Strategi Repeat Order untuk Pertumbuhan Bisnis yang Stabil

DIPDOP > Marketing > Bisnis > Strategi Repeat Order untuk Pertumbuhan Bisnis yang Stabil
Strategi Repeat Order untuk Pertumbuhan Bisnis yang Stabil

Dipdop.net – Dalam dunia bisnis, penjualan bukan hanya tentang bagaimana mendapatkan pelanggan baru, tetapi juga bagaimana mempertahankan pelanggan lama agar terus melakukan pembelian ulang atau repeat order. Banyak pebisnis sering kali terjebak pada pola pikir bahwa semakin banyak pelanggan baru, semakin besar omzet yang akan didapat. Padahal kenyataannya, pelanggan lama yang loyal justru lebih menguntungkan dalam jangka panjang karena mereka cenderung melakukan pembelian secara berulang tanpa perlu banyak usaha marketing tambahan.

Baca Juga: Pola Kerja Sama Bisnis yang Sehat: Jangan Mulai Tanpa Fondasi yang Jelas

Kenapa Repeat Order Lebih Menguntungkan

Mengakuisisi pelanggan baru memerlukan biaya yang tidak sedikit, yang dikenal sebagai Customer Acquisition Cost (CAC). Biaya ini mencakup promosi, iklan, branding, hingga tenaga dan waktu yang dihabiskan untuk menarik perhatian calon pelanggan. Sedangkan untuk mempertahankan pelanggan lama, biaya yang diperlukan jauh lebih kecil. Ibarat ketika kita ingin memperluas rumah, membangun ke samping butuh tanah baru dan modal besar, sementara membangun ke atas hanya perlu struktur yang sudah ada. Begitu juga bisnis: membangun relasi dari pelanggan lama adalah membangun ke atas, sedangkan mencari pelanggan baru membangun ke samping.

Pelanggan lama yang merasa dihargai akan secara natural kembali membeli dari kita tanpa harus dibombardir iklan. Bahkan mereka sering menjadi agen marketing tidak resmi dengan merekomendasikan produk kita kepada orang lain melalui mulut ke mulut, yang merupakan metode pemasaran paling efektif sepanjang sejarah.

Bangun Komunikasi Personal dengan Pelanggan

Salah satu strategi yang paling efektif adalah membangun komunikasi personal. Pelanggan tidak suka diperlakukan sebagai angka statistik; mereka ingin merasa bahwa kehadiran mereka diperhatikan. Cara sederhana seperti membalas status WhatsApp mereka, memberi komentar di postingan Instagram, atau sekadar menyapa mereka dengan bahasa ramah dapat menciptakan kedekatan emosional yang kuat.

Saat interaksi ini dilakukan secara konsisten, pelanggan merasa dihargai dan diingat. Dalam jangka panjang, hubungan personal seperti ini menjadi alasan utama mengapa mereka kembali membeli dari Anda, bukan dari penjual lain. Bahkan hanya sekadar ucapan ulang tahun setahun sekali bisa memperkuat ikatan tersebut. Memberi rekomendasi produk berdasarkan pembelian sebelumnya juga menunjukkan bahwa Anda memahami kebutuhan mereka.

Ketika pelanggan merasa “dikenal,” mereka cenderung berbelanja bukan hanya karena kebutuhan produk, tetapi karena kedekatan hubungan dengan brand atau pemiliknya.

Menerapkan Program Loyalitas yang Menguntungkan Kedua Pihak

Program loyalitas adalah cara efektif untuk membuat pelanggan merasa dihargai atas kesetiaan mereka. Program ini bisa berupa pengumpulan poin, sistem stempel, atau model hadiah setelah pembelian tertentu. Misalnya, setelah membeli lima kali, pelanggan berhak mendapatkan produk gratis, potongan harga eksklusif, atau hadiah menarik.

Jenis program ini memanfaatkan naluri manusia yang suka mengumpulkan sesuatu dan tidak ingin kehilangan reward yang sedang dikumpulkan. Ketika pelanggan sudah mengumpulkan poin dalam satu brand, mereka akan berpikir dua kali sebelum berpindah ke pesaing karena akan merasa “sayang” jika poin tersebut hangus.

Selain meningkatkan penjualan, program loyalitas membantu menciptakan komunitas pelanggan yang merasa menjadi bagian dari suatu kelompok khusus. Di sinilah nilai emosional muncul: mereka bukan sekadar pembeli produk, tetapi anggota dari brand tersebut.

Berikan Kejutan Kecil yang Meninggalkan Kenangan

Kejutan kecil merupakan strategi yang sering kali diremehkan, padahal sangat efektif dalam membangun loyalitas pelanggan. Misalnya menyertakan hadiah kecil dalam paket pengiriman seperti gantungan kunci, cermin berlogo brand, sisir kecil, atau bahkan voucher kecil untuk pembelian berikutnya.

Hadiah tersebut mungkin terlihat kecil secara nilai materinya, namun efek psikologisnya besar. Pelanggan akan merasa diperlakukan secara spesial. Kejutan seperti ini membuat pengalaman berbelanja menjadi lebih personal dan berkesan.

Dengan pengalaman positif seperti ini, pelanggan secara emosional semakin terikat dengan brand. Mereka merasa nyaman dan bangga berbelanja di tempat yang perhatian pada detail. Bahkan saat ada brand lain menawarkan harga sedikit lebih murah, mereka sering tetap memilih membeli di tempat Anda karena adanya ikatan emosional tersebut.

Libatkan Pelanggan dalam Pembuatan Produk sebagai Co-Owner

Strategi terakhir adalah melibatkan pelanggan dalam proses kreatif bisnis. Saat mencoba mengembangkan produk baru, mintalah pendapat pelanggan: desain mana yang mereka sukai, warna apa yang mereka ingin lihat, fitur apa yang dibutuhkan, atau bahkan ide produk baru apa yang mereka ingin Anda buat.

Baca Juga: Cara Hitung HPP Biar Jualan Gak Cuma Laris, Tapi Juga Bikin Dompet Aman

Kesimpulan

Dengan memberi ruang bagi pelanggan untuk berkontribusi dalam pengambilan keputusan, mereka merasa menjadi bagian dari brand tersebut. Ketika produk akhirnya dirilis, mereka memiliki keterhubungan emosional karena merasa ikut berkontribusi pada hasil akhirnya.

Dengan demikian, pelanggan merasa bukan hanya membeli produk, tetapi mendukung perjalanan brand yang mereka bangun bersama.

Kunjungi Dipdop.net untuk dapatkan lebih banyak insight dan tips kreatif buat UMKM seperti kamu!(BRF)

Bramantyo Rahardyan Firmansyah
tyobraman30@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *