
Dipdop.net – Instagram tidak mau kalah dengan TikTok ketika meluncurkan reels semenjak pertengahan tahun 2019—kira-kira 2 tahun setelah TikTok rilis. Instagram yang sebelumnya unggul dengan fitur carousell-nya pun juga dikejar oleh TikTok melalui peluncuran fitur mode foto sekitar tahun 2022. Dari fitur-fitur yang mulai sama antara keduanya, hal yang paling signifikan adalah penggunaan lagu.
Lagu menjadi fitur “wajib” pada Instagram dan TikTok. Hampir setiap unggahan yang kamu temukan pada kedua aplikasi tersebut disematkan dengan lagu. Jika bukan dalam berbentuk lagu, maka dalam bentuk musik. Untuk konten dalam bentuk carousell, tidak semuanya yang memakai lagu, tetapi penggunaannya tetap masif.
Meskipun memiliki fungsi utama sebagai hiburan dan estetika, fitur lagu tidak dapat dimungkiri juga sering kali dipakai dalam konten digital marketing oleh para brand ketika memasarkan produknya. Fungsi lagu menjadi semakin esensial. Dalam digital marketing, rupanya lagu tidak hanya sebagai “pajangan” pada konten belaka. Lagu bahkan menjadi komponen pendukung konten agar peka terhadap algoritma.
Kalau begitu adanya, maka seberapa pentingkah penggunaan lagu pada konten digital marketing terhadap algoritma di medsos? Daripada penasaran, kamu bisa simak artikel berikut ini.
Baca Juga: TikTok dan Instagram Reels untuk Usaha Bisnis UMKM: Mana yang Lebih Efektif?
Menjangkau niche market tertentu
Peran penting lagu pada konten digital marketing di media sosial adalah mampu membantu konten untuk menjangkau niche market tertentu. Niche market merupakan segmentasi pasar spesifik sesuai minat atau kebutuhan unik yang dimiliki audiens. Dengan adanya lagu, kamu bisa menjangkau niche market tertentu sesuai genre atau penyanyi lagu tersebut.
Bagaimana penerapannya? Tidak semua genre disukai oleh semua orang, tetapi ada beberapa lagu yang memang ramah bagi pendengar umum. Kalau kamu mau menargetkan niche market yang spesifik, misalnya anak muda yang menyukai lagu rock, maka kamu bisa memakai lagu rock pula. Akan tetapi, jika kamu ingin menargetkan niche market yang lebih umum, lantas gunakan genre lagu pop atau indie.
Mendorong konten masuk trend
Siapa bilang kamu nggak bisa bikin konten kamu ikut trend? Rupanya, dengan lagu kamu bisa loh untuk nggak ketinggalan trend yang lagi ramai di Instagram atau TikTok. Kamu cukup menggunakan lagu atau musik yang tengah trend dengan mengeceknya pada bagian “Trending” untuk fitur musik di Instagram atau pada bagian “Recommended” untuk fitur musik di TikTok. Kamu juga bisa mengeceknya melalui platform musik seperti Spotify, melalui playlist Top 50 Indonesia atau Top 50 Global.
Jangan lupa untuk menggunakan audio yang original, agar ketika audiens mengecek audio tersebut, kontenmu bisa muncul sebagai salah satu yang menggunakannya. Caranya adalah dengan menambahkan audio tersebut ketika mengeditnya di TikTok atau Instagram saat akan mengunggahnya.
Berpeluang tembus algoritma
Algoritma medsos sulit ditebak, tetapi bisa dipahami polanya. Dengan begitu, kamu bisa mencobanya dengan memakai lagu pada konten kamu. Jika sudah, kamu perlu mempertahankan penggunaan lagu yang sesuai dengan niche market spesifik atau trend terbaru.
Kalau kamu berhasil menggunakan lagu pada konten kamu secara konsisten, secara organik konten kamu juga mungkin akan menembus algoritma medsos. Nantinya, audiens yang menyukai lagu yang sama dengan yang digunakan pada konten kamu, akan menemukan konten tersebut dengan sendirinya melalui FYP TikTok atau Explore Instagram.
Menciptakan brand personality
Salah satu peran penting lagu pada konten lainnya adalah mendukung terciptanya brand personality. Dengan lagu—dan bisa juga musik, kamu memiliki peluang untuk membuat audiens ingat dengan branding bisnis kamu. Kalau audiens sudah mengingat akan hal tersebut, tandanya kamu berhasil membangun branding.
Kalau ingin melihat contohnya, ada Pride Chicken dengan kontennya yang identik dengan story dan meme. Di kebanyakan kontennya, Pride Chicken menggunakan intro musik dari lagu “Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan” milik Payung Teduh. Pride Chicken juga menggunakan audio atau lagu yang sedang trend lainnya, tetapi sebab saking seringnya brand tersebut menggunakan audio yang spesifik, maka audiens jadi mudah mengingat ciri khasnya.
Baca Juga: Maksimalin SEO di Media Sosial, Emangnya Bisa?
Kesimpulan
Fitur lagu pada Instagram dan TikTok punya fungsi yang mendukung exposure dari konten digital marketing untuk brand kamu. Bahkan nggak cuma lagu, tetapi memakai musik saja pun juga membantu. Untuk bisa tepat memilihnya, kamu sebaiknya menggunakan audio dalam bentuk lagu atau musik yang sedang trend, merujuk pada niche market tertentu, serta menggunakan audio yang original. Dengan demikian, kontenmu akan semakin mudah tembus algoritma, bisa mengikuti trend, hingga membangun brand personality melalui branding yang tidak hanya diingat, tetapi juga dikenal oleh audiens. (WA)
