
Apa itu Bisnis C2C – Sejak terjadinya pandemi COVID-19, berbagai media ramai membahas lonjakan bisnis model C2C, khususnya di sektor e-commerce. Di Eropa, pandemi ini berhasil menggeser pola belanja dari offline ke digital, mencatat peningkatan sebesar 14% yang biasanya memakan waktu 2-3 tahun pada kondisi normal. Bahkan, McKinsey memperkirakan tren pertumbuhan bisnis C2C ini akan terus berlanjut hingga 2024.
Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan model bisnis C2C? Meski di Indonesia banyak yang menjalankan bisnis ini, istilah tersebut masih belum begitu familiar di kalangan masyarakat. Karena itu, artikel ini akan membahas apa itu model bisnis C2C, ciri-cirinya, cara kerjanya, serta keunggulannya dibandingkan dengan model bisnis lainnya.
Baca juga: Mudah dan Cepat! Platform untuk Pemasaran B2C
Apa itu Bisnis C2C?
Menurut Investopedia, model bisnis C2C adalah konsep di mana pelanggan dapat saling bertransaksi, menjual dan membeli barang satu sama lain. Marketplace atau e-commerce seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dan BliBli adalah contoh nyata dari penerapan model ini.
Di dalam platform tersebut, pelanggan dapat menjadi penjual dengan mendaftarkan produk mereka, sementara pelanggan lainnya berperan sebagai pembeli. E-commerce berfungsi sebagai pihak ketiga yang memfasilitasi transaksi antara kedua pihak, mulai dari pembayaran hingga pengiriman barang.
Keunggulan utama model bisnis ini adalah kemudahannya, karena penjual dan pembeli tidak perlu bertemu langsung untuk bertransaksi. Di luar negeri, model C2C juga diterapkan oleh platform besar seperti Amazon, eBay, dan Craigslist, yang terus mendukung aktivitas jual beli antar konsumen.
Keuntungan dan Kekurangan Bisnis C2C
Bagi pelanggan, model bisnis C2C memberikan peluang besar untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Namun, di balik keuntungan tersebut, model ini juga memiliki beberapa keuntungan dan kekurangan yang perlu dipahami dengan baik.
Kelebihan:
- Model bisnis C2C secara tidak langsung memotong peran perantara seperti pedagang besar dan pengecer dalam proses transaksi. Hal ini memungkinkan pelaku bisnis memperoleh keuntungan lebih besar, sementara konsumen dapat menikmati produk dengan harga yang lebih terjangkau.
- Keuntungan utama bagi pelanggan dari model bisnis C2C adalah mereka tidak perlu memiliki toko fisik. Cukup dengan membuka toko online, mereka bisa menunggu pembeli datang dan bertransaksi. Dengan cara ini, pelanggan dapat menghemat modal karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membangun dan melengkapi toko fisik.
- Model bisnis C2C memberikan kemudahan bagi konsumen untuk menemukan berbagai barang yang diinginkan, karena banyaknya pilihan penjual dengan variasi harga yang beragam.
Kekurangan:
- Karena produk dijual secara online, metode pembayaran sering kali menjadi tantangan tersendiri.
- Kualitas produk yang dijual secara online sering kali diragukan, sehingga penting untuk selalu berhati-hati dan teliti saat berbelanja.
Sumber: durianpay.id

One thought on “Mengenal Apa itu Bisnis C2C? Apa Keuntungan dan Kelebihannya?”