
Dipdop.net – Peluang usaha thrift baju semakin menjanjikan di 2026. Perubahan pola konsumsi masyarakat, terutama generasi muda, membuat tren fashion beralih dari fast fashion ke sustainable fashion. Konsumen kini tidak hanya mencari pakaian murah dan stylish, tetapi juga peduli pada dampak lingkungan. Inilah celah emas bagi pelaku UMKM thrift untuk berkembang lebih besar.
Bisnis thrift bukan lagi sekadar jualan baju bekas. Jika dikelola dengan strategi yang tepat, usaha ini bisa menjadi brand fashion lokal yang kuat dan berkelanjutan.
Mengapa Usaha Thrift Baju Semakin Diminati?
Pertama, harga lebih terjangkau dibanding produk baru. Kedua, modelnya unik dan tidak pasaran. Ketiga, meningkatnya kesadaran tentang limbah tekstil membuat konsumen lebih bijak dalam berbelanja.
Konsep sustainable fashion mendorong pembeli untuk mengurangi pemborosan dan memperpanjang siklus hidup pakaian. Inilah alasan mengapa thrift shop semakin populer, baik offline maupun online.
Cek juga peluang usaha fashion modal kecil yang cocok untuk pemula
Strategi UMKM Thrift Baju agar Omzet Meningkat di 2026
Agar tidak sekadar ikut tren, pelaku UMKM harus punya strategi yang matang.
1. Kurasi Produk dengan Cermat
Jangan hanya menjual semua barang dari supplier. Pilih item yang masih layak pakai, berkualitas, dan sesuai tren. Kurasi yang baik akan meningkatkan kepercayaan pelanggan dan membangun citra brand.
2. Bangun Branding yang Kuat
Thrift juga butuh identitas. Tentukan konsep toko, misalnya vintage 90s, streetwear, Y2K, atau casual minimalis. Gunakan foto produk yang rapi, pencahayaan bagus, dan tone warna konsisten agar terlihat profesional.
3. Maksimalkan Platform Digital
Manfaatkan marketplace dan media sosial seperti TikTok dan Instagram. Konten “try on haul”, mix and match, serta live selling terbukti efektif meningkatkan konversi. Algoritma menyukai akun yang konsisten dan interaktif.
4. Transparansi Kondisi Produk
Cantumkan detail ukuran, kondisi barang, dan kekurangan jika ada. Kejujuran dalam bisnis thrift sangat penting untuk menjaga rating dan repeat order.
5. Terapkan Strategi Harga yang Cerdas
Hindari perang harga. Fokus pada value produk dan storytelling. Jika kualitas premium, jangan ragu pasang harga lebih tinggi dengan positioning yang tepat.
Pelajari cara UMKM membaca tren bisnis 2026 agar tidak kalah saing
Tantangan Usaha Thrift di 2026
Meski peluangnya besar, bisnis thrift tetap punya tantangan. Persaingan makin ketat, supplier tidak selalu konsisten kualitasnya, dan tren fashion cepat berubah. Karena itu, pelaku UMKM harus adaptif dan selalu membaca pasar. Selain itu, pelaku usaha juga perlu memastikan operasional bisnis berjalan sesuai regulasi yang berlaku agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan dan aman untuk jangka panjang.
Selain itu, penting untuk menjaga kebersihan dan proses sanitasi produk agar konsumen merasa aman dan nyaman saat membeli.
Peluang Scale Up Bisnis Thrift
Setelah stabil, UMKM thrift bisa scale up dengan:
- Membuka pre-order curated collection
- Membuat brand sendiri dari hasil rework pakaian bekas
- Kolaborasi dengan influencer lokal
- Membuka warehouse kecil untuk live streaming rutin
Model bisnis thrift sangat fleksibel dan bisa berkembang sesuai kreativitas pemiliknya.
Simak tips meningkatkan omzet UMKM lewat live selling dan konten kreatif.
Kesimpulan
Peluang usaha thrift baju di 2026 masih sangat terbuka lebar. Dengan strategi kurasi yang tepat, branding kuat, dan pemanfaatan digital marketing, UMKM thrift bisa meningkatkan omzet secara signifikan. Kunci utamanya bukan hanya menjual pakaian bekas, tetapi menjual gaya hidup yang lebih sadar lingkungan dan unik.
Jika dikelola secara profesional, usaha thrift tidak hanya menjadi tren sementara, tetapi bisa tumbuh menjadi bisnis fashion berkelanjutan yang menguntungkan dalam jangka panjang.
Bangun branding UMKM mu bersama DIPDOP (HS)
