
Dipdop.net – Banyak pelaku UMKM merasa sudah upload produk, pasang harga bersaing, bahkan ikut promo, tapi tetap saja sepi. Padahal masalahnya bukan selalu di harga atau kualitas. Sering kali, yang belum dipahami adalah cara kerja algoritma e-commerce.
Algoritma adalah sistem yang menentukan produk mana yang muncul di halaman pertama, mana yang tenggelam. Platform seperti marketplace besar menilai berbagai faktor sebelum memutuskan posisi produk di hasil pencarian. Kalau UMKM ingin produknya sering muncul dan berpeluang dibeli, memahami cara kerja algoritma bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan.
Bagaimana Algoritma E-Commerce Bekerja?
Secara umum, algoritma marketplace bekerja berdasarkan beberapa indikator utama:
1. Relevansi Kata Kunci
Judul dan deskripsi produk harus sesuai dengan kata yang diketik pembeli. Jika pembeli mencari “hijab voal premium”, maka produk dengan kata kunci paling relevan punya peluang lebih besar muncul di atas. Karena itu, UMKM perlu melakukan riset keyword sederhana. Gunakan fitur pencarian otomatis di marketplace untuk melihat kata apa yang sering muncul.
2. Performa Penjualan
Produk yang sering terjual akan lebih diprioritaskan. Ini karena algoritma membaca produk tersebut sebagai “produk yang diminati”. Strateginya? Di awal, fokuslah pada konversi. Bisa dengan harga promo terbatas, bundling, atau voucher kecil agar produk mulai mendapatkan penjualan pertama.
3. Rating dan Ulasan
Semakin tinggi rating dan semakin banyak ulasan positif, semakin besar peluang produk naik peringkat. Marketplace ingin menampilkan produk terpercaya di posisi atas. Jangan ragu untuk follow up pembeli secara sopan agar memberikan ulasan setelah menerima barang.
4. Aktivitas Toko
Toko yang aktif cenderung lebih disukai algoritma. Update produk, balas chat cepat, dan rutin ikut program promo marketplace. Toko yang “diam” terlalu lama biasanya akan kalah bersaing dengan toko yang responsif.
Strategi Praktis Agar Produk UMKM Naik Ranking
Berikut langkah konkret yang bisa langsung diterapkan:
- Optimasi judul produk dengan kombinasi kata kunci utama + spesifikasi (misalnya: “Hijab Voal Premium Adem Anti Kusut”).
- Gunakan foto yang terang dan profesional agar meningkatkan klik.
- Manfaatkan fitur gratis ongkir atau campaign internal marketplace.
- Jaga performa chat respons cepat (di bawah 1 jam lebih baik).
- Evaluasi produk yang stagnan, lalu perbaiki judul atau foto.
Ingat, algoritma menyukai produk yang menghasilkan transaksi. Jadi fokus utama bukan hanya traffic, tapi konversi.
Selain optimasi algoritma, pendekatan promosi yang tepat juga berpengaruh besar terhadap penjualan, seperti yang dibahas dalam panduan soft selling UMKM berikut ini.
Kesimpulan
Banyak UMKM merasa algoritma berubah-ubah dan merugikan. Padahal, pada dasarnya sistem ini dirancang untuk menampilkan produk yang paling relevan dan paling mungkin dibeli. Jika UMKM konsisten memperbaiki kualitas listing, menjaga performa toko, dan memahami perilaku pembeli, peluang muncul di halaman pertama akan jauh lebih besar.
Di era digital seperti sekarang, memahami algoritma e-commerce adalah bagian dari strategi bertahan. Bukan hanya soal jualan, tapi soal adaptasi. Karena di marketplace, yang paham sistem akan lebih cepat berkembang.
Bangun branding UMKM mu bersama DIPDOP! (HS)
