
Dipdop.net – Pernahkah kamu mendengar atau mencoba collaborative marketing sebelumnya? Teknik marketing yang satu ini sudah lama dinilai memiliki peluang efektif yang besar dalam meningkatkan penjualan. Mungkin tanpa sadar, brand kesukaan kamu rupanya menggunakan teknik marketing ini?
Salah satu brand yang sering melakukan collaborative marketing adalah Photomatics. Photomatics merupakan brand photobox yang menyediakan layanan akses self-portrait dan sewa photobooth. Photomatics telah membuka lebih dari 150 cabang photobox di Indonesia. Buat kamu yang mau mencoba layanan Photomatics, bisa kunjungi akun Intagramnya terlebih dahulu di @photomaticsid, ya!
Kira-kira kenapa, ya, Photomatics sering memakai teknik marketing ini? Dan, kenapa teknik collaborative marketing dinilai cukup efektif? Simak berikut ini.
Apa sih collaborative marketing itu?
Collaborative marketing adalah teknik marketing dengan melakukan kerja sama antara dua brand dalam sektor yang sering kali berbeda. Collaborative marketing berarti melakukan kolaborasi dengan memanfaatkan dua atau lebih permintaan dan kebutuhan dari target audience yang sama.
Teknik marketing yang satu ini menyediakan pilihan kepada audiens untuk mendapatkan akses langsung dari penggabungan dari permintaan yang mungkin. Misalnya, brand produk makanan X berkolaborasi dengan brand produk minuman Y untuk memenuhi permintaan audiens yang menyukai keduanya ataupun hanya salah satunya, tetapi menginginkan penawaran baru.
Baca Juga: Viral dan Banjir Ulasan Positif: Pelajari Humor Marketing ala NomNom Comfort Food!
Kenapa Photomatics sering melakukan collaborative marketing?
Bisnis dengan konsep photobox pada dasarnya begitu digandrungi anak muda khususnya Gen Z di akhir-akhir ini. Bisnis photobox pada umumnya, termasuk Photomatics ini menjual pilihan frame atau bingkai pada foto yang dicetak langsung sehingga konsumen bisa memilih frame dan berpose dengan bebas. Pengalaman berfoto dan mencetaknya langsung menggunakan frame yang menyesuaikan minat audiens inilah yang menjadi daya tarik photobox.
Dengan adanya collaborative marketing, bisnis photobox seperti Photomatics pun mampu memanfaatkan peluang untuk berkolaborasi dengan artis, idola, dan influencer yang sedang nge-trend. Tidak hanya itu, Photomatics juga menerima kolaborasi dengan brand yang memang menargetkan anak muda atau Gen Z sebagai target audience utamanya.
Photomatics memiliki kolaborasi frame terbaru, di antaranya ada:
- Photomatics x frame Bilal Indrajaya (6 Agustus—6 November 2025)
- Photomatics x frame band Perunggu dan Stasiun Mendengarkan album kedua Perunggu “Dalam Dinamika” (15 Agustus—15 November 2025)
- Photomatics x frame Podcast Keluarga Artis (Niky Putra & Mario Caesar) (22 Agustus—22 Oktober 2025).
- Photomatics x frame Rich Brian dan Listening Booth untuk mendengarkan album terbaru Rich Brian “WHERE IS MY HEAD” (9 September—9 November 2025).
- Photomatics x frame PIXY dan hadiah produk PIXY Hyperlast Glazed Lip Vinyl gratis (s.d. 1 Oktober 2025). *Syarat & ketentuan berlaku.
Secara garis besar, kolaborasi-kolaborasi yang dilakukan sebagaimana oleh public figure dan brand di atas adalah dengan tujuan promosi. Promosi ini ditujukan kepada target audience yang juga menyukai photobooth. Akan tetapi, kolaborasi ini tidak hanya berfungsi untuk mempromosikan produk atau karya dari sang pelaku yang berkolaborasi dengan Photomatics, melainkan juga termasuk mempromosikan layanan yang ditawarkan.
Photomatics pun telah membuka cabang di seluruh Indonesia demi memberikan akses terdekat kepada audiens agar bisa langsung datang ke photobox mereka dan melakukan photobooth. Hal ini tentu menjadi langkah yang tepat untuk melakukan kolaborasi pemasaran bersama dengan Photomatics. Inilah yang menjadi alasan collaborative marketing secara keseluruhan sangatlah efektif.
Selain kolaborasi di atas, Photomatics juga menyediakan layanan photobooth event bagi komunitas yang ingin menyewa photobooth dalam periode tertentu. Mereka bisa membuat template frame sendiri untuk disediakan pada photobooth event tersebut.
Layanan photobooth event ini biasanya disewa oleh komunitas seperti K-Pop, anime, T-Pop, dan masih banyak lagi. Mereka juga menyewa untuk berbagai tipe kegiatan acara, di antaranya untuk perayaan ulang tahun idola, konser, kembalinya idola dari wajib militer, perayaan debut idola, dan lain-lainnya.
Baca Juga: Mengenal Jenis-jenis Marketing dalam Bisnis
Kesimpulan
Seperti namanya, collaborative marketing adalah kolaborasi pemasaran. Collaborative marketing merupakan salah satu teknik marketing yang mengutamakan kerja sama untuk memenuhi permintaan perbedaan minat dari target audience yang sama. Photomatics sendiri adalah salah satu bisnis photobooth di Indonesia yang sering menerapkan collaborative marketing dengan public figure atau pun brand tertentu.
Teknik marketing ini tidak hanya menguntungkan satu pihak, tetapi dua atau lebih dari dua pihak. Contohnya, seperti kolaborasi Photomatics dengan Rich Brian dalam rangka promosi peluncuran album terbarunya. Audiens secara bersamaan akan mengunjungi photobooth Photomatics untuk menggunakan frame Rich Brian dan turut meramaikan listening booth untuk mendengarkan lagu terbarunya. (WA)
