
Neuroscience of marketing adalah kunci di balik bagaimana otak kita membuat keputusan pembelian dalam hitungan detik. Apakah Anda pernah berpikir mengapa terkadang kita membeli sesuatu tanpa berpikir panjang? Atau mengapa iklan tertentu membuat kita merasa terhubung, sementara yang lain sama sekali tidak meninggalkan kesan? Jawabannya terletak pada bagaimana otak kita bekerja saat menerima pesan-pesan pemasaran. Inilah yang dikenal sebagai neuroscience of marketing, atau bagaimana neurosains berperan dalam proses pemasaran.
1. Pengaruh Emosi dalam Keputusan Pembelian

Tahukah Anda bahwa 95% keputusan pembelian kita sebenarnya dipengaruhi oleh emosi, bukan logika? Menurut studi dari Harvard Business Review, otak manusia merespons pesan iklan secara instan ketika mereka merasa terhubung secara emosional. Hal ini menunjukkan pentingnya penggunaan cerita dan visual yang memicu perasaan untuk memengaruhi keputusan pembelian. Saat melihat sebuah produk atau iklan, otak kita memproses informasi secara emosional terlebih dahulu. Kampanye iklan yang berhasil biasanya menggunakan cerita yang menggugah perasaan seperti kebahagiaan, nostalgia, atau bahkan rasa takut kehilangan. Misalnya, iklan liburan keluarga yang menunjukkan kebersamaan bisa lebih efektif daripada sekadar menonjolkan diskon harga.
2. Bias Kognitif dan Pengambilan Keputusan

Selain emosi, otak kita juga dipengaruhi oleh berbagai bias kognitif. Penelitian dari Psychology Today menjelaskan bagaimana berbagai bias kognitif seperti anchoring memengaruhi cara konsumen memandang harga dan nilai produk. Bias anchoring yaitu kecenderungan untuk terlalu fokus pada informasi awal yang kita terima. Jika sebuah toko menawarkan produk dengan harga awal yang tinggi, lalu memberikan diskon besar, kita cenderung merasa bahwa kita mendapat penawaran hebat, meskipun harga akhirnya sebenarnya sama seperti toko lain.
3. Keputusan Instan Berkat Alam Bawah Sadar

Otak kita membuat banyak keputusan secara instan, bahkan sebelum kita menyadarinya. Hal ini terjadi karena otak menggunakan alam bawah sadar untuk menyaring informasi yang sangat banyak setiap harinya. Sebuah studi menemukan bahwa kita hanya butuh sekitar 2,5 detik untuk memutuskan apakah sebuah produk menarik atau tidak. Inilah mengapa visual, warna, dan desain yang tepat sangat penting dalam marketing.
4. Strategi Neuromarketing yang Bisa Anda Gunakan

Untuk meningkatkan efektivitas strategi marketing Anda, mulailah memanfaatkan neurosains. Gunakan warna-warna yang memicu emosi tertentu, seperti warna merah untuk urgensi atau biru untuk ketenangan. Selain itu, manfaatkan cerita emosional untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan audiens Anda.
Kesimpulan
Neuroscience of marketing memberikan wawasan baru tentang bagaimana otak manusia merespons pemasaran. Dengan memahami pengaruh emosi, bias kognitif, dan keputusan bawah sadar, Anda bisa menciptakan strategi marketing yang lebih efektif dan menarik. Ingin meningkatkan konversi? Saatnya menerapkan neurosains dalam pemasaran Anda!
Baca juga: Psikologi Warna dalam Pemasaran – DIPDOP

2 thoughts on ““Neuroscience of Marketing” Rahasia di Balik Keputusan Pembelian”