Nentuin Nama Brand UMKM yang Ear-Catching, Kenapa Bisa Penting?

DIPDOP > Marketing > Strategi Bisnis > Nentuin Nama Brand UMKM yang Ear-Catching, Kenapa Bisa Penting?
Nentuin Nama Brand UMKM yang Ear-Catching, Kenapa Bisa Penting?

Dipdop.net – Nama brand memang menentukan identitas dari usaha yang kita jalani. Terlebih untuk UMKM, nama brand yang sesuai akan membantu mendorong kesuksesan meski hanya berupa identitas.

Nama brand atau merek mestinya terdengar unik, ear-catching, dan mampu menunjukkan ciri khas dari suatu brand UMKM. Jadi, tentu dalam menentukan nama brand tidaklah asal-asalan. Kamu perlu memikirkan dengan matang alasan di balik kamu memilih nama brand tersebut.

Tapi, tunggu sebentar, apa itu ear-catching? Dan, mengapa nama brand yang ear-catching itu penting?

Singkatnya, ear-catching memikat atau menarik perhatian. Nama brand UMKM yang ear-catching bukan sekadar nama yang dihasilkan secara spontan muncul begitu saja. Kalau ear-catching, nama brand akan mudah diingat karena terdengar nyaman dan bagus di telinga. Untuk menentukannya, maka perlu ada pertimbangan konsep, tujuan, dan filosofi dari nama tersebut.

Baca Juga: Waspada 4 Kesalahan Ini untuk Branding Anti-Gagal!

Mengapa nama brand ear-catching itu penting?

Nama dari sebuah brand apalagi milik UMKM adalah bagian dari identitas yang akan pertama kali sampai ke hadapan audiens. Bayangkan jika kamu termasuk audiens tersebut, mengingat nama suatu brand sebab namanya yang unik dan menurutmu enak didengar. Alhasil, ketika kamu ingin membeli sesuatu yang berhubungan, maka kamu akan mencari atau menjadikan brand tersebut sebagai pilihan hanya karena nama yang dimilikinya.

Bagaimana jika sebaliknya? Apabila nama sebuah brand kurang enak didengar, terdengar baru, dan susah disebut, maka yang akan terjadi adalah brand tersebut kurang bisa bersaing di pasarnya. Audiens bahkan mungkin tidak akan menjadikan brand tersebut sebagai pilihan, sebab tidak mengingat namanya sama sekali.

Di sinilah wujud yang sebenarnya dari kesuksesan branding tersebut. Barangkali, ketika kita telah bosan mencari hal yang membuat kita kesulitan melakukan branding dari berbagai hal, tetapi malah melupakan yang paling esensial, yakni nama brand itu sendiri.

Cara membuat nama brand UMKM yang ear-catching

1. Adaptasi atau adopsi nama dari kata yang familier

Mengadaptasi atau mengadopsi kata yang telah familier sebagai nama brand suatu produk termasuk cara termudah dalam menentukan nama brand yang ear-catching. Hal ini bisa terjadi karena masyarakat telah mengenal kata tersebut lebih dulu dan mengingat ejaan, cara membaca, dan makna di baliknya sebelum dijadikan nama brand.

Sebagai contoh, kamu bisa lihat Mie Gacoan. Baik nama brand dan nama yang digunakan pada variasi menunya diambil dari nama mainan tradisional yang sempat beredar di masyarakat, seperti mie suit, mie hompimpa, es gobak sodor, es petak umpet, es teklek, dan es suku bathok.

Sebelum populer seperti sekarang pun Mie Gacoan pernah memakai nama dengan konsep yang berbeda, tetapi juga familier. Tepatnya sebelum mengajukan label halal ke MUI, Mie Gacoan sempat memakai konsep jenis setan legenda di Indonesia, seperti mie setan, mie angel, mie iblis, es genderuwo, es sundel bolong, es tuyul, dan es pocong.

2. Sisipkan permainan kata

Cara selanjutnya untuk membuat suatu nama brand yang ear-catching, yakni dengan bermain kata atau ejaan agar terdengar enak didengar. Permainan kata yang sering digunakan adalah bentuk repetisi atau pengulangan kata. Selain itu, bisa juga dengan mengulang huruf yang telah ada pada kata tersebut. Kamu bisa melihat merek Roti ‘O dan Sasa sebagai contoh dari permainan kata ini.

3. Tambahkan unsur panggilan atau sapaan

Kalau masih bingung cara menentukan nama brand untuk UMKM kamu agar terdengar ear-catching, kamu bisa pula menggunakan unsur panggilan atau sapaan pada nama brand tersebut. Unsur panggilan yang dimaksud merupakan panggilan yang menunjukkan kedekatan audiens terhadap budaya atau ikatan yang acap kali digunakan, alhasil dengan mudah menjadi ear-catching. Unsur panggilan ada nama brand UMKM juga menambah kepercayaan audiens mengenai asal dan citra yang autentik dari produk yang ditawarkan.

Dengan melihat nama-nama brand, seperti Cimol Bojot Aa, Ayam Gepuk Pak Gembus, dan Susu Mbok Darmi, kita bisa menerka-nerka dari mana asal masing-masing produk. Umpamanya, kita akan berpikir bahwa Cimol Bojot Aa dari Jawa Barat karena ada panggilan Aa dan Ayam Gepuk Pak Gembus serta Susu Mbok Darmi dari Jawa Tengah, Yogyakarta, atau Jawa Timur karena unsur Pak dan Mbok yang sering digunakan di daerah tersebut.

Baca Juga: 5 Kesalahan Branding yang Sering Dilakukan UMKM (dan Cara Menghindarinya)

Kesimpulan

Nama brand UMKM termasuk sebagai bagian dari identitas brand tersebut. Untuk itu, penting dalam menentukan nama brand UMKM yang unik, menarik, dan ear-catching. Dari sinilah kunci kesuksesan sebuah branding bisa dimulai. Caranya cukup mudah, kamu bisa mengadopsi atau mengadaptasi kata yang telah familier di masyarakat, menyisipkan permainan kata, dan menambahkan unsur sapaan atau panggilan.

Ingin membangun bisnis UMKM, tetapi membutuhkan banyak persiapan sebelum memulai dan bingung mengenai caranya? Kunjungi Dipdop.net untuk temukan solusinya. (WA)

Wafiq Azizah
of.wafiqazizah@gmail.com
Coordinator Admin DIPDOP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *