
Dipdop.net – Bulan Ramadan selalu menjadi momentum emas bagi pelaku UMKM. Pola konsumsi masyarakat berubah, aktivitas belanja meningkat, dan minat terhadap produk makanan, fashion, hingga hampers melonjak drastis. Di era digital seperti sekarang, salah satu strategi paling efektif untuk memaksimalkan peluang tersebut adalah melalui live TikTok.
Namun, tidak sedikit UMKM yang sudah rutin live Tiktok selama Ramadan, tapi tetap sepi penonton atau sulit closing. Viewer ada tapi tidak checkout. Lali sebenarnya, bagaimana strategi live Tiktok yang benar agar menghasilkan penjualan?
Car Menerapkan Strategi Live Tiktok Saat Ramadan
1. Tentukan Jam Live Terbaik Selama Ramadan
Pemilihan waktu sangat menentukan jumlah penonton. Selama Ramadan, ada beberapa prime time yang terbukti efektif:
- Menjelang berbuka (16.30–18.00 WIB) → Banyak orang scrolling sambil menunggu adzan.
- Setelah tarawih (20.00–22.30 WIB) → Waktu santai dan potensi belanja tinggi.
- Sahur (03.30–04.30 WIB) → Kompetitor lebih sedikit, peluang muncul di FYP lebih besar.
Konsistensi jam live membantu algoritma mengenali akun dan meningkatkan distribusi konten.
2. Gunakan Konsep Live yang Relevan dengan Ramadan
Agar tidak monoton, buat konsep yang sesuai dengan suasana Ramadan, seperti:
- Live “Flash Sale Menjelang Buka”
- Live “Promo Sahur Hemat”
- Paket bundling khusus Ramadan
- Diskon spesial menjelang Lebaran
Tambahkan elemen urgency seperti countdown promo atau stok terbatas untuk mendorong pembelian cepat.
3. Siapkan Script Live yang Terstruktur
Banyak UMKM gagal closing karena live terlalu spontan tanpa alur. Gunakan pola sederhana berikut:
- Opening (salam + perkenalan singkat)
- Penjelasan manfaat produk
- Testimoni atau bukti sosial
- Penawaran promo Ramadan
- Call to action yang jelas
Contoh call to action:
“Klik keranjang kuning sekarang sebelum harga kembali normal setelah adzan Maghrib!”
4. Maksimalkan Interaksi dengan Penonton
Algoritma TikTok sangat menyukai interaksi. Jadi jangan hanya fokus jualan, tapi ajak audiens terlibat:
- Balas komentar secara langsung
- Sebut nama penonton
- Buat mini games sederhana
- Gunakan fitur pin produk
Semakin tinggi interaksi, semakin besar peluang live muncul di lebih banyak pengguna.
5. Gunakan Thumbnail dan Judul Live yang Menarik
Judul live memengaruhi klik awal. Gunakan format yang jelas dan memancing rasa penasaran, misalnya:
- “Diskon Ramadan 50% Sampai Adzan!”
- “Promo Buka Puasa Terakhir Hari Ini!”
- “Live Spesial Ramadan, Harga Termurah!”
Hindari judul terlalu umum seperti “Live Jualan Biasa”.
6. Manfaatkan Momentum Menjelang Lebaran
Seminggu terakhir Ramadan biasanya terjadi lonjakan belanja besar-besaran. Fokuskan pada:
- Produk ready stock
- Pengiriman cepat
- Promo bundling keluarga
- Paket hampers Lebaran
Pastikan informasi estimasi pengiriman disampaikan jelas agar pembeli merasa aman.
7. Evaluasi Performa Setiap Live
Setelah live selesai, cek:
- Jumlah viewers
- Durasi tonton rata-rata
- Produk paling banyak diklik
- Jam dengan interaksi tertinggi
Data ini penting untuk mengoptimalkan live berikutnya agar lebih efektif.
Kesimpulan
Strategi live TikTok di bulan Ramadan bukan hanya soal siaran langsung, tetapi tentang perencanaan waktu, konsep promo, interaksi, dan teknik closing yang tepat. Dengan konsistensi dan strategi yang terarah, UMKM berpeluang besar meningkatkan omzet secara signifikan selama bulan puasa.
Ramadan adalah momen musiman yang singkat. Siapa yang lebih siap dan lebih cepat beradaptasi dengan digital marketing, dialah yang akan mendapatkan banjir order.
Bangun branding UMKM mu bersama DIPDOP (HS)
