
Dipdop.net – Semakin hari dunia sosial media terus berubah dengan cepat. Tren-tren baru bermunculan, mulai dari gaya konten hingga cara audiens berinteraksi. Tapi, ngomong-ngomong soal tren, kadang bingung ya menjelaskannya ke stakeholder kayak atasan, klien, atau manajer. Bahasa teknisnya bikin pusing, padahal penjelasan simpel aja sebenarnya cukup.
Nah, artikel ini bakal jelasin 7 istilah tren sosmed 2025 pakai bahasa bayi, alias sesimpel mungkin, biar kamu gampang ngerti dan bisa langsung share ke siapa aja. Yuk, simak!
1. UGC (User Generated Content)
Bayangin kamu punya mainan robot baru terus bawa ke sekolah. Temen-temen kamu ada yang bilang, “Wah, robotnya keren! Bisa terbang!” (UGC positif). Ada juga yang komentar, “Baterainya cepet habis, nih…” (UGC negatif).
UGC itu konten yang dibuat sama pengguna tentang brand kamu, tanpa disuruh-suruh. Di 2025, UGC bakal makin penting karena orang lebih percaya sama cerita pengguna lain daripada iklan brand. Jadi, kalau brand kamu bisa manfaatin UGC, audiens bakal lebih percaya.
2. EGC (Employee Generated Content)
EGC itu kayak cerita anak kecil ke temen-temennya, “Di rumahku, mama selalu ngajarin kalau makan itu piringnya dicuci, jangan cuman ditaruh doang.”
Di sini, brand pake akun karyawannya buat ceritain nilai-nilai perusahaan. EGC di 2025 bakal makin populer karena audiens suka sama cerita yang asli dan manusiawi.
Baca Juga: Masa Depan Konten: Era di Mana Data Menjadi Raja – DIPDOP
3. Liveshopping
Liveshopping itu kayak ada penjual gorengan di depan rumah yang sambil nyanyi, joget, dan teriak, “Ayo beli! Gurih, lho!” Bedanya, ini dilakukan di TikTok Live atau Instagram Live, dan yang dijual bisa skincare, baju, parfum, atau produk lainnya.
Di 2025, liveshopping bakal makin seru dengan fitur-fitur kayak augmented reality (AR), biar audiens bisa cobain produk secara virtual sebelum beli.
4. Creative Bravery
Creative Bravery itu kayak anak kecil yang ngecat sepatu bukan pake kuas, tapi pake lempar cat air terus ditaburin pasir. Hasilnya? Unik dan bikin penasaran.
Di 2025, brand harus berani bikin konten yang beda dan out of the box. Meski awalnya dianggap aneh, konten kayak gini justru bisa viral dan bikin orang inget terus.
5. Identity Osmosis
Identity Osmosis itu kayak kamu dan temen kamu tukeran baju. Kamu yang biasanya pakai merah, sekarang pakai biru dan bilang, “Aku sekarang suka warna biru, kayak kamu.”
Di 2025, brand harus ikutin nilai-nilai yang penting buat audiens, kayak peduli lingkungan atau dukung keadilan sosial. Dengan begitu, audiens bakal bilang, “Wah, brand ini kayak aku banget.”
6. The Power of Perspective
Bayangin ada satu pohon besar di tengah hutan. Burung lihat dari atas dan bilang, “Daunnya hijau banget, enak buat sarang.” Semut lihat dari bawah dan bilang, “Batangnya kayak gedung pencakar langit.” Anak kecil lihat dari samping dan bilang, “Aku bisa panjat sampai puncak, seru banget.”
Di 2025, konten yang nunjukin perspektif beda (kayak kisah difabel yang jadi model atau ibu single parent yang kuliah) bakal makin diminati. Konten kayak gini bikin audiens mikir, “Wah, ternyata dunia ini luas banget ya.”
7. Brand Chem
Brand Chem itu kayak kamu dan temen kamu bikin kue bareng. Kamu yang panggang, dia yang hias pake cokelat dan buah. Hasilnya? Lebih enak dan lucu.
Di 2025, brand harus kasih kebebasan ke creator yang mereka endorse buat bikin konten sesuai gaya mereka, bukan cuma ikutin aturan brand. Dengan begitu, audiens bakal bilang, “Ini beneran dari creatornya, bukan dipaksa brand.”
Kenapa Tren Ini Penting?
Menurut brankasbro.id, memahami tren sosmed 2025 itu penting banget buat bikin strategi marketing yang efektif. Dengan manfaatin UGC, EGC, liveshopping, dan tren lainnya, brand bisa bikin engagement yang lebih tinggi, nambah kepercayaan audiens, dan akhirnya naikin penjualan.
Dengan ngerti dan terapin tren-tren ini, brand kamu gak cuma bakal tetap relevan di 2025, tapi juga siap hadapi tantangan dan peluang baru di dunia sosmed. Jadi, udah siap belum?
(SA)

One thought on “7 Istilah Tren Sosmed 2025 Dijelaskan Pakai Bahasa Bayi”