Peluang Sukses Bisnis Thrifting: Gimana Caranya?

DIPDOP > Marketing > Bisnis > Peluang Sukses Bisnis Thrifting: Gimana Caranya?
Peluang Sukses Bisnis Thrifting: Gimana Caranya?

Dipdop.net – Pernahkah kamu mendengar thrifting? Malah pernah membeli atau menjual sesuatu dalam bisnis thrifting? Rupanya, thrifting sendiri merupakan lapangan bisnis yang memiliki peluang besar agar bisa sukses, loh.

Sobat DIPDOP, ada salah persepsi mengenai thrifting yangsering dikaitkan dengan menjual atau melelang barang bekas demi mendapat keuntungan yang tinggi. Tingginya keuntungan ini disebut berdasarkan modal yang murah jika dibandingkan memproduksi atau membeli barang baru. Sementara itu, harga yang dijual dari barang thrift bisa jauh di bawah harga pasar barang baru. Lantas, seperti apa bisnis thrifting yang sebenarnya?

Apa itu bisnis thrifting?

Thrifting adalah kegiatan menjual barang bekas atau preloved dengan kondisi kualitas yang masih layak sekitar 70—80% dibanding dengan membeli produk baru. Thrifting berasal dari kata thrift yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “hemat”. Jadi, tujuan utama bisnis thrifting adalah untuk menghemat pengeluaran.

Produk yang dijual dalam thrifting disebut dengan preloved. Meskipun merupakan barang bekas, tetapi produk tersebut masih bisa diambil manfaatnya oleh pembeli sehingga bisa diberikan nilai jual. Alasan seseorang tidak memakai lagi sebuah produk dan menjadikannya preloved untuk dijual melalui thrifting biasanya karena sudah jarang memakainya, bosan, hingga memiliki perubahan preferensi.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Ide Bisnis UMKM Lagi Tren, Minim Modal dan Disukai Gen Z

Bagaimana konsep bisnis thrifting?

Perlu diketahui bahwa thrifting bukan bisnis pasti. Mengapa demikian? Sebab, barang yang dijual sudah jatuh kualitasnya dikarenakan memiliki kekurangan atau masih baru, tetapi sudah berpindah tangan dari pemilik yang satu ke pemilik yang lain. Barangkali, pembeli produk preloved dari thrifting tidak lagi merasa sepakat dengan harga produkyang ditetapkan penjual. Alhasil, pembeli akan mengajukan negosiasi untuk menurunkan harga sesuai perspektifnya.

Meskipun begitu, bisnis thrifting masih tetap memberikan peluang keuntungan yang lumayan. Dalam thrifting, kamu bisa menjual apa pun selama masih bisa diambil manfaatnya oleh orang lain. Selain itu, hanya dibutuhkan sedikit modal untuk dapat bisa membuka bisnis tersebut.

Sebagai permisalan, kamu ingin menjual buku X yang pernah kamu beli seharga Rp100.000, kemudian buku itu menguning selama lima tahun kemudian. Pada lima tahun kemudian, kamu bisa menjualnya kembali seharga Rp70.000,dengan catatan yang sudah menguning. Walaupun kamu tidak lagi bisa menjualnya seharga Rp100.000, tetapi kamu telah mendapatkan pengalaman membaca bukunya ketika masih memiliki kondisi yang bagus, sedangkan sang pembeli mendapat harga Rp70.000 dengan kondisi yang telah menguning.

Bisnis thrifting lainnya bisa dengan barang yang tidak pernah kamu miliki. Contohnya, kamu memborong 10 pakaian bekas dari pasar Y yang masing-masing dijual seharga Rp20.000, kemudian kamu pun menjualnya dengan harga Rp25.000. Dengannya, kamu tetap mendapat keuntungan dari menjual produk preloved.

Bagaimana cara merawat produk preloved untuk thrifting?

Produk preloved berbeda dengan produk baru yang setidaknya telah melalui QC. Produk preloved telah melalui pemakaian atau perpindahan tangan berkali-kali. Untuk itu kamu perlu:

  • membersihkan atau mencuci produk preloved;
  • mengecek kekurangan yang terdapat dari preloved;
  • mengakumulasikan harga thrifting berdasarkan kekurangan yang ada;
  • menyisihkan produk dan mengemasnya dalam kemasan plastik atau kerdus agar tidak berdebu; dan
  • membersihkan dan mengecek kekurangannya secara berkala sebelum sampai ke tangan pembeli.

Produk lain mungkin membutuhkan perawatan khusus, seperti pakaian preloved. Kamu perlu mencucinya dengan air panas sebanyak tiga kali sebelum mencucinya dengan deterjen sebanyak tiga kali pula agar terhindar dari bakteri di pakaian. Kendati merupakan barang preloved atau barang bekas, kamu juga harus memastikan barang tersebut sampai ke pembeli dengan kondisi yang baik dan layak.

Di mana saja platform untuk menjual produk thrifting secara online?

Sejatinya, bisnis thrifting bisa dilakukan di mana saja, baik secara offline maupun online. Jika offline, kamu bisa membuka lapak sendiri, di pasar, atau membukanya pada acara pelelangan tertentu. Sementara itu, jika kamu ingin menjualnya secara online, kamu bisa mencoba platform e-commerce dan socmed di bawah ini:

  1. Shopee
  2. Tiktok Shop
  3. OLX
  4. Carousell (khusus menjual barang preloved)
  5. Preloved (khusus menjual barang preloved)
  6. Instagram
  7. Facebook
  8. X

Baca Juga: Ini 5 Kesalahan Marketing Bisnis di Indonesia, Wajib Tahu!

Kesimpulan

Berbagai peluang bisnis semakin beragam dewasa ini, termasuk dengan adanya bisnis thrifting dengan peluang yang cukup menjanjikan. Terlebih, dalam thrifting kamu juga bisa menjual produk apa pun dan di mana pun, tanpa mengesampingkan manfaat yang masih dapat dimiliki oleh pembeli dari produk tersebut. Sebelum menjualnya, kamu perlu memastikan kondisi produk terlebih dahulu sebab kualitasnya berbeda dengan saat membeli baru. Jangan lupa untuk merawatnya dengan baik sebelum produk preloved itu berpindah ke tangan selanjutnya. (WA)

Wafiq Azizah
of.wafiqazizah@gmail.com
Coordinator Admin DIPDOP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *