
Dipdop.net – Pada praktik di kehidupan nyata, memulai usaha bukanlah perkara yang mudah. Diperlukan modal yang cukup sebagai modal utama maupun cadangan apabila hal yang tidak diinginkan terjadi nantinya. Alhasil, rute baru akan dipilih jika tidak ingin memulai bisnis dari awal. Biasanya, orang akan dihadapkan pada pilihan menjadi reseller atau dropshipper dibanding membuka bisnis dari 0.
Baik reseller ataupun dropshipper menjadi pilihan yang paling aman dan ramah risiko bagi pemula. Walaupun demikian, bagi kamu yang ingin mencoba salah satunya, mesti tahu dulu perbedaan antara reseller dan dropshipper. Barulah nanti bisa mencocokkan bukan hanya dengan modal yang kamu punya, tetapi juga peluang dan risiko yang mungkin ada.
Jadi, apa perbedaan reseller dan dropshipper? Mana yang bisa dicocokkan dengan modal sendiri sebagai pemula dalam bisnis?
Baca Juga: Lebih Cuan Mana: Jualan Produk Sendiri atau Jadi Reseller? Ini Jawabannya!
Reseller
1. Pengertian Reseller
Reseller dalam bahasa Inggris bisa berarti menjual kembali atau bisa diartikan sebagai seorang penjual yang tugasnya menjual barang dagangan yang telah dibelinya dalam jumlah besar atau grosir. Reseller bukanlah pemasok atau produsen utama sehingga untuk dapat berjualan, setidaknya harus memiliki modal yang cukup untuk menjualnya kembali.
Oleh karena reseller membeli dalam jumlah grosir, maka harga dari pemasok atau supplier akan menjadi lebih murah. Misalnya, reseller hijab yang ingin membeli hijab dari pemasok sejumlah 100 buah dengan harga asli Rp20.000 per buah, maka reseller akan mendapat harga keseluruhan Rp1.500.000 atau menjadi Rp15.000 per buah.
2. Kelebihan dan Kekurangan Reseller
Secara garis besar, selain mendapat harga yang lebih murah dari pemasok, reseller juga memiliki kelebihan dalam membangun brand milik sendiri. Hal ini membantu reseller yang ingin menjadi pebisnis pemula dan membuka bisnis yang lebih besar nantinya. Selain itu, reseller juga bisa menentukan sendiri keuntungan yang akan didapat saat bersaing di pasaran sembari menutup modal yang telah dikeluarkan.
Namun, reseller juga memiliki kekurangan yang perlu diantisipasi. Reseller memerlukan modal yang cukup agar bisa memasok barang yang akan dijual. Ke depannya, reseller juga harus konsisten dalam branding. Jika tidak, maka barang yang telah dibeli sebelumnya akan sulit laku dan hanya akan mengendap di gudang.
Dropshipper
1. Pengertian Dropshipper
Dropshipper tentu berbeda dengan reseller. Dropshipper merupakan orang yang melakukan pengiriman langsung tanpa harus memiliki modal yang besar untuk membeli dalam jumlah grosir kemudian menjualnya kembali. Dengan kata lain, dropshipper tidak perlu menyetok dalam jumlah grosir modal atau barang yang akan dijual.
Dropshipper sering disamakan sebagai distributor. Jadi, tugas dropshipper hanya melakukan pengiriman langsung meski penjualan dimiliki olehnya. Misalnya, kamu menjadi seorang dropshipper tas. Kemudian, seorang pelanggan memesan tas varian dengan warna Y. Maka, kamu yang merupakan seorang dropshipper tidak perlu membeli topi dalam jumlah grosir, melainkan langsung memesan tas dan mengirimkannya ke alamat pelanggan tersebut.
2. Kelebihan dan Kekurangan Dropshipper
Melihat dari deskripsinya, dropshipper memang memiliki kelebihan dari segi modal yang tidak terlalu diperlukan. Menjadi dropshipper juga tidak perlu repot-repot branding apalagi mengurusi proses penjualan yang lebih kompleks tanpa adanya pembelian grosir dan menyiapkan tempat penyimpanan.
Adapun kekurangan dropshipper adalah keuntungan yang diperoleh sedikit jika dibandingkan dengan reseller karena harga jual yang didapatkan dropshipper tidak semurah yang didapatkan reseller. Di samping itu, meskipun tidak terlalu membutuhkan branding, menjadi dropshipper juga mesti mengusahakan pelanggan agar membeli di tempatmu.
Memilih Reseller dan Dropshipper Berdasarkan Modal
Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, baik reseller dan dropshipper merupakan bisnis yang aman bagi pemula. Akan tetapi, jika kamu ingin menyesuaikannya dengan modal yang cukup dan keuntungan yang lumayan, maka kamu bisa mencoba reseller.
Sementara itu, jika kamu tidak memiliki modal yang cukup sejak awal dan masih merasa kurang familiar dengan budaya bisnis, maka dropshipper adalah jawaban yang paling tepat.
Baca Juga: Bingung Mau Jualan Apa? Ini Cara Memilih Bisnis yang Cocok untuk Pemula
Kesimpulan
Reseller dan dropshipper merupakan peluang bisnis yang bisa dicoba untuk pemula. Meskipun keduanya cocok untuk pemula, kamu harus tahu perbedaan dari reseller dan dropshipper serta kelebihan dan kekurangannya
Ingin membangun bisnis UMKM, tetapi membutuhkan banyak persiapan sebelum memulai dan bingung mengenai caranya? Kunjungi Dipdop.net untuk temukan solusinya. (WA)
