Strategi Bisnis Keuangan Perusahaan Melalui ROE

DIPDOP > Ceative Agency > Business Consulting > Strategi Bisnis Keuangan Perusahaan Melalui ROE

Return on equity atau ROE adalah indikator kinerja perusahaan dengan membandingkan laba bersih dan total modal. Kenali rumus dan cara menghitung ROE. Setiap perusahaan memiliki tiga jenis return, yaitu return on assets (ROA), return on investment (ROI), dan return on equity (ROE). Ketiganya punya peran dan fungsinya masing-masing. Akan tetapi bagi investor, ROE adalah jenis return paling menarik untuk diketahui. Di antara tiga jenis return perusahaan, perhitungan return on equity adalah yang paling bersih, karena sudah dipotong berbagai pengeluaran. Return on Equity (ROE) adalah rasio perbandingan antara pendapatan bersih dengan total ekuitas pemegang saham. Return On Equity menurut para ahli didefinisikan sebagai perbandingan antara laba bersih setelah pajak dengan total ekuitas (Harahap, 2015)

ROE juga sering disebut sebagai Return on Net Assets karena pada dasarnya modal yang disetor pemilik dan investor sebuah perusahaan sama dengan nilai total aset perusahaan tersebut dikurangi dengan nilai total utangnya. Nilai dapat diketahui dengan membaca dan menganalisis laporan keuangan perusahaan. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui cara membaca laporan  dengan baik dan benar.  Tidak ada patokan khusus mengenai berapa nilai yang ideal dalam mengevaluasi sebuah saham. Akan tetapi, nilai yang tinggi berarti bahwa kinerja perusahaan semakin efisien. 

Untuk mengetahui berapa nilai yang baik, Anda harus bisa membandingkan antara nilai sebuah perusahaan dengan perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama. Selain itu, Anda juga harus membandingkan nilai perusahaan tersebut dari tahun ke tahun supaya Anda bisa tahu apakah manajemennya semakin efektif dan efisien dalam memanfaatkan dana investor atau tidak.

Baca Juga: Mengenal Strategi Bisnis Melalui ROI

Manfaat Penggunaan ROE

1. Menunjukkan Tingkat Profitabilitas Perusahaan

Bagi investor, ROE adalah matriks paling mudah untuk mengetahui seberapa tinggi potensi perusahaan dalam menghasilkan laba. Dengan adanya return on equity, investor bisa mengambil kesimpulan tentang profitabilitas saham dengan mudah dan cepat.

2. Menjadi Dasar Estimasi Keuntungan Bisnis di Masa Mendatang

Faktanya, ROE adalah salah satu tolok ukur paling efektif untuk memprediksi prospek bisnis kedepannya. Jika saat ini perusahaan terbukti mampu menghasilkan minimal 1.0 atau lebih, maka di masa depan ada kemungkinan tingkat return on equity tersebut juga akan meningkat.

3. Menggambarkan Perkembangan Perusahaan dari Tahun ke Tahun

Perusahaan idealnya stabil atau terus berkembang dari tahun ke tahun. Dengan melihat tren ROE suatu usaha, investor bisa menilai bagaimana profil bisnis di masa lalu dan melihat apakah perusahaan terus bertumbuh atau justru stagnan.

4. Menjadi Indikator Pembanding dengan Perusahaan Kompetitor

Sebelum mengambil keputusan investasi, biasanya investor melakukan perbandingan antara banyak perusahaan sekaligus. Siapa bisnis yang ROE-nya paling tinggi, maka dialah yang paling berhak menerima kucuran modal.

5. Menunjukkan Kredibilitas Perusahaan dalam Mengelola Aset

ROE adalah salah satu faktor utama yang menunjukkan kredibilitas bisnis dalam mengelola modalnya. Kecilnya tingkat return on equity adalah salah satu pertanda perusahaan tersebut tidak mampu menghasilkan profit sesuai harapan, meski sudah diberi suntikan dana oleh investor.

Contoh :

Perusahaan B bergerak di bidang yang sama dengan perusahaan A. Pada tahun 2022, pendapatan perusahaan ini mencapai Rp1 miliar rupiah dan total ekuitas perusahaan tersebut mencapai 3 miliar rupiah. Maka, nilai ROE saham perusahaan ini adalah:

ROE = (Pendapatan bersih : Total ekuitas pemegang saham) x 100%

ROE perusahaan B = (1 miliar:3 miliar) x 100% = 33%

Ini artinya, dalam 1 tahun perusahaan A berhasil mendapatkan penghasilan yang setara dengan 41% nilai saham investor. Sederhananya, apabila Anda memiliki saham senilai Rp10.000  per lembar di perusahaan ini pada tahun 2022, maka potensi keuntungan maksimal yang bisa Anda peroleh adalah Rp3.300 (33% * 10.000). 

Dengan demikian dapat disimpulkan kalau meskipun total pendapatan dan laba perusahaan B lebih besar dibandingkan dengan total laba dan pendapatan perusahaan A, namun ROE-nya lebih rendah, sebab nilai ekuitas perusahaan ini lebih tinggi.

Sumber:

Manfaat ROE Bagi Perusahaan

Jesica Kharisma
jesicakharisma03@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *