebut sehingga masih identik dan bahkan diduga sebagai hadis saat bulan Ramadan. Tagline ini menunjukkan, branding bukan sekadar mengenalkan produk, tetapi juga menemukan tempat di hati masyarakat berdasarkan momen yang sesuai.
Ingin membangun bisnis UMKM, tetapi membutuhkan banyak persiapan sebelum memulai dan bingung mengenai caranya? Kunjungi Dipdop.net untuk temukan solusinya. (WA)
