Apa Itu Content Pillar? Do & Don’t yang Perlu Kamu Ketahui!

DIPDOP > Ceative Agency > Social Media Management > Social Media > Content Pillar > Apa Itu Content Pillar? Do & Don’t yang Perlu Kamu Ketahui!
Ilustrasi berbagai ikon media sosial seperti Instagram, TikTok, Spotify, Twitter, dan Netflix. Sumber : Unsplash.com

Dipdop.net – Content pillar adalah kunci utama buat kamu yang ingin kontennya konsisten dan nggak asal jadi. Pernah nggak sih ngerasa stuck mau posting apa, terus ujung-ujungnya hari ini bahas tips, besok jualan, lusa malah curhat? Hasilnya? Branding jadi nggak jelas dan audiens bingung kamu ini sebenarnya pengen dikenal sebagai apa.

Nah, inilah pentingnya punya strategi content pillar. Dengan strategi tersebut, kamu bisa bikin konten yang lebih terstruktur, hemat waktu, dan tetap nyambung dengan identitas bisnismu. Tapi ingat, bikin konten jangan asal pilih topik. Ada cara, jenis, dan aturan yang perlu kamu tahu biar hasilnya maksimal. Yuk, simak  mulai pengertian content pillar, manfaatnya, jenis-jenisnya, sampai do & don’t-nya!

Apa Itu Content Pillar?

Menurut belajarlagi.id, content pillar adalah struktur utama yang jadi dasar strategi pembuatan konten. Ibaratnya seperti tiang penyangga buat semua ide yang ingin kamu sampaikan ke audiens.

Dengan penerapan konten yang jelas, kamu lebih mudah mengatur arah komunikasi, bikin kalender konten mingguan, sampai menjaga konsistensi branding.

Contoh :
Kalau kamu punya usaha minuman sehat, content pillar kamu bisa meliputi:

  • Edukasi seputar gaya hidup sehat
  • Manfaat bahan alami yang kamu pakai
  • Testimoni pelanggan dan behind the scenes pembuatan produk

Manfaat Content Pillar

Berikut enam manfaat utama yang langsung bisa kamu rasakan ketika mulai menerapkan content pillar:

  1. Menghemat Waktu dan Tenaga
    Nggak perlu mikir ide dari nol setiap hari. Tinggal kembangkan dari topik utama yang sudah kamu pilih.
  2. Meningkatkan Konsistensi Konten
    Audiens jadi tahu kamu siapa dan apa yang kamu perjuangkan. Nggak lagi loncat-loncat topik.
  3. Membangun Branding yang Kuat
    Rutin bahas topik tertentu akan membuatmu dikenal sebagai ahli atau figur otoritatif di bidang itu.
  4. Memudahkan Kalender Konten
    Dengan struktur yang jelas, kamu tinggal bagi jadwal posting per pilar setiap minggu.
  5. Lebih Fokus pada Audiens
    Kamu bikin konten yang relevan dan sesuai kebutuhan mereka, bukan sekadar ikut tren.
  6. Meningkatkan Engagement
    Konten yang terarah dan relatable lebih besar peluangnya dapat likes, komentar, dan dibagikan.

Baca Juga : Iklan Google Ads Tidak Muncul? Ini 7 Penyebab & Solusinya! – DIPDOP

Jenis-Jenis Content Pillar

Ada empat jenis content pillar utama yang bisa kamu jadikan pondasi:

1. Edukasi (Educational)

Tujuan: Memberikan nilai tambah dan membangun trust.
Contoh:

  • Tips dan trik
  • Tutorial produk
  • Fakta menarik
  • FAQ

2. Inspirasi (Inspirational)

Tujuan: Membangun koneksi emosional.
Contoh:

  • Kisah sukses
  • Quotes yang relatable
  • Behind-the-scenes
  • Cerita pelanggan

3. Promosi (Promotional)

Tujuan: Mengajak audiens untuk beli atau bertindak.
Contoh:

  • Launching produk
  • Promo diskon
  • Soft selling
  • Call-to-action

4. Interaksi (Engagement)

Tujuan: Meningkatkan kedekatan dan aktivitas audiens.
Contoh:

  • Polling atau Q&A
  • Meme niche
  • Konten tantangan
  • Minta pendapat

Do & Don’t Dalam Membuat Content Pillar

1. Do : Hal yang Harus Kamu Lakukan

  • Pahami siapa audiensmu

Konten bagus adalah yang relevan. Cari tahu apa kebutuhan mereka dan sesuaikan gaya komunikasimu.

  • Tentukan 3–5 pilar utama

Cukup beberapa pilar yang nyambung dengan bisnismu tapi bisa dikembangkan jadi banyak konten turunan.

  • Variasikan bentuk konten

Satu pilar bisa jadi carousel, video, meme, atau live session. Variasi bikin audiens betah.

  • Evaluasi secara rutin

Pantau performa tiap pilar. Fokus ke topik yang paling engage biar hasil makin optimal.

2. Don’t: Hal yang Sebaiknya Dihindari

  • Asal comot ide orang lain

Boleh terinspirasi, tapi jangan jiplak mentah-mentah. Temukan suara unikmu.

  • Topik terlalu luas atau sempit

Terlalu luas bikin bingung, terlalu sempit bikin cepat kehabisan ide. Pilih yang fokus tapi fleksibel.

  • Lupa tujuan konten

Selalu ingat, kamu bikin konten untuk sesuatu branding, traffic, atau sales.

  • Terlalu kaku

Content pillar itu struktur, bukan penjara. Sesekali improvisasi itu oke, asal tetap nyambung dengan identitasmu.

Kesimpulan

Menerapkan content pillar dalam strategi konten akan membantumu tampil konsisten, punya arah, dan tetap kreatif tanpa kehilangan identitas. Bukan cuma memudahkan perencanaan, tapi juga memperkuat citra usaha kamu di mata audiens.

Mulai sekarang, yuk susun konten yang paling sesuai dengan bisnis kamu. Dengan begitu, kamu nggak akan lagi kehabisan ide atau bingung mau posting apa. Ini saatnya naik level dan bikin konten yang benar-benar terarah!.(IK)

Imam Khamanei
imamkhamanei47@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *