
Sudah membuat akun media sosial dan situs bisnis, tapi hasil masih belum mencapai target? Entah
dari engagement yang stuck di situ-situ saja, traffic yang nggak naik-naik, atau bahkan jumlah klik
yang nggak tahu hasilnya kemana. Hmm.. mungkin ada yang salah dari strategimu.
Digital marketing itu nggak hanya soal pembuatan content, jualan, dan pasang iklan. Kalau begitu
apa bedanya dengan traditional marketing? Digital marketing memerlukan trik-trik khusus dengan
memanfaatkan tools teknologi yang semakin berkembang.
- First thing first is educate: Jangan langsung asal jualan, apalagi pakai narasi hard-selling.
Bukannya audiens datang sebagai customer, yang ada mereka males duluan.
- Specify your target: Menentukan target itu penting. Memerhatikan keselarasan antara calon
pelanggan dan produk atau jasa yang diberikan membantumu untuk memberikan pelayanan
terbaik. Tapi buat target pasar yang spesifik. Jangan terlalu luas karena bikin hasilnya nggak
maksimal.
- Proper design placement: Bagian ini yang tanpa sadar sering nggak diperhatikan. Desain
berperan penting dalam menarik audiens untuk mencari tahu lebih lanjut tentang konten
bahkan bisnis kita. Menempatkan CTA, headline, benefit, dengan perpaduan desain yang
benar akan meningkatkan audiens dalam melihat konten kita.
Kenapa Memperhatikan Desain itu Penting?
Bayangin kalau desain konten atau landing page bisnismu nggak karuan. Headline belum keliatan,
tahu-tahu sudah ada paragraf pendek tanpa sub-heading. Atau tiba-tiba sudah ada kesimpulan
CTA, padahal audiens belum tahu inti konten atau bisnismu tentang apa. Otomatis bakal kena skip
karena nggak profesional.
Desain yang dimaksud di sini bukan hanya tentang palette colour, perpaduan visual dan tipografi,
ataupun logo, tapi juga tentang penempatan pola yang tepat. Karena visual adalah hal pertama
yang akan diperhatikan oleh mata, maka sebagai pengelola bisnis kamu perlu tahu bagaimana cara
memanjakan visual audiensmu.
Audiens Tidak Membaca Secara Keseluruhan
Terlepas dari seberapa penting informasi terkait produk, jasa, atau bisnismu, audiens tidak akan
tertarik membaca seluruh tulisan tersebut. Karena itu kamu perlu membuatnya as short as possible,
tetap memberikan poin penting tanpa membuang waktu audiens. Dibanding membaca, mereka
akan mengamati dan memindai bagian yang penting saja.
Yups! They don’t read but they scan.
Terapkan Scanning Layouts
Karena audiens lebih cenderung meneliti, kamu bisa menerapkan scanning layouts baik untuk
konten maupun landing page atau situs bisnismu. Berikut adalah dua scanning layouts paling
populer yang bisa digunakan:
- Pola F-shaped: Berbentuk seperti huruf F, layout ini cocok untuk memberikan informasi
dalam poin dan sub-poin karena mata akan memindai secara horizontal ke samping dan
vertikal ke bawah.
- Pola Z-shaped: Pola ini menggabungkan visual dan teks dengan mengarahkan mata dalam
formasi Z, cocok ditambahkan dengan CTA.
Kapan Saat yang Tepat Menggunakan Pola F-shaped?
Dari bentuk F sendiri, sudah terlihat bahwa pola ini cocok digunakan saat menulis artikel. Dimulai
dari bagian paling atas, tempat mata para audiens tertuju dan lanjut bergerak ke bawah kiri untuk
menemukan poin-poin penting dari tulisan.
Dalam web design, pola F-shaped juga cocok untuk bagian forums dan FAQ sections. Audiens
akan lebih mudah mendapatkan inti dari tulisan dan poin informasi apa yang mereka butuhkan.
Penerapan pola F-shaped untuk media sosial juga sangat bisa digunakan. Padukan dengan
menempatkan desain logo, gambar-gambar yang dibutuhkan, dan informasi ringkas dengan tepat
untuk konten media sosial.
Bagaimana dengan Pola Z-shaped?
Seperti bentuk huruf Z, mata akan diarahkan dalam gerakan zigzag dari kiri atas secara horizontal
ke kanan dan turun diagonal ke bagian bawah kiri lalu lurus horizontal sampai ke bagian kanan
bawah. Pola ini lebih cocok untuk perpaduan teks dan visual daripada sekedar poin dan teks yang
lebih mendominasi.
Oleh karena itu, pola Z-shaped cocok diterapkan pada homepages, landing pages, atau halaman
yang menunjukkan produk atau jasa bisnis. Perhatian audiens menjadi lebih terfokus dengan visual
yang sudah disesuaikan.
Melalui pola Z-shaped, kamu bisa meletakkan CTA yang akan berperan krusial untuk conversion
rate bisnismu. Sebagai awal, kamu bisa menerapkan A/B Testing untuk mengetahui di mana
penempatan CTA yang paling efektif.
Baca Juga: Apa itu A/B Testing? Penjelasan dan Contohnya
Kesimpulan
Media sosial dan situs web bisnis tidak sekadar dibuat untuk menunjukkan kehadiran secara
digital. Konten-konten di dalamnya perlu menunjang agar bisnismu dapat bertumbuh dan
pelanggan meningkat. Menerapkan scanning layouts dalam pola konten dapat membantu dalam
proses marketingmu agar lebih berdampak. Mulai dengan menemukan layout yang pas, kemudian
konsisten produksi konten.
Butuh bantuan lebih lanjut? PT DIPDOP UNIVERSE CORP sangat bisa membantu dalam social
media management dan website development bisnismu!
