
Return on Investment (ROI) adalah perhitungan untuk mengukur seberapa efisien suatu investasi. Atau bahasa teknisnya, perbandingan laba bersih atas total biaya investasi yang Anda keluarkan. Dengan menghitung, Anda bisa mengetahui seberapa banyak keuntungan ataupun kerugian dari suatu investasi. Sehingga, ini membantu Anda untuk mengevaluasi dan memutuskan strategi bisnis yang tepat. ROI sangat penting dalam bisnis. Pasalnya, parameter ini bisa memberikan informasi yang berguna tentang efektivitas investasi. Misalnya, saat Anda berencana membuka cabang restoran baru. Selain itu, masih banyak lagi manfaat yang harus Anda ketahui
Baca Juga : Personalized Marketing Strategi Jitu Dalam Berbisnis
Manfaat Analisis Return on Investment (ROI)
Analisis return on investment memiliki manfaat yang signifikan dalam konteks investasi. Beberapa manfaat utama dari analisis adalah:
Mengukur Kinerja Investasi
Memungkinkan investor untuk mengukur kinerja investasi mereka secara objektif. Dengan mengetahuinya, investor dapat mengevaluasi apakah investasi mereka menghasilkan keuntungan yang memadai.
Membandingkan Investasi
Memungkinkan investor untuk membandingkan kinerja investasi yang berbeda. Dengan memperhatikannya, investor dapat memilih investasi yang paling menguntungkan dan mengoptimalkan portofolio mereka.
Membantu Pengambilan Keputusan
Analisis dapat membantu investor dalam pengambilan keputusan investasi yang lebih baik. Dengan mempertimbangkan ROI, investor dapat mengevaluasi risiko dan potensi keuntungan dari investasi tertentu.
Mengidentifikasi Investasi yang Buruk
Dengan menggunakan ROI, investor dapat mengidentifikasi investasi yang kurang menguntungkan atau yang tidak sesuai dengan tujuan investasi mereka. Hal ini dapat membantu investor menghindari kerugian yang tidak perlu.
Faktor yang Dapat Mempengaruhi Return On Investment (ROI)
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi dalam investasi. Beberapa faktor utama yang perlu diperhatikan adalah:
- Perubahan Nilai Investasi: Perubahan nilai investasi dapat berdampak signifikan. Jika nilai investasi meningkat maka nilai akan meningkat, dan sebaliknya.
- Pendapatan dan Pengeluaran: Tingkat pendapatan yang dihasilkan oleh investasi dan tingkat pengeluaran yang terkait dengan investasi akan mempengaruhi. Semakin tinggi pendapatan dan semakin rendah pengeluaran, semakin tinggi ROI.
- Durasi Investasi: Durasi investasi juga berpengaruh pada ROI. Semakin lama investasi dipegang, semakin besar kemungkinan ROI meningkat.
- Risiko Investasi: Tingkat risiko yang terkait dengan investasi dapat mempengaruhi. Investasi dengan risiko yang lebih tinggi cenderung memiliki ROI yang lebih tinggi, tetapi juga memiliki potensi kerugian yang lebih besar.
- Biaya Modal: Biaya modal yang digunakan untuk membiayai investasi dapat mempengaruhi. Semakin rendah biaya modal, semakin tinggi ROI.
ROI adalah metrik yang digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana investasi yang Anda lakukan menghasilkan keuntungan. Secara sederhananya mengukur seberapa besar keuntungan yang diperoleh dari investasi dibandingkan dengan jumlah uang yang diinvestasikan.
Formula dasar adalah
ROI = (( Keuntungan bersih – Biaya Investasi ) / Biaya Investasi ) x 100%
Contoh: Toko Online
Bu Dinda memiliki toko tanaman di pelosok desa. Karena peminatnya sedikit dan tidak banyak orang yang tahu, labanya pun seringkali rendah.
Untuk meningkatkan brand awareness dan memperlebar jangkauan pasar, Bu Dinda pun membuat website toko online dan mengaktifkan ads.
Website toko online seharga Rp. 109 ribu/bulan dan Facebook ads Rp300 ribu/bulan. Dalam sebulan, Bu Dinda menghasilkan Rp1 juta lebih banyak daripada periode sebelumnya. Maka, ROI Bu Dinda untuk bulan tersebut:
ROI= (Rp1 juta/Rp(109 ribu+300 ribu)x100 = 244,5%
Kesimpulannya, setiap rupiah yang Bu Dinda investasikan menghasilkan keuntungan sekitar Rp. 244 alias 2,5x lipat dari modal. Berarti, strategi online marketing yang Bu Dinda jalankan berdampak positif terhadap toko.
Sumber:

One thought on “Mengenal Strategi Bisnis Melalui ROI”