
Dipdop.net – Kalau lagi scroll konten di FYP TikTok atau reels Instagram, mungkin kamu pernah nemuin beberapa tipe konten review produk yang sering banget dipakai. Ada kemungkinan kalau konten semacam itu lagi trend di medsos sampai dipakai sama brand-brand tertentu, terutama di tahun 2025 ini.
Nggak ada salahnya, kalau kamu mau ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) konten-konten serupa untuk mempromosikan bisnis kamu. Yang pasti, kamu harus lebih dulu mengetahui lebih jelas arah atau tujuan konten tersebut agar konten yang kamu buat bisa tepat sasaran.
Konten yang kamu lihat itu mungkin termasuk sebagai konten UGC, CGC, ataupun EGC. Sama-sama review produk, tapi emangnya ada bedanya? Kalau penasaran, kita kulik bareng, mulai dari pengertian, bentuk, serta contoh penggunaan 3 tipe konten tersebut di media sosial, khususnya untuk produk skincare dan make up.
Baca Juga: Viral Jualan Walens tapi di Jok Motor: Strategi “Pseudo-UGC”, Tren TikTok 2025?
1. User Generated Content (UGC)
UGC atau User Generated Content adalah konten yang dibuat oleh konsumen atau pengguna dari suatu produk. UGC memungkinkan agar pengguna membeli, mencoba, hingga menceritakan pengalaman mereka saat menggunakan produk tersebut. UGC ini bisa beragam bentuknya.
Berikut ini bentuk UGC yang bisa kamu coba:
- review produk;
- rating produk:
- storytelling pengalaman saat memakai produk;
- recreate suatu gaya atau style dengan produk tertentu (biasanya untuk produk outfit);
- rekomendasi produk sesuai kebutuhan;
- tutorial penggunaan produk; dan
- testimonial produk.
UGC ini tergolong konten yang nge-trend banget di medsos dan terbukti worth karena efektif menjangkau lebih banyak konsumen untuk FOMO membeli produk yang sama. Gimana nggak, UGC sendiri memanfaatkan kepercayaan audiens yang merupakan konsumen untuk menerima dan berbagi pengalaman baru yang ditawarkan oleh pengguna yang telah membeli dan memiliki pengalaman dari produk tersebut.
Di TikTok, kamu bisa lihat contoh UGC ini dari akun “mandaristi” dengan username @mandaristi_. Dalam salah satu kontennya, ia memberikan rating dari produk lip tint yang pernah dicobanya. Pada konten tersebut, ia memberikan spesifikasi beberapa produk lip tint yang “cukup sekali beli” dengan rating skala 5–8/10, “repurchase lagi” dengan rating skala 9,5–10/10, serta “Top 3 My Fav Lip Tint” dengan rating sempurna.
2. Creator Generated Content (CGC)
CGC atau Creator Generated Content sesungguhnya nggak jauh berbeda dengan UGC, hanya saja yang membuat kontennya adalah seorang content creator. Tampilan kontennya pun juga hampir serupa dengan UGC, yakni menawarkan pengalaman dari membeli suatu produk, baik itu dari segi kemasan, isi, rasa, tekstur, maupun spesifikasi lainnya yang sesuai dengan produk.
Lantas di mana letak perbedaannya dengan UGC? Nah, umpamanya karena CGC dibuat oleh seorang yang merupakan content creator secara profesional, maka konten yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik, seperti memiliki dekor yang khas, kualitas video yang tinggi, teknik pengambilan kamera yang mengedepankan estetika, serta pemilihan audio yang sesuai isi konten dan sedang trend.
Konten dalam bentuk CGC ini bisa kamu lihat di akun “Fafansa” dengan username @famoon. Ia dengan konsisten membuat konten review skincare dan make up dengan konsep layaknya iklan sebuah produk menggunakan dekorasi berupa bunga-bunga, pencahayaan yang hangat, pengambilan video di-zoom hanya fokus pada tampilan produk, kualitas video yang HD, serta sound effect pada beberapa adegan.
3. Employee Generated Content (EGC)
EGC atau Employee Generated Content adalah konten yang paling berbeda dari UGC dan CGC, sebab bukan konsumen atau content creator yang menggunakan produk dalam konten yang disajikan, melainkan seorang employee atau karyawan dari perusahaan dari brand pemilik produk tersebut. Produk dalam konten EGC tidak begitu bervariatif karena yang dipromosikan hanyalah produk dari satu brand.
Di bawah ini ide bentuk konten EGC yang bisa kamu recreate:
- Try on produk;
- Meme;
- POV sebagai konsumen atau customer;
- Tips & hack seputar produk;
- QnA dengan komentar audiens seputar produk; serta
- Rekomendasi sesuai kebutuhan konsumen dan spesifikasi produk.
Konten EGC mungkin sering kamu temukan di FYP, salah satunya konten dari brand Cleviant @cleviant.official. Brand ini menyediakan berbagai jenis lip product, seperti lip tint, lip pudding, lip glass, lip stain, dan lip velvet. Sementara itu, konten pada akun TikTok brand tersebut berfokus pada try on atau coba langsung produk mereka dengan digunakan langsung oleh para karyawan. Dalam konten juga dipertegas keunggulan produk yang digunakan, seperti menutupi bibir gelap, tahan lama, hingga menghasilkan efek blurring.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Ide Bisnis UMKM Lagi Tren, Minim Modal dan Disukai Gen Z
Kesimpulan
Di media sosial, konten yang sering kamu lihat bisa menjadi inspirasi kamu dalam membuat konten. Adapun di tahun 2025 ini, ada 3 tipe konten yang bisa kamu ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) menjadi konten yang menyesuaikan dengan brand atau bisnis kamu. Ke-3 tipe konten tersebut adalah UGC, CGC, dan EGC. Pernah mencoba atau kepikiran mau mencoba salah satunya? (WA)
