
Algoritma Instagram terbaru 2025 akan mengalami perubahan yang besar! Di bawah kepemimpinan CEO Adam Mosseri, platform ini semakin menekankan pentingnya konten orisinal dan kreatif.
Dalam sebuah video singkat berdurasi sekitar 1 menit 30 detik di akun Instagram pribadinya, Mosseri menegaskan bahwa algoritma Instagram kini lebih memprioritaskan konten asli.
Perubahan ini bisa menggeser cara kita membuat dan menikmati konten di Instagram. Para kreator pun didorong untuk lebih banyak menghadirkan karya unik mereka sendiri, bukan sekadar membagikan ulang atau memindahkan konten dari platform lain.
Baca juga: Kesahalan digital marketing pemula
Apa itu Algoritma Instagram?
Algoritma Instagram adalah sistem yang terus berkembang dan bekerja di balik layar untuk memastikan konten yang tepat menjangkau audiens yang sesuai. Bisa dibilang, algoritma ini seperti “mak comblang” digital yang mencocokkan unggahan dengan orang-orang yang kemungkinan besar akan tertarik, baik itu dari merek, bisnis, atau individu yang rutin membagikan konten menarik dan relevan.
Cara kerja algoritma ini cukup canggih karena bisa menganalisis berbagai faktor, seperti jenis konten (Reels, Stories, atau feed biasa), waktu unggahan, serta kualitasnya. Tak hanya itu, Instagram juga memperhitungkan pola interaksi pengguna, termasuk topik favorit, penggunaan tagar, dan format konten yang sering mereka nikmati.
Menariknya, Instagram punya sistem penilaian yang berbeda untuk berbagai fitur, seperti feed utama, halaman Jelajahi, dan Reels. Jadi, strategi yang berhasil di satu tempat belum tentu bekerja di tempat lain. Kunci suksesnya? Selalu menyesuaikan unggahan dengan minat audiens serta memantau analitik Instagram untuk mengidentifikasi apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu diperbaiki.
Algoritma Terbaru Instagram
Fokus pada Kreativitas bukan Repost
Mosseri menekankan bahwa salah satu fokus utama Instagram di 2025 adalah memberikan lebih banyak ruang bagi para kreator yang menghasilkan konten unik dan orisinal.
“Kami ingin Instagram menjadi wadah yang mendorong kreativitas, bukan hanya tempat untuk membagikan ulang konten dari platform lain,” kata Mosseri dalam sebuah video.
Hal ini berarti, pengguna yang hanya berbagi ulang konten dari TikTok atau platform lainnya mungkin akan kehilangan visibilitas yang selama ini mereka nikmati.
Dengan perubahan ini, kreator yang membuat konten asli di Instagram akan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan eksposur. Konten yang orisinal dan kreatif akan mendapatkan prioritas dalam algoritma, meningkatkan kemungkinan tampil lebih sering di feed pengguna.
Sebaliknya, unggahan yang sekadar diposting ulang dari TikTok atau platform lain akan lebih jarang muncul, bahkan bisa kehilangan peringkat dalam feed pengguna.
Fokus pada Konten Orginal
Mosseri menegaskan bahwa Instagram akan lebih mengutamakan konten orisinal dalam pemeringkatan algoritma dibandingkan dengan unggahan ulang.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Instagram untuk bersaing lebih agresif dengan TikTok, yang selama ini mendominasi tren video pendek.
Untuk mendukung inisiatif tersebut, Instagram berencana menghadirkan lebih banyak fitur dan alat kreatif yang dirancang agar pengguna semakin mudah membuat konten orisinal berkualitas tinggi.
Dengan adanya fitur-fitur baru ini, diharapkan semakin banyak kreator yang terdorong untuk menghasilkan video dan foto unik secara langsung di Instagram.
Namun, bagi mereka yang selama ini mengandalkan repost dari TikTok, perubahan ini bisa menjadi tantangan tersendiri. Instagram juga berencana memperketat sistem deteksi konten hasil repost agar unggahan semacam itu tidak lagi mendapatkan prioritas di feed pengguna.
Posting Konten yang Konsisten
Untuk bisa menguasai algoritma Instagram, konsistensi dalam mengunggah konten adalah kunci utama. Salah satu faktor yang diperhitungkan adalah seberapa besar interaksi pengguna terhadap postingan yang dibuat.
Dengan rutin membagikan konten, kamu dapat membangun komunitas yang loyal dan aktif berinteraksi dengan unggahanmu. Oleh karena itu, buatlah perencanaan konten sekaligus jadwal posting yang teratur, lalu jalankan dengan disiplin.
Namun, konsistensi saja tidak cukup. Kualitas konten juga harus diperhatikan. Pastikan setiap unggahan relevan dengan audiens yang ditargetkan, menarik, serta memberikan nilai tambah bagi mereka. Semakin bermanfaat dan engaging kontenmu, semakin besar peluangnya untuk mendapatkan eksposur lebih luas di Instagram.
Tambahkan Hastag
Selain menggunakan kata-kata yang menarik, menambahkan hashtag dalam caption juga bisa meningkatkan interaksi dengan audiens. Bahkan, satu hashtag saja dapat meningkatkan engagement hingga 29% lebih tinggi.
Namun, ada batasan yang perlu diperhatikan. Sebaiknya gunakan maksimal 11 hashtag, karena terlalu banyak bisa membuat unggahanmu terkesan seperti spam dan justru mengurangi jangkauan.
Selain itu, pertimbangkan untuk menggunakan branded hashtag, yaitu tagar khusus yang dirancang untuk mempromosikan bisnis atau komunitas. Jenis hashtag ini cukup populer di kalangan pebisnis, terbukti sekitar 70% dari seluruh hashtag di Instagram merupakan branded hashtag. Contohnya adalah #ShareACoke milik Coca-Cola, yang sukses membangun keterlibatan pelanggan dengan cara yang kreatif dan interaktif.
Sumber: popline.id

One thought on “Update! Algoritma Instagram Terbaru 2025”