Pop Ice Rapunzel: Tren TikTok yang Bisa Jadi Inspirasi Awareness UMKM

DIPDOP > Ceative Agency > Content Marketing > Pop Ice Rapunzel: Tren TikTok yang Bisa Jadi Inspirasi Awareness UMKM
Pop Ice Rapunzel: Tren TikTok yang Bisa Jadi Inspirasi Awareness UMKM

Dipdop.net – Pop Ice Rapunzel belakangan viral di TikTok dan sukses mencuri perhatian warganet. Kontennya sederhana, tapi unik dan mudah diingat. Seorang perempuan berambut panjang tampak “berjualan” minuman Pop Ice dari lantai dua kamar kos. Pesanan diturunkan menggunakan ember yang diikat kabel olor, lengkap dengan dialog ikonik, “Rapunzel, turunkan baskommu!”.

Menariknya, belum ada kepastian apakah aktivitas tersebut benar-benar jualan atau hanya konten hiburan. Justru dari ketidakpastian itulah rasa penasaran penonton muncul. Video Pop Ice Rapunzel pun ramai dibicarakan dan menghidupkan kembali ingatan publik pada Pop Ice, salah satu minuman instan legendaris di Indonesia.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa konten kreatif di TikTok mampu menciptakan brand awareness besar, bahkan tanpa modal promosi yang mahal. Bagi UMKM, tren Pop Ice Rapunzel bisa menjadi inspirasi strategi pemasaran digital yang sederhana tapi berdampak.

Kenapa Pop Ice Rapunzel Bisa Viral di TikTok?

Tren ini bermula dari akun TikTok @susukedeleeee2_. Dalam videonya, ia memperlihatkan menu Pop Ice dengan dua rasa populer, mangga dan cokelat, yang dibeli dari minimarket. Cara membelinya pun tidak biasa. Pembeli harus berteriak terlebih dahulu sebelum pesanan diturunkan dari atas.

Konten TikTok Penjual Pop Ice Rapunzel
Inilah visual Pop Ice Rapunzel yang diunggah di akun TikTok @susukedeleeee2_

Peralatan yang digunakan sangat sederhana, hanya Pop Ice, es batu, cup plastik, sedotan, ember, dan kabel olor. Meski terlihat seperti konten iseng, justru konsep “ini beneran jualan atau cuma gabut?” membuat audiens penasaran dan aktif berkomentar.

Selain itu, Pop Ice adalah brand yang sudah dikenal lebih dari dua dekade. Banyak penonton merasa nostalgia, mengingat masa kecil saat membeli Pop Ice di kantin sekolah atau warung dekat rumah. Kombinasi brand familiar dan konsep unik inilah yang membuat tren ini cepat viral.

Pelajaran Penting dari Tren Pop Ice Rapunzel untuk UMKM

Fenomena Pop Ice Rapunzel tidak hanya menghibur, tapi juga menyimpan banyak pelajaran pemasaran yang bisa diterapkan UMKM.

Kreativitas Bisa Bangun Awareness Tanpa Modal Besar

Konten ini membuktikan bahwa promosi tidak selalu harus mahal. Kamera HP, ide kreatif, dan eksekusi sederhana sudah cukup untuk menarik perhatian. UMKM bisa fokus pada ide, bukan hanya budget saja.

Manfaatkan Familiarity Effect dalam Marketing

Produk atau konsep yang sudah akrab di masyarakat lebih mudah diterima. Elemen seperti minuman populer, jajanan anak sekolah, atau suasana warung sederhana bisa memicu rasa aman dan nostalgia, sehingga lebih mudah dibagikan.

Storytelling Sederhana Lebih Mudah Melekat

Pop Ice Rapunzel punya cerita mini yang konsisten dan mudah diingat. UMKM bisa meniru dengan menciptakan ritual pemesanan unik, catchphrase, atau karakter khas yang muncul berulang kali di konten.

Persona yang Membuat Brand Lebih Hidup

Karakter “Rapunzel anak kos” menjadi identitas yang kuat. Persona seperti ini membuat konten terasa manusiawi dan dekat dengan Gen Z. UMKM juga bisa membangun persona lewat maskot, gaya bicara penjual, atau ciri visual tertentu.

Baca juga: Mana yang Lebih Dibutuhkan Brand Baru, Feeds Estetik atau Konten Engaging?

Bagaimana UMKM Bisa Mengadaptasi Tren Ini Tanpa Terlihat Meniru?

Mengikuti tren bukan berarti harus meniru mentah-mentah. Adaptasi tetap perlu dilakukan agar brand tetap orisinal.

Buat Gimmick Unik yang Relevan dengan Produk

UMKM bisa menciptakan gimmick khas, seperti password unik saat pesan minuman, menu dengan nama nyeleneh, atau cara penyajian yang berbeda.

Bangun Interaksi Lewat Ritual Khas

TikTok menyukai interaksi. Sapaan khas, jingle singkat, atau gaya komunikasi tertentu bisa membuat konten lebih mudah diingat dan dinanti.

Angkat Cerita yang Relatable

Konten tentang kehidupan anak kos, proses produksi rumahan, atau tingkah pelanggan unik terasa lebih jujur dan dekat. Cerita yang relate dengan kehidupan sehari-hari lebih cepat membangun koneksi emosional.

Tetap Jaga Keaslian Brand

Keaslian adalah kunci. Jangan memaksakan tren yang tidak sesuai karakter brand. Penonton bisa dengan mudah membedakan konten yang natural dan yang dibuat-buat.

Baca juga: Gak Harus Selalu Hard Selling, Humor Marketing Bisa Bantu Naikkan Awareness Brand Kamu!

Tantangan Mengikuti Tren Viral Bagi UMKM

Meski menjanjikan, tren viral juga punya tantangan yang perlu diantisipasi. Pertama, tren TikTok cenderung cepat berlalu. UMKM sebaiknya tidak bergantung pada satu tren saja, tapi menjadikannya pintu masuk awareness. Kedua, saat banyak yang meniru, persaingan makin ketat dan efek viral bisa menurun. 

Ketiga, tidak semua tren cocok dengan identitas brand. Keempat, beberapa tren membutuhkan properti khusus. Utamakan kreativitas yang memanfaatkan properti yang sudah ada. Terakhir, ekspektasi konsumen bisa meningkat saat konten viral, sehingga kualitas produk dan layanan harus tetap dijaga.

Kesimpulan

Tren Pop Ice Rapunzel menunjukkan bahwa ide sederhana bisa menghasilkan dampak besar. Dengan storytelling ringan, persona unik, dan elemen yang familiar, UMKM dapat membangun brand awareness tanpa harus mengeluarkan modal besar. Kuncinya ada pada kreativitas, keaslian, dan konsistensi dalam menyampaikan cerita.

Butuh inspirasi lain seputar strategi UMKM dan tren digital marketing? Temukan insight menarik lainnya hanya di Dipdop.net. (RP)

Rizma Purwitasari
rizmapurwitasari126@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *