Tren Digital Marketing 2025 yang Wajib Diketahui UMKM

DIPDOP > Ceative Agency > Brand Loyalty > Tren Digital Marketing 2025 yang Wajib Diketahui UMKM

Ingin bisnis UMKM tetap relevan di 2025? Simak tren digital marketing terbaru yang wajib kamu pahami agar brand tetap bersaing.

Pendahuluan

Perubahan dunia digital selalu cepat dan tidak menunggu siap atau tidak, dan tahun 2025 ini akan membawa banyak tantangan baru buat para pelaku UMKM. Kalau dulu cukup promosi lewat brosur, abnner, aau papan iklan, sekarang pelanggan pertama kali kenal produk lewat layar HP (bisa dari hasil scrolling, liat konten atau dapat sharelink dari bestienya).

Masalahnya, masih banyak UMKM yang masih pakai strategi lama dan itu  sudah nggak relevan. Akibatnya, usaha mereka tenggelam di tengah gempuran brand-brand lain yang lebih adaptif. Padahal, peluang untuk UMKM justru semakin besar kalau bisa manfaatin tren digital marketing terbaru. Artikel ini bakal bahas 7 tren digital marketing 2025 yang wajib banget dipahami UMKM biar tetap relevan dan bisa bersaing dengan brand besar.

1. Video Pendek Masih Jadi Raja Konten

Orang makin sibuk, makin males menonton dalam waktu yang lama. Konten video pendek (15–60 detik) masih jadi favorit di 2025, apalagi di platform kayak TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts.

Kenapa video pendek penting?

  • Algoritma lebih suka video singkat.
  • Penonton bisa langsung engage (like, share, komen).
  • Biayanya murah, cukup modal HP.

Tips buat UMKM:

  • Jangan kejar kualitas sinematik, kejar storytelling.
  • Tunjukkan behind the scene, testimoni, atau tips pakai produk.
  • Upload rutin minimal 3 kali seminggu.

 Contoh kasus: Sebuah penjual es kopi di Jogja bikin konten “5 detik tuang kopi susu” → videonya viral dan nambah followers ribuan hanya dalam seminggu.

2. Social Commerce Jadi Senjata Utama

Belanja langsung dari sosial media semakin marak. TikTok Shop, Instagram Shop, sampai WhatsApp Catalog udah menjadi tempat transaksi utama.

Buat UMKM, ini kabar baik. Kamu nggak harus punya website mahal untuk jualan. Tinggal optimasi katalog dan rajin live shopping.

Kenapa penting? Karena konversi belanja langsung dari sosial media bisa 2x lebih tinggi dibanding harus pindah platform lain.

Tips:

  • Gunakan fitur live shopping seminggu sekali.
  • Berikan promo eksklusif untuk pembeli via sosial media.
  • Bikin katalog rapi dengan foto jelas.

3. Pemanfaatan AI Marketing Tools

AI (Artificial Intelligence) makin gampang diakses. Kalau dulu cuma perusahaan besar yang bisa, sekarang UMKM pun bisa pakai tools gratisan.

Manfaat AI untuk UMKM:

  • Membuat copywriting iklan (misalnya pakai ChatGPT).
  • Mendesain cepat lewat Canva AI.
  • Analisis tren penjualan pakai Google Analytics + AI plugin.

 Contoh: Penjual baju lokal pakai AI buat bikin 30 ide caption Instagram dalam 10 menit. Hasilnya? Konten lebih konsisten, engagement naik.

4. Personal Branding Jadi Nilai Jual

Konsumen 2025 makin peduli “siapa” di balik brand. Mereka lebih percaya kalau tahu pemiliknya.

Tips buat UMKM:

  • Munculkan wajah owner di konten.
  • Ceritain perjalanan bisnis.
  • Tunjukkan nilai personal (jujur, ramah, konsisten).

 Contoh: Andrew Susanto (pendiri Pusat Gadai Indonesia dan Pusat Emas) menggapai target yang ingin di capai dalam waktu 3 tahun, namun tercapai dalam waktu hanya 3 bulan, dan 80% transaksi di pusat emas (berdasarkan survey Andrew yang dilakukan ke setiap pelanggan) mengetahui Pusat Emas dari sosial media beliau. Hal ini menunjukan kalau Personal Branding itu kuat sekali dampaknya.

Sumber: Bongkar Rahasia Andrew Susanto Dapatkan Triliunan Rupiah!

5. Konten Edukasi dan Interaktif

Audiens capek kalau cuma ditawarin produk. Mereka butuh value lebih, salah satunya lewat konten edukasi.

Jenis konten edukasi yang bisa dicoba:

  • Tips & trik sesuai niche (misalnya skincare kasih tips perawatan wajah).
  • Fun fact tentang produk.
  • Cara pakai produk yang benar.

Selain itu, konten interaktif kayak polling, quiz, atau Q&A bisa bikin audiens betah.

6. Voice Search & Chatbot

Tahun 2025 ini, makin banyak orang pakai voice search di Google atau Siri. Artinya, UMKM harus siap bikin konten yang sesuai dengan pertanyaan lisan, bukan cuma tulisan.

Contoh keyword voice search:

  • “Toko roti terdekat di Jakarta Selatan”
  • “Tempat beli batik murah online”

Selain itu, chatbot di WhatsApp dan Instagram juga makin penting buat respons cepat. Pelanggan nggak mau nunggu lama.

7. Sustainability & Etika Bisnis

Generasi Z makin peduli isu lingkungan dan etika. Produk ramah lingkungan atau punya nilai sosial bakal lebih diminati.

Tips buat UMKM:

  • Ceritakan proses ramah lingkungan.
  • Highlight kegiatan sosial (misalnya donasi sebagian profit).
  • Tunjukkan transparansi bahan baku.

 Contoh: UMKM makanan ringan yang pakai kemasan biodegradable bisa lebih cepat viral karena sesuai tren “green living”.

FAQ

Q: Apakah UMKM harus ikut semua tren?
A: Nggak. Pilih 1–2 tren yang paling cocok sama bisnismu. Fokus di situ aja dulu.

Q: Kalau gaptek gimana?
A: Banyak tools sekarang udah user-friendly. Ada banyak tutorial gratis di YouTube. Mulai aja dari hal kecil.

Q: Apakah masih perlu iklan berbayar di 2025?
A: Iya, tapi bisa dikombinasikan dengan konten organik. Budget kecil pun bisa efektif asal target tepat.

Kesimpulan

Tahun 2025 bakal jadi ajang survival of the fittest buat UMKM. Yang adaptif sama tren digital marketing akan melesat, sementara yang masih pakai cara lama bisa ketinggalan jauh.

Tren utama yang wajib dicatat:

  1. Video pendek
  2. Social commerce
  3. AI tools
  4. Personal branding
  5. Konten edukasi
  6. Voice search & chatbot
  7. Sustainability

Kuncinya: jangan tunggu semua tren lewat dulu baru ikut. Mulai sekarang, coba satu strategi kecil, evaluasi, lalu kembangkan.

Baca Juga: Melihat Affiliate sebagai Mitra Bisnis UMKM

Steven Chen
chensteve96@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *