Ternyata Ini Pengaruh Alt Text Image untuk Algoritma Konten Kamu!

DIPDOP > Ceative Agency > Digital Marketing > Search Engine Marketing > Ternyata Ini Pengaruh Alt Text Image untuk Algoritma Konten Kamu!
Ternyata Ini Pengaruh Alt Text Image untuk Algoritma Konten Kamu!

Dipdop.net – Dalam membuat konten yang memerlukan gambar sebagai cover-nya, mungkin kamu akan melihat adanya kolom Alt text image. Pada beberapa kondisi, kamu malah dianjurkan untuk mengisi kolom tersebut. Hal ini pun berlaku pada jenis konten berupa artikel website maupun konten di platform medsos.

Sayangnya, nggak banyak yang memakai fitur Alt text ini dan malah lebih sering mengabaikannya. Atau mungkin, tidak tahu cara menggunakannya dengan baik. Namun, sudahkah kamu tahu bahwasanya Alt text sangatlah berpengaruh terhadap algoritma di internet?

Eits, bahkan nggak cuma berpengaruh untuk algoritma di internet, loh. Alt text juga memiliki peran penting lainnya yang bakalan buat konten digital marketing kamu semakin berpeluang tembus KPI (Key Performance Indicator).

Baca Juga: Masih Ragu? Begini Cara Digital Marketing Meningkatkan Penjualan UMKM!

Apa itu Alt text image?

Alt text atau alt image memiliki arti sebagai alternatif teks atau tulisan yang disematkan pada gambar (image). Alt text biasanya digunakan untuk mendeskripsikan gambar yang diunggah ke internet. Nantinya mesin pencari atau search engine bukan hanya bisa menemukan kata kunci berdasarkan teks langsung, melainkan juga pada teks yang tercantum pada gambar.

Alt text juga bisa membuat gambar yang kamu gunakan terbaca oleh program yang ada di HP. Seperti fitur talk-back yang membantu komunitas disabilitas tuna netra untuk tetap dapat mengetahui bentuk atau isi gambar melalui deskripsi teks yang disematkan pada alt text.

Bagaimana pengaruh Alt text image terhadap algoritma internet?

Algoritma internet sensitif dengan kata kunci yang ada pada konten. Dengan demikian, Alt text juga akan membantu kamu memberikan akses lebih banyak kepada search engine untuk memindai kata kunci yang kamu gunakan dalam konten.

Misalnya, dalam caption kamu meletakkan kata kunci dan tagar “digital marketing”. Lalu, kamu juga mencantumkan Alt text digital marketing” pada gambarmu. Akan tetapi, dalam konten lain, kamu tidak menyematkan Alt text dengan kata kunci terkait. Nantinya, hasil impresi yang terjangkau oleh algoritma menunjukkan lebih banyak yang dijangkau oleh konten yang menggunakan Alt text pada gambar.

Lantas, kapan kiranya kamu sebaiknya menyematkan Alt text pada gambar di konten kamu? Nah, soal ini, w3.org menyatakan bahwasanya kamu bisa menggunakan Alt text apabila gambar tersebut setidaknya: mengandung tulisan; digunakan untuk tombol atau link dan agak sulit untuk mengetahui fungsi tombol atau link jika tanpa gambar; berpengaruh terhadap makna atau konteks dari konten yang dituju; dan hanya berlaku sebagai dekorasi, bukan ditujukan kepada pengguna atau audiens.

Bagaimana cara menggunakan fitur Alt Text yang benar?

Dalam setiap konten, kegunaan gambar berbeda-beda sehingga penggunaan Alt text pun bisa disesuaikan dengan fungsi gambar tersebut. Untuk memudahkan rujukan, maka kita akan menggunakan pemahaman yang diberikan oleh w3.org terhadap kapan harus menggunakan Alt text.

Apabila gambar tersebut berfungsi sebagai berikut, maka:

  1. Mengandung tulisan, maka deskripsikan tulisan yang mungkin adalah hal utama pada gambar. Misalnya, jika itu digunakan hanya sebagai thumbnail, maka kamu bisa menggunakan Alt text dengan mengisi judul atau kata kunci terkait.

  2. Digunakan untuk tombol atau link dan agak sulit untuk mengetahui fungsi tombol atau link jika tanpa gambar, maka Alt text yang diberikan ialah perintah atau keterangan dari gambar yang menunjukkan tombol atau link tersebut. Misalnya, gambar itu merupakan tombol untuk memberikan subscribe, maka Alt text yang digunakan bisa berupa keterangan fungsi gambar tersebut sebagai tombol subscribe.

  3. Berpengaruh terhadap makna atau konteks dari konten yang dituju, maka Alt text yang benar adalah berupa deskripsi secara utuh dan mendetail untuk mendukung konteks yang dituju pada konten. Misalnya, terdapat konten marketing dari brand sepatu yang sedang mempromosikan produk terbarunya dan gambar hadir sebagai penunjang, maka Alt text tersebut berupa deskripsi sepatu terbaru, seperti “Gambar sepatu desain terbaru, warna putih dengan garis hitam di tengahnya.”

  4. Hanya berlaku sebagai dekorasi, bukan ditujukan kepada pengguna atau audiens, maka kamu bisa menggunakan Alt text yang lebih bebas, bisa mendeskripsikan gambar secara singkat ataupun mendetail, bisa sesuai judul atau kata kunci, dan bisa pula disesuaikan dengan keterangan lain.

Baca Juga: 10 Kunci Strategi Konten Untuk Setiap Industri Brand

Kesimpulan

Ada beragam cara untuk membuat konten kita sensitif terhadap algoritma dan ramah SEO (Search Engine Optimization). Cara tersebut tentu dibutuhkan agar konten kita semakin berpeluang untuk menembus KPI. Di antara beragam cara tersebut, kamu bisa coba untuk mencantumkan Alt text pada gambar di konten kamu. Hal ini akan membantu mesin pencari atau search engine menjadi semakin optimal dengan kata kunci dalam kontenmu. (WA)

Wafiq Azizah
of.wafiqazizah@gmail.com
Coordinator Admin DIPDOP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *