
Apa itu Bisnis Model G2C – Teknologi internet saat ini sudah dimanfaatkan diberbagai bidang, baik dibidang bisnis, pemerintahan, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya. Dibidang pemerintahan, pemanfaatan teknologi internet dikenal dengan sebutan electronic government atau e-government. Secara sederhana, egovernment atau pemerintahan digital adalah kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dengan menggunakan dukungan teknologi informasi dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
e-Government dapat memberikan layanan yang lebih baik padamasyarakat dimana informasi dari pemerintah dapat dicari atau diperoleh tanpa harus secara fisik datang ke kantor-kantor pemerintahan. Bahan-bahan informasi tersebut tersedia dalam 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu tanpa harus bergantung pada jam operasional kantor-kantor pemerintah.
Melihat teknologi informasi yang saat ini terus berkembang, maka semestinya layanan publik juga ikut dikembangkan dengan menyediakan kanal-kanal akses ataupun aplikasi layanan publik, agar masyarakat memperoleh pelayanan yang mudah dan tidak memakan waktu yang banyak.
Baca juga: Mengenal Apa itu Bisnis Model B2G dan Manfaatnya
Apa itu Bisnis Model G2C
Government to Citizen (G2C) atau Government to Customer merujuk pada penyampaian informasi dan layanan publik oleh pemerintah kepada masyarakat melalui teknologi informasi. Model G2C memungkinkan interaksi dua arah antara masyarakat dan pemerintah, memudahkan pertukaran informasi serta komunikasi. Tujuan dari G2C adalah untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat. Saat ini, penerapan G2C semakin banyak dijumpai dalam berbagai sektor.
Beberapa contoh penerapan G2C antara lain sistem pajak daring, layanan kesehatan digital, platform pencari kerja dari dinas tenaga kerja, pengurusan dokumen pribadi seperti KTP, Akte, KK, paspor, serta layanan dari kantor imigrasi dan lainnya.
Kelebihan dan kekurangan Bisnis Model G2C
Kelebihan
- Dengan adanya transparansi kepada publik, diharapkan dapat tercipta hubungan yang lebih harmonis antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat. Hal ini dapat mengurangi potensi kecurigaan dan ketegangan antar pihak, serta mendorong terciptanya saling pengertian dan kerjasama yang lebih baik di antara semua pihak yang terlibat.
- Memberikan kekuatan kepada masyarakat dengan menyediakan informasi yang mudah diakses, memungkinkan mereka untuk secara mandiri memilih informasi yang mereka butuhkan. Sebagai contoh, informasi terkait data sekolah seperti jumlah ruang kelas, kapasitas murid, passing grade, dan lainnya dapat ditampilkan secara online, memudahkan orang tua dalam memilih sekolah yang tepat untuk anak mereka.
- Layanan yang diberikan menjadi lebih baik dengan penyediaan informasi yang tersedia selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Hal ini menjadi keunggulan tersendiri karena Anda tidak perlu menunggu jam operasional kantor atau datang langsung untuk mengurusnya. Melalui E-Gov, Anda dapat dengan mudah mengakses informasi tersebut dari rumah, pasar, atau lokasi lain selama terhubung dengan internet.
Kekurangan
- Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah potensi terjadinya kejahatan siber yang dapat merusak sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi pada E-Gov. Hal ini disebabkan oleh akses masyarakat yang terbuka terhadap situs pemerintah. Contoh nyata yang pernah terjadi adalah pembobolan situs KPU oleh peretas saat penyelenggaraan Pemilu.
- Keterbatasan kemampuan masyarakat dalam mengakses jaringan internet menjadi salah satu kelemahan yang harus dihadapi dalam implementasi E-Gov.
- Salah satu kelemahan utama adalah kurangnya kesadaran masyarakat terhadap akses publik yang berkaitan dengan keandalan informasi di situs web pemerintah. Selain itu, adanya agenda tersembunyi dari pihak pemerintah dapat memicu bias opini publik.
Sumber: idcloudhost

One thought on “Mengenal Lebih dalam Apa itu Bisnis Model G2C”