Rahasia Riset Produk Laris 2025: Gratis, Simpel, dan Ramah Pemula

DIPDOP > Ceative Agency > Digital Marketing > Pengembangan Diri & Skill > Rahasia Riset Produk Laris 2025: Gratis, Simpel, dan Ramah Pemula
Rahasia Riset Produk Laris 2025: Gratis, Simpel, dan Ramah Pemula

Dipdop.net – Banyak orang yang baru mulai bisnis sering bertanya, “Aku harus jualan apa supaya langsung laris?” Pertanyaan ini wajar, apalagi buat kamu yang ingin mulai usaha tapi masih bingung menentukan produk. Sayangnya, banyak pelaku UMKM memulai bisnis dengan cara “hajar bleh”—langsung jalan tanpa perhitungan, tanpa riset, dan tanpa memahami kebutuhan pasar. Padahal, keberanian itu penting, tetapi bisnis tetap membutuhkan strategi dan pemahaman pasar supaya tidak boncos.

Baca Juga:Lebih Cuan Mana: Jualan Produk Sendiri atau Jadi Reseller? Ini Jawabannya!

Kenapa Riset Produk Itu Wajib?

Di dunia bisnis, riset bukan lagi opsi. Ini adalah langkah wajib buat kamu yang mau jualan laris, khususnya di tahun 2025 yang persaingannya makin ketat. Data menunjukkan bahwa 42% bisnis online gagal karena produknya tidak dibutuhkan pasar. Banyak owner membuat produk berdasarkan selera pribadi, bukan berdasarkan kebutuhan konsumen.

Padahal seperti kata Seth Godin:
“Jangan cari pasar untuk produkmu, tapi carilah produk untuk pasarmu.”

Artinya, pasar dulu baru produk. Bukan sebaliknya.
Apalagi di Indonesia, lebih dari 75% UMKM tidak melakukan riset pasar sebelum launching produk, sehingga wajar banyak produk yang akhirnya sepi peminat.

Kalau kamu ingin dagangan laku, kamu perlu memahami konsep product-market fit, yaitu produk yang benar-benar sesuai kebutuhan pasar—bukan sekadar sesuai keinginan owner.

Cara Riset Produk yang Efektif untuk Pemula

Buat kamu yang bingung harus mulai dari mana, ada beberapa cara riset yang simpel, gratis, dan bisa langsung kamu coba.

1. Cek Tren di Google Trends

Google Trends adalah alat paling mudah untuk melihat apa yang sedang ramai dicari orang. Cukup masukkan kata kunci seperti skincare, kosmetik, fashion, atau produk digital, lalu perhatikan grafiknya. Jika grafik menunjukkan kenaikan, berarti trennya positif dan layak dieksekusi, sementara jika menurun, sebaiknya abaikan dulu.

Kamu juga bisa mengecek related topics dan related queries untuk menemukan ide-ide produk turunan. Dari sini, berbagai peluang baru yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikir bisa kamu temukan.

2. Intip Marketplace: Shopee, Tokopedia, dan Lainnya

Marketplace adalah tempat terbaik untuk melihat produk apa yang sedang laris secara real-time. Caranya cukup mudah: masuk ke kategori produk tertentu, urutkan berdasarkan penjualan terlaris, lalu amati jumlah penjualan, rating, dan ulasan. Perhatikan juga produk baru yang mulai naik peminatnya, kemudian analisis apakah ada celah atau diferensiasi yang bisa kamu eksekusi.

Berdasarkan data tahun 2024, kategori terlaris didominasi oleh fashion (35%), diikuti kesehatan & kecantikan (23%), serta makanan & minuman (15%). Angka ini bisa menjadi gambaran awal untuk menentukan niche sebelum kamu memperdalam riset lebih jauh.

3. Gunakan TikTok dan Instagram

TikTok kini menjadi salah satu search engine terbesar untuk Gen Z setelah Google, sehingga penting banget buat cek tren di platform ini. Kamu bisa memulai dengan melihat berbagai hashtag seperti #produkviral, #jualanUMKM, #skincare, atau #fyp. Perhatikan video yang punya views tinggi dan komentar banyak, lalu analisis apakah respons penontonnya cenderung positif atau negatif.

Selain itu, validasi juga apakah banyak creator lain yang membahas produk serupa, karena ini bisa menunjukkan potensi pasar yang besar. Kamu juga bisa memanfaatkan berbagai tools riset TikTok—baik gratis maupun berbayar untuk melihat tren dengan lebih detail dan akurat.

4. Tanya Langsung ke Audiens Kamu

Ini cara paling simpel, tapi sering dilupakan. Kamu bisa bikin polling di Instagram Story, mengirim Google Forms ke database WhatsApp, bertanya di grup komunitas, atau meminta pendapat dari teman dan circle terdekat. Prinsipnya, semakin banyak data yang kamu kumpulkan, semakin akurat juga arah pengembangan produkmu.

5. Cari Referensi dari YouTube

Menurut laporan Digital 2024, 92% pengguna internet Indonesia memakai YouTube sebagai referensi belanja. Ini artinya YouTube bisa jadi sumber riset tambahan untuk produk kebutuhan, tutorial, maupun review.

Beberapa brand bahkan membangun channel khusus untuk edukasi produknya. Ini tidak hanya membantu riset, tapi juga membantu branding dan meningkatkan penjualan secara organik.

Studi Kasus: Contoh Produk yang Sukses Karena Riset

Lemonilo

Lemonilo hadir dari tren hidup sehat dan kekhawatiran masyarakat terhadap MSG. Mereka melakukan riset mendalam sebelum membuat kategori produk seperti mie sehat, cemilan sehat, hingga saus dan bumbu. Semua berdasarkan kebutuhan pasar—bukan selera owner.

SR12

SR12 adalah contoh brand yang benar-benar mengandalkan kekuatan riset. Setiap produk diteliti oleh tim riset khusus, bahkan dipimpin langsung oleh owner yang berprofesi sebagai apoteker. Hasilnya?

– Gomilku terjual lebih dari 2 juta pcs per tahun

– Deodorant spray laku keras

– DNA salmon, Salimah Slim, dan banyak produk lain terus meningkat permintaannya

Kenapa bisa? Karena semuanya dibuat berdasarkan data pasar, bukan asumsi pribadi.

Baca Juga: Cara Jualan Tanpa Terlihat Jualan: Rahasia Soft Selling di Tahun 2025

Kesimpulan

Jika kamu ingin jualan laris di 2025, kuncinya hanya satu: riset produk secara benar. Kamu tidak perlu menebak-nebak, tidak perlu membuat produk berdasarkan selera pribadi, dan tidak harus mengeluarkan modal besar untuk riset.

Gunakan tools gratis seperti Google Trends, marketplace, TikTok, Instagram, dan YouTube. Validasi data dengan polling atau survei kecil. Lalu jalankan produk yang sudah terbukti punya permintaan.

Dengan riset yang tepat, peluang sukses bisnismu akan meningkat jauh lebih besar.

Kunjungi Dipdop.net untuk dapatkan lebih banyak insight dan tips kreatif buat UMKM seperti kamu!(BRF)

Bramantyo Rahardyan Firmansyah
tyobraman30@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *