Omset Turun? Begini Cara Marketing Funnel Bisa Bikin Bisnismu Tetap Naik

DIPDOP > Ceative Agency > Digital Marketing > Strategi Bisnis > Omset Turun? Begini Cara Marketing Funnel Bisa Bikin Bisnismu Tetap Naik
Omset Turun? Begini Cara Marketing Funnel Bisa Bikin Bisnismu Tetap Naik

Dipdop.net –  Tahun 2025 terasa berat untuk banyak pelaku UMKM. Penjualan menurun, pelanggan makin sulit dicari, dan daya beli masyarakat ikut melemah. Tapi, menariknya, ada bisnis yang justru tetap berkembang. Rahasianya bukan cuma soal produk, tapi bagaimana strategi marketing funnel dijalankan dengan tepat.

Marketing funnel adalah konsep yang membantu kamu membawa calon pelanggan dari tahap pertama mereka tahu tentang brandmu, sampai akhirnya mereka melakukan pembelian. Strategi ini terbukti efektif untuk meningkatkan omzet, bahkan saat kondisi ekonomi sedang sulit.

Baca juga: Jualan Tapi Gak Terlihat Jualan? Ini Rahasianya!

Apa Itu Marketing Funnel dan Kenapa Penting

Secara sederhana, marketing funnel terbagi menjadi tiga tahap: awareness, consideration, dan conversion.

Awareness – Bikin Orang Tahu Brandmu

Tahap awareness adalah saat orang baru mendengar nama brandmu, tapi belum tahu detail produk atau layanan yang kamu tawarkan. Contohnya, sebuah toko kue lokal yang rutin bikin konten menarik di media sosial. Orang mungkin belum beli kue mereka, tapi sudah tahu nama tokonya dan mulai penasaran.

Cara membangun awareness bisa lewat konten organik yang rutin diposting atau iklan berbayar. Misalnya, menggunakan Instagram Ads atau kolaborasi dengan influencer lokal. Semakin banyak orang tahu brandmu, semakin besar peluang untuk masuk ke tahap berikutnya.

Consideration – Bikin Orang Tertarik dan Yakin

Setelah orang tahu brandmu, tahap selanjutnya adalah consideration. Di sini, calon pelanggan mulai menimbang apakah produkmu cocok atau tidak. Mereka bisa membandingkan dengan kompetitor, menunggu diskon, atau mencari review dari orang lain.

Di tahap ini, konten edukatif, testimoni, dan review sangat membantu. Misalnya, sebuah UMKM pakaian lokal yang menampilkan video cara mix and match outfit dengan produknya, atau toko makanan yang membagikan review pelanggan tentang rasa dan kualitas produk. Sistem affiliate marketing juga bisa jadi strategi ampuh di tahap ini, karena banyak orang lain yang mempromosikan produkmu, membuat audiens penasaran dan percaya.

Conversion – Waktunya Orang Beli

Tahap terakhir adalah conversion, di mana calon pelanggan akhirnya membeli produkmu. Strateginya bisa sederhana, seperti memberikan diskon terbatas, bonus produk, atau kemudahan proses pembayaran.

Contoh nyata bisa kita lihat dari fenomena donat viral di Indonesia beberapa waktu lalu. Awareness muncul karena konten live yang unik dan menghibur, consideration terbentuk saat orang penasaran dengan rasa dan review, dan conversion terjadi ketika cara pembelian dibuat mudah dan cepat. Prinsip yang sama bisa diterapkan untuk UMKM manapun: bangun pengalaman yang memudahkan calon pelanggan untuk membeli tanpa ribet.

Penerapan Marketing Funnel di UMKM Lokal

Buat pelaku UMKM, marketing funnel tidak harus rumit. Berikut beberapa praktik yang mudah diterapkan:

  • Konten konsisten di media sosial: Posting foto produk yang menarik, tips penggunaan, atau cerita di balik usaha. Konten ini membangun awareness secara organik.
  • Iklan berbayar dengan target tepat: Gunakan budget terbatas untuk boost konten yang paling menarik, sehingga jangkauan lebih luas.
  • Affiliate atau kerjasama mikro-influencer: Orang yang sudah punya followers bisa bantu membentuk consideration, membuat calon pelanggan penasaran dan tertarik mencoba.
  • Promo spesial untuk mendorong conversion: Diskon terbatas, paket bundle, atau bonus produk bisa menjadi pemicu untuk orang langsung membeli.

Strategi ini bekerja karena setiap tahap saling mendukung. Jika kamu terburu-buru ingin langsung menjual tanpa membangun awareness dan consideration, kemungkinan omzet stagnan atau bahkan turun. Ibarat menanam pohon, jika hanya panen tanpa menyiram dan merawat, lama-lama buahnya habis.

Perspektif Edukatif: Kenapa Marketing Funnel Efektif

Marketing funnel efektif karena memahami psikologi calon pelanggan. Orang tidak langsung membeli produk baru tanpa kenal dulu, mereka butuh waktu untuk mengenal, percaya, dan yakin. Dengan funnel yang jelas, UMKM bisa mengarahkan proses ini dengan lebih sistematis.

Selain itu, strategi funnel membantu mengukur dan memperbaiki performa pemasaran. Misalnya, jika awareness sudah tinggi tapi conversion rendah, berarti ada masalah di tahap pertimbangan atau proses pembelian. Dari sini, pelaku UMKM bisa menyesuaikan konten, harga, atau metode penjualan agar lebih efektif.

Baca juga: UMKM Sukses Lewat Kolaborasi Kreatif dan Kemitraan Strategis

Kesimpulan

Menurunnya penjualan di tengah kondisi ekonomi yang sulit bukan berarti bisnis kamu gagal. Kuncinya ada di strategi marketing funnel yang konsisten dan tepat. Mulai dari awareness untuk memperkenalkan brand, consideration untuk meyakinkan calon pelanggan, hingga conversion untuk mendorong pembelian, setiap tahap saling mendukung.

Pelaku UMKM yang memahami dan menerapkan funnel dengan baik bisa tetap bertahan dan bahkan tumbuh, meski kondisi pasar tidak bersahabat. Kuncinya adalah konsistensi, kreativitas dalam konten, responsif terhadap feedback, dan fokus pada pengalaman pelanggan. Dengan begitu, omzet bukan hanya bisa stabil, tapi punya potensi naik setiap bulan.

Kunjungi Dipdop.net untuk dapatkan lebih banyak insight dan tips kreatif buat UMKM seperti kamu!(BRF)

Bramantyo Rahardyan Firmansyah
tyobraman30@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *