
Dipdop.net – Banyak orang berpikir bahwa affiliate marketing adalah cara cepat untuk meraih kekayaan. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu. Meski bisa menghasilkan uang setiap hari, sistem ini tetap membutuhkan strategi, konsistensi, dan kemampuan memahami kebutuhan pasar.
Daimbil dari sumber youtube dan Kang Dewa, seorang praktisi dan mentor bisnis digital, membagikan pengalamannya dalam dunia affiliate marketing sejak tahun 2013. Saat itu, istilah “affiliate” belum sepopuler sekarang. Namun, seiring berkembangnya platform seperti Shopee, TikTok, dan Tokopedia, peluang affiliate marketing semakin terbuka lebar untuk siapa pun yang mau belajar dan berusaha.
Baca Juga:Biar Omset Nggak Stagnan: Solusi Masalah Umum UMKM yang Bisa Dicoba Sekarang
Affiliate Marketing Bukan Skema Cepat Kaya
Satu hal yang sering disalahpahami banyak orang adalah menganggap affiliate marketing sebagai tombol ajaib untuk jadi kaya mendadak. Padahal, industri ini memang besar — nilainya mencapai 17 miliar dolar secara global pada 2023 tetapi hanya 1–5% dari para affiliate marketer yang benar-benar bisa sukses secara signifikan.
Banyak yang gagal bukan karena sistemnya salah, tapi karena tidak tahu strategi yang tepat. Affiliate marketing pada dasarnya hanyalah alat. Agar bisa menghasilkan uang, kamu tetap perlu membangun brand pribadi, memilih produk yang sesuai dengan target pasar, dan menggunakan platform yang benar.
Kesalahan Umum Para Affiliate Pemula
Menurut Kang Dewa, ada beberapa kesalahan mendasar yang sering dilakukan para affiliate pemula sehingga mereka gagal “closing” dan tidak mendapatkan komisi.
1. Salah Pilih Produk
Banyak orang asal memilih produk karena merasa barang itu bagus atau menarik. Padahal, seharusnya produk yang kamu promosikan harus sesuai dengan kebutuhan dan minat audiens kamu.
Langkah pertama adalah mendengarkan dulu apa yang dibutuhkan oleh pasar. Apa masalah mereka? Apa keinginan mereka? Setelah tahu jawabannya, barulah kamu tawarkan produk yang relevan. Jadi bukan kamu yang menentukan produk apa yang dijual, tapi pasar yang menentukan.
2. Tidak Membangun Kepercayaan
Kepercayaan atau trust adalah kunci utama dalam affiliate marketing. Produk bisa saja sama, tetapi pembeli akan memilih dari siapa mereka membeli. Karena itu, penting untuk membangun personal branding yang kuat.
Kamu perlu menunjukkan kompetensi di bidang yang kamu kuasai agar orang lain percaya pada rekomendasi kamu. Bangun reputasi dan tunjukkan bukti nyata — baik dari pengalaman, pencapaian, maupun testimoni orang lain.
3. Menggunakan Platform yang Salah
Tidak semua platform affiliate bekerja dengan sistem yang sama. Misalnya, ada yang menggunakan sistem last click (klik terakhir yang dihitung) dan ada juga yang memakai sistem first click (klik pertama yang dihitung).
Oleh karena itu, penting untuk memilih platform yang transparan dan adil. Saat ini, beberapa platform seperti TikTok Affiliate, Shopee Affiliate, atau marketplace digital lainnya menyediakan sistem yang mudah digunakan tanpa harus memiliki produk sendiri.
Strategi agar Affiliate Marketing Selalu Cuan
Setelah tahu kesalahan yang harus dihindari, berikut langkah-langkah penting agar kamu bisa mendapatkan penghasilan konsisten dari affiliate marketing.
1. Bangun Niche dan Kredibilitas
Tentukan niche (bidang) yang benar-benar kamu kuasai dan punya pasar jelas. Misalnya, kalau kamu suka dunia memasak, maka bangun konten seputar kuliner. Dari situ, kamu bisa menjual produk seperti alat masak, resep digital, atau bahkan kursus online.
Kunci utamanya adalah kredibilitas. Orang akan membeli dari kamu karena percaya dengan keahlian kamu di bidang tersebut.
2. Gunakan Konten Storytelling
Menurut riset dari Harvard Business Review, konten dengan pendekatan storytelling 22 kali lebih mudah diingat dibandingkan dengan hard selling. Jadi, alih-alih memaksa orang membeli, cobalah bercerita.
Kamu bisa membagikan pengalaman pribadi, kisah inspiratif, atau testimoni pelanggan. Cerita yang jujur dan relevan membuat audiens merasa dekat dan akhirnya percaya untuk membeli melalui link kamu.
3. Main di Long Game
Affiliate marketing bukan sprint, tapi maraton. Kesuksesan tidak datang dalam semalam. Kamu harus konsisten membangun audiens, membuat konten, dan menjaga relasi dengan calon pembeli.
Gunakan strategi jangka panjang seperti:
– Membangun email list atau grup WhatsApp untuk calon pelanggan.
– Membuat funnel agar pembeli tidak langsung lari setelah melihat produk.
– Menyusun konten edukatif secara rutin di media sosial.
Terus Belajar dan Kembangkan Diri
Dunia digital terus berubah, begitu juga dengan cara kerja affiliate marketing. Apa yang efektif hari ini belum tentu berhasil besok. Karena itu, penting untuk terus belajar dan beradaptasi.
Kamu bisa memperdalam ilmu seputar digital marketing, copywriting, personal branding, serta strategi konten. Ikuti tren terbaru, amati kompetitor, dan pelajari pola konten yang berhasil menarik audiens. Dengan begitu, kemampuanmu sebagai affiliate marketer akan berkembang seiring waktu.
Selain itu, jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas atau forum online tempat para affiliate saling berbagi pengalaman. Dari sana, kamu bisa mendapatkan insight, inspirasi, bahkan peluang kolaborasi baru yang bisa memperluas jangkauan kamu.
Kesimpulan
Affiliate marketing memang bisa menjadi sumber penghasilan besar, tapi tidak bisa dijalankan asal-asalan. Kamu perlu memahami pasar, membangun kepercayaan, memilih platform yang tepat, serta konsisten dalam membuat konten.
Ingat, affiliate marketing bukan jalan instan menuju kaya, melainkan proses jangka panjang yang bisa membawa hasil besar kalau dijalankan dengan strategi, kesabaran, dan semangat belajar yang terus tumbuh.(BRF)
