
Setelah milenial, usia produktif sekarang didominasi oleh generasi Z. Tidak heran kalau mereka sekarang juga jadi target pasar terbesar. Makanya, diperlukan strategi marketing yang tepat untuk gen Z. Generasi Z lahir sekitar tahun 1995 dan setelahnya. Kehadirannya ini persis setelah generasi milenial, dan keduanya punya karakteristik yang mirip. Gen Z adalah generasi yang paling lekat dengan internet. Menurut Wordstream, sebagai marketer, kamu harus bisa menarik perhatian mereka dalam 8 detik pertama. Durasi ini 4 detik lebih cepat ketimbang milenial.
Perbedaan perilaku Gen Y dan Gen Z
Gen Y selalu ingin menampilkan “the best version of me”, sehingga sering kali jaim (jaga image). Misalnya saja di Instagram, Gen Y akan selalu menunjukkan kebahagiaan, kesempurnaan hidup, dan hal-hal baik yang mendatangi dirinya, meski harus menggunakan aplikasi editing. Akan tetapi, berbeda dengan Gen Z yang lebih suka untuk menunjukkan dirinya otentik, sehingga mereka lebih apa adanya dalam membuat konten. Misalnya pada konten di TikTok yang cenderung original, personal, dan tidak diedit.
Gen Y selalu tertarik pada sesuatu yang mendorong sisi emosional atau feel good factor, sedangkan Gen Z lebih menyukai fungsinya secara rasional atau product utility. Bagi Gen Y kesuksesan diukur dari status sosial mereka, seperti kaya dan mapan secara ekonomi. Hal ini bertolak belakang dengan Gen Z yang memandang dirinya sukses jika mereka bahagia. Hal tersebut berpengaruh pada tujuan hidup yang mana Gen Y lebih pada material possessions. Gen Y ingin punya barang sebanyak-banyaknya, punya rumah, mobil, dan barang-barang branded yang luxury.
Baca Juga: Marketing ala Gen Z
Strategi Marketing untuk Gen Z
Memahami karakter Gen Z sangat penting untuk merancang strategi marketing yang efektif. Berikut adalah tujuh strategi yang dapat Anda gunakan untuk menarik perhatian dan loyalitas:
1. Gunakan Platform Media Sosial yang Tepat
Menghabiskan banyak waktu di media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Snapchat. Untuk menjangkau mereka, Anda harus hadir di platform-platform ini dengan konten yang relevan dan menarik. Video pendek, konten visual yang menarik, dan tantangan (challenges) yang bisa mereka ikuti adalah beberapa bentuk konten yang sangat efektif.
2. Fokus pada Konten Video
Konten video adalah raja di kalangan Gen Z. Mereka lebih tertarik pada video daripada teks atau gambar. Oleh karena itu, buatlah konten video yang kreatif, informatif, dan menghibur. Platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram Stories adalah tempat yang tepat untuk membagikan konten video Anda.
3. Kerjasama dengan Influencer
Lebih percaya pada rekomendasi dari influencer yang mereka ikuti daripada iklan tradisional. Pilihlah influencer yang memiliki audiens dan nilai-nilai yang sejalan dengan merek Anda. Kerjasama dengan influencer dapat meningkatkan kredibilitas merek Anda dan menjangkau audiens yang lebih luas.
4. Berikan Pengalaman yang Interaktif
Generasi ini menyukai pengalaman yang interaktif dan dapat diakses dengan mudah. Buatlah kampanye marketing yang memungkinkan mereka untuk berpartisipasi, seperti kuis, polling, atau game online. Pengalaman interaktif tidak hanya meningkatkan engagement, tetapi juga membuat mereka merasa lebih terhubung dengan merek Anda.
5. Promosikan Keberlanjutan dan Tanggung Jawab Sosial
Seperti yang telah disebutkan, sangat peduli dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Mereka lebih cenderung mendukung merek yang menunjukkan tanggung jawab sosial dan keberlanjutan. Pastikan untuk mengomunikasikan inisiatif keberlanjutan Anda dan bagaimana Anda berkontribusi pada isu-isu sosial yang penting.
6. Tawarkan Personalisasi
Menghargai personalisasi. Mereka lebih tertarik pada merek yang dapat menawarkan pengalaman yang dipersonalisasi sesuai dengan preferensi dan kebutuhan mereka. Gunakan data dan analitik untuk memahami perilaku dan preferensi mereka, dan tawarkan produk atau konten yang relevan secara pribadi.
7. Keaslian dan Transparansi
Keaslian dan transparansi sangat penting bagi Gen Z. Mereka dapat dengan cepat mengetahui apakah sebuah merek jujur atau sekadar berusaha untuk menjual produk. Pastikan untuk tetap otentik dalam setiap kampanye marketing Anda dan transparan dalam komunikasi Anda. Jangan mencoba untuk menipu mereka dengan janji-janji yang tidak dapat Anda penuhi.
Sumber:

One thought on “Strategi Gen Z Peluang Bisnis”