
Dipdop.net – Dalam dunia digital marketing, istilah OPT IN dan Double OPT IN sering muncul saat membahas strategi pengumpulan data pelanggan, khususnya melalui email marketing. Kedua metode ini memiliki peran penting dalam menjaga legalitas, kualitas data, dan efektivitas kampanye email melalui website. Lalu, apa sebenarnya arti dari OPT IN dan Double OPT IN? Apa saja fungsinya? Dan di mana letak perbedaannya? Untuk memahaminya lebih dalam, mari bahas satu per satu.
Apa Itu OPT IN?
OPT IN adalah proses ketika pengunjung website secara sukarela memberikan izin untuk menerima komunikasi, biasanya melalui pengisian formulir seperti newsletter, ebook gratis, atau penawaran khusus. Misalnya, saat seseorang mengisi form langganan email dan langsung mendapatkan email pertama tanpa perlu konfirmasi ulang, maka itu disebut Single OPT IN.
OPT IN menunjukkan bahwa seseorang secara aktif menyetujui untuk menerima pesan dari bisnis, bukan karena data mereka dimasukkan secara otomatis tanpa izin.
Apa Itu Double OPT IN?
Double OPT IN adalah proses dua langkah. Setelah pengunjung mengisi formulir pendaftaran, mereka akan menerima email verifikasi. Hanya setelah mereka mengklik tautan konfirmasi di email tersebut, maka mereka benar-benar dianggap telah berlangganan.
Dengan kata lain, Double OPT IN meminta konfirmasi ulang dari pengguna bahwa mereka benar-benar ingin menerima email dari kamu. Proses ini sering digunakan oleh bisnis yang ingin menjaga kualitas database email dan menghindari masalah hukum atau spam.
Fungsi OPT IN dan Double OPT IN
1. Meningkatkan Legalitas
Penggunaan OPT IN, terutama Double OPT IN, membantu bisnis mematuhi regulasi perlindungan data seperti GDPR di Eropa atau CAN-SPAM di Amerika. Regulasi ini mengharuskan adanya persetujuan eksplisit dari pengguna sebelum dikirimi email promosi.
2. Menjaga Kualitas Data
Dengan proses konfirmasi ganda, Double OPT IN membantu memastikan bahwa alamat email yang masuk benar-benar valid, aktif, dan dimiliki oleh orang yang bersangkutan.
3. Mengurangi Risiko Masuk ke Folder Spam
Email yang dikirim ke orang yang tidak menginginkannya berisiko tinggi masuk ke folder spam. Double OPT IN menekan risiko ini karena hanya email yang sudah terverifikasi yang akan digunakan.
4. Meningkatkan Engagement
Subscriber yang sudah melewati proses Double OPT IN biasanya lebih tertarik dan terbuka terhadap konten yang dikirim, karena mereka sudah menyatakan minat secara aktif.
Baca Juga : Apa itu Campaign, Ad Set, dan Ad di Facebook Ads? Ini Penjelasannya – DIPDOP
Perbedaan OPT IN dan Double OPT IN
| Aspek | OPT IN (Single) | Double OPT IN |
|---|---|---|
| Proses | Hanya mengisi formulir | Mengisi formulir + verifikasi email |
| Validasi Data | Minim (berisiko data palsu/tidak aktif) | Tinggi (email diverifikasi langsung oleh pemilik) |
| Risiko Spam | Lebih tinggi | Lebih rendah |
| Engagement | Cenderung lebih rendah | Lebih tinggi karena niat lebih jelas |
| Kecepatan Masuk DB | Cepat, otomatis | Butuh waktu karena ada proses konfirmasi |
Kesimpulan
OPT IN dan Double OPT IN adalah dua metode penting dalam pengumpulan data pelanggan melalui website. Meskipun terlihat serupa, keduanya memiliki proses, keunggulan, dan risiko yang berbeda. Dengan memahami perbedaan ini, pelaku digital marketing bisa memilih pendekatan yang paling sesuai dengan strategi bisnis mereka. (IK)
