
Di era digital yang penuh dengan konten, viralitas jadi salah satu tujuan banyak kreator terutama pembuatan pentingnya pembuatan hook konten. Konten yang viral bisa menembus algoritma sehingga mampu menjangkau jutaan pengguna platform. Nah, salah satu faktor bisa tidaknya konten jadi viral adalah melalui Hook.
Cara Menggunakan Hook dengan Tepat
1. Pahami Target Audience
Sebelum menulis Hook, penting untuk memahami siapa audiens Anda dan apa yang mereka minati Dengan memahami audiens, Anda bisa gunakan bahasa dan topik yang relevan dengan mereka. Seperti konten yang ditujukan pada orang dewasa dan remaja tentu punya perbedaan penyampaian dan topik.
2. Gunakan Bahasa yang Menarik
Bahasa menarik dapat membuat pembaca penasaran dan ingin mencari jawabannya lebih jauh sehingga bertahan di konten yang dibuat. Penyusunan kalimat yang asal bisa turunkan minat audiens untuk cari tau lebih lanjut. Jadi, pertimbangkan kalimat Hook yang dibuat dan pastikan apakah sudah berhasil mewakili isi konten. Jangan lupa untuk gunakan bahasa yang cocok dengan target audiens.
3. Jangan Terlalu Berlebihan
Hook yang bikin penasaran memang bagus, tapi jangan sampai berlebihan! Tetapkan batasan dan jangan gunakan Click Bait yang keterlaluan dan dapat mengundang fitnah dan Hook yang dibuat sebaiknya tidak lebih dari beberapa kalimat. Pastikan Hook tetap singkat, mudah dipahami, dan langsung berhasil menarik perhatian pembaca.
Contoh-contoh Hook yang Bisa Digunakan
1. Konten Berbasis Emosi
Konten yang melibatkan emosi penonton punya karakteristik Hook emosional, misalnya senang, sedih, hingga simpati.
Contoh diantaranya:
- “Rahasia untuk mendapatkan kulit glowing dalam 7 hari.”
- “Berita gembira untuk pecinta kuliner! Ada restoran baru yang buka di kota ini.”
- “Jangan biarkan penderitaan ini terjadi di sekitarmu!”
- “Aku sempat Down karena bisnis sepi, tapi akhirnya ketemu cara bangkit!”
- “Terharu liat perjalanan bisnisku sendiri. Ini momen yang buat aku bangkit.”
2. Konten Lucu dan Menghibur
Konten jenis ini punya tujuan untuk membuat orang tertawa, merasa senang atau terhibur.
Ada beberapa contoh Hook lucu dan menghibur yang bisa Anda praktekkan, antara lain:
- “Pengalaman lucu saat pertama kali menjadi pengusaha.”
- “Transaksi alot ternyata bisa selesai pakai cara konyol ini!”
- “Pengalaman dapat Customer terkonyol selama aku berbisnis.”
- “Pernah beli Furniture murah yang datang malah segini.”
3. Konten Berbasis Kecurangan atau Kebohongan
Konten ini bisa jadi pancingan audiens untuk baca karena Hook punya sifat mustahil atau yang ada unsur kecurangan.
Contoh diantaranya:
- “Cara ampuh jadi Miliarder dalam semalam.”
- “Panen orderan banyak dalam 1 hari pakai trik ini.”
- “Perusahaan E-Commerce gak ingin kamu tau tentang rahasia belanja ini.”
- “Fakta ekstrak kelor yang selama ini keliru di masyarakat”
- “Rahasia Up Selling yang bikin Seller ketar-ketir kalau kamu tau.”
4. Konten Berbasis Fakta Unik
Sesuai namanya, konten ini menyajikan fakta unik yang bisa bikin audiens penasaran.
Contoh diantaranya:
- “Pernahkah kamu bertanya-tanya bisnis apa yang paling menguntungkan di dunia?”
- “Terungkap! Rahasia sukses pengusaha terkaya di dunia.”
- “Tahukah kamu kalau 90% Startup gagal dalam waktu 10 tahun?”
- “Konsumsi Wortel setiap hari ternyata gak bikin minus sembuh, tapi malah bisa sebabkan ini.”
- “Nyuci pake detergen asal bisa bikin gatal-gatal!”
Baca Juga: Peran Copywriter Dalam Pemasaran
Mengukur Keberhasilan Hook Konten
1. Jumlah tayang
Anda bisa menjadikan jumlah tayang sebagai indikatornya. Semakin banyak jumlah tayang, maka hook yang Anda buat tandanya efektif. Apabila mengalami penurunan jumlah tayangan secara berturut-turut, Anda perlu melakukan evaluasi daya tarik konten yang diuat.
2. Likes dan reaksi
Tidak hanya memperhatikan jumlah tayangan, tetapi jumlah likes dan reaksi juga perlu diperhatikan. Jika likes dan reaksi mendapatkan reaksi positif, maka itu tandanya postingan Anda dapat diterima dan menarik perhatian audience. Isi komentar pada konten-konten Anda juga perlu diperhatikan, apakah isinya positif atau negatif, itu juga berpengaruh.
3. Komentar
Meski hanya komentar, ternyata komentar memiliki pengaruh pada algoritma loh. Seperti yang disinggung sebelumnya. Jika banyak komentar yang positif, maka itu tandanya ada keterlibatan audiens. Komentar positif juga dapat dijadikan sebagai indikator keberhasilan hook yang Anda buat.
4. Pengikut baru
Salah satu mengukur keberhasilan hook dapat dilihat dari pengikut baru. Karena secara tidak langsung pengikut baru adalah tanda bentuk bahwa hook yang dibuat mampu menarik audience untuk mengikuti isi postingan Anda.
Sumber:
