
Dipdop.net – Pernah nggak sih kamu ngerasa, produkmu tuh sebenarnya bagus banget — kualitas oke, harga bersaing, tapi anehnya… kok nggak laku? Banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) ngalamin hal yang sama.
Padahal udah capek bikin produk, ngatur stok, promosi sana-sini, tapi hasilnya masih aja zonk.
Nah, ternyata masalahnya bukan selalu di produknya, tapi bisa jadi di branding-nya.
Yup, produk bagus tanpa branding yang kuat itu kayak jualan di tempat sepi — nggak ada yang tahu, nggak ada yang percaya.
1. Kenapa Orang Nggak Percaya Sama Produk Kita?
Menurut survei Trust Barometer 2023 dan bersumber dari youtube, sebanyak 81% konsumen bilang mereka harus percaya dulu sama sebuah brand sebelum memutuskan untuk beli.
Artinya, kepercayaan adalah langkah pertama yang harus kamu bangun kalau pengin produkmu dilirik dan dibeli.
Masalahnya, banyak bisnis kecil yang cuma fokus di jualan.
Pokoknya yang penting laku, yang penting closing.
Padahal, branding itu investasi jangka panjang,kalau orang udah percaya sama brand-mu, mereka bukan cuma beli sekali, tapi bisa jadi pelanggan setia.
2. Branding Adalah Trust
Coba perhatikan: kenapa orang rela beli produk dari brand mahal, padahal ada yang lebih murah dengan fungsi mirip? Karena mereka percaya.
Menurut data dari Nielsen, sekitar 59% konsumen lebih memilih beli dari brand yang familiar, walaupun harganya lebih mahal.
Jadi, bukan soal siapa yang paling murah, tapi siapa yang paling dipercaya.
Branding yang kuat bisa menaikkan profit margin sampai 20% lebih tinggi dibanding brand yang lemah.
Keren kan?
3. Kualitas Aja Nggak Cukup
Kualitas memang penting, tapi tanpa branding yang bagus, ya hasilnya tetap aja “nggak laku.”
Banyak UMKM punya produk yang sebenarnya bagus, tapi gagal tampil meyakinkan di mata calon pembeli.
Contohnya:
– Desain kemasannya seadanya.
– Logo-nya asal-asalan.
– Feed media sosial berantakan dan nggak konsisten.
Akibatnya, orang ragu.
Mereka pikir, “Wah, ini aman nggak ya? Asli nggak ya produknya?” Dan ketika calon pembeli mulai ragu, mereka pasti batal beli.
4. Kenali Dulu Customer Journey
Zaman sekarang, proses orang beli itu panjang banget.
Nggak langsung lihat produk terus beli,biasanya mereka akan:
– Lihat iklan dulu.
– Cek produk di Shopee atau Tokopedia.
– Stalking akun TikTok dan Instagram brand-nya.
– Baca review dan rating.
Nah, kalau di semua tahap itu brand kamu tampil beda-beda, nggak konsisten, atau bahkan nggak muncul sama sekali — ya wajar aja orang jadi nggak percaya.
Brand yang kuat itu konsisten di semua tempat.
Dari logo, tone warna, gaya bicara, sampai cara mereka jawab komentar pelanggan.
5. Lima Kesalahan Branding yang Bikin Orang Nggak Percaya
Lima kesalahan besar yang sering bikin produk bagus jadi gagal bersinar:
– Logo dan kemasan asal-asalan.
Banyak brand yang asal bikin desain tanpa mikirin makna atau filosofi. Padahal, tampilan pertama itu penting banget buat ningkatin kepercayaan.
– Nggak punya social proof.
Nggak ada testimoni, review, atau sertifikasi yang bisa meyakinkan calon pembeli. Kalau nggak ada bukti, orang mikirnya, “Ah, ini beneran nggak sih?”
– Pesan brand nggak jelas.
Audiens bingung: produk ini buat siapa, manfaatnya apa, dan kenapa mereka harus beli. Pesan yang tajam dan relevan itu kunci agar orang langsung “ngeh” dan merasa cocok.
– Jarang eksis di online.
Sekarang semua orang nyarinya lewat internet. Kalau brand kamu nggak muncul di Instagram, Google, atau TikTok, orang bisa mikir kamu nggak kredibel.
– Overclaim alias janji berlebihan.
Janji “100% ampuh” tanpa bukti itu bahaya. Sekali terbukti bohong, reputasi bisa hancur. Mending jujur aja dan tunjukin hasil nyata dari pelanggan sebelumnya.
6. Jadi, Solusinya Gimana?
Mulai dari hal sederhana: bangun identitas brand yang konsisten.
Punya logo dan kemasan yang profesional, aktif di media sosial, dan jaga komunikasi yang baik dengan pelanggan.
Terus, kumpulin social proof sebanyak mungkin — bisa dari testimoni, ulasan positif, atau bahkan endorsement kecil-kecilan.
Kalau udah mulai punya kepercayaan dari pelanggan, tinggal dijaga aja.
Jangan berhenti belajar, karena dunia branding terus berubah.
Di situ bakal dibahas strategi launching, branding, dan positioning supaya produk bisa langsung viral sejak awal rilis.
Baca juga : Rahasia UMKM: Sukses Launching Tanpa Iklan Mahal, Bisa Banget!
Kesimpulan
Intinya, branding itu bukan sekadar tampilan, tapi soal membangun kepercayaan.
Orang nggak akan beli kalau nggak percaya, sebaik apa pun produkmu.
Jadi, sebelum sibuk ngejar penjualan, pastikan dulu brand kamu punya fondasi yang kuat dan bisa dipercaya.
Karena pada akhirnya, produk bagus tanpa branding yang kuat itu seperti suara bagus tanpa panggung — indah, tapi nggak terdengar siapa pun.
Kunjungi Dipdop.net untuk dapatkan lebih banyak insight dan tips kreatif buat UMKM seperti kamu!
