
Di tengah pesatnya evolusi dunia digital, dinamika pemasaran terus berubah, mengharuskan para pemasar untuk terus menyesuaikan strategi mereka. Salah satu perubahan terbesar dalam dekade terakhir ini adalah munculnya Generasi Z sebagai kekuatan ekonomi baru. Lahir antara pertengahan hingga akhir 1990-an hingga awal 2010-an, Generasi Z kini tidak hanya membentuk tren konsumsi, tapi juga merevolusi cara brand berkomunikasi dan berinteraksi dengan konsumen.
Generasi ini, yang besar di era internet, social media, dan teknologi mobile, memiliki karakteristik unik yang membedakan mereka dari generasi sebelumnya. Mereka lebih cenderung mencari keaslian, transparansi, dan personalisasi dalam merek yang mereka dukung. Dengan kepekaan yang tinggi terhadap isu-isu sosial dan lingkungan serta kecenderungan untuk mengutamakan nilai dan tujuan daripada sekadar produk. Generasi Z mengajak kita memasuki era baru dalam pemasaran, era dimana konten digital, keberlanjutan, dan interaksi menjadi kunci.
Memahami Karakter Gen Z
Generasi Z, atau sering disingkat sebagai Gen Z, adalah generasi pertama yang tumbuh dengan internet, media sosial, dan teknologi digital sebagai bagian integral dari kehidupan sehari-hari mereka. Karakter Gen Z ini memiliki beberapa ciri khas yang membedakan mereka dari generasi sebelumnya, yaitu:
1. Digital Natives
Gen Z tidak mengenal dunia tanpa internet. Mereka sangat mahir menggunakan berbagai perangkat digital dan platform media sosial. Mereka lebih suka konten visual seperti video dan gambar dibandingkan teks panjang.
2. Multitaskers
Kebiasaan Gen Z yang selalu terhubung dengan berbagai perangkat membuat mereka sangat terampil dalam multitasking. Mereka bisa memantau beberapa media sekaligus, seperti menonton video di YouTube sambil chatting di WhatsApp.
3. Pendekatan yang Lebih Kritis
Gen Z dikenal lebih kritis dan skeptis terhadap informasi yang mereka terima. Mereka tidak mudah terpengaruh oleh iklan tradisional dan lebih percaya pada ulasan pengguna atau rekomendasi dari influencer.
4. Fokus pada Keberlanjutan
Generasi ini sangat peduli dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Mereka lebih cenderung mendukung merek yang memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan.
5. Kebutuhan akan Otentisitas
Keaslian dan transparansi sangat penting bagi Gen Z. Mereka dapat dengan cepat mengidentifikasi apakah sebuah merek atau kampanye marketing asli atau sekadar upaya pemasaran.
Baca Juga: Peran Green Marketing Bagi Bisnis
Contoh
Wardah
Wardah dikenal sebagai merek kosmetik halal yang peduli dengan etika dan keberlanjutan. Gen Z, yang menghargai keaslian dan kepedulian terhadap isu sosial, akan terhubung dengan baik jika Wardah menonjolkan nilai-nilai ini dalam setiap kampanye. Menampilkan transparansi dalam bahan dan proses produksi juga dapat meningkatkan kepercayaan. Wardah Cosmetics mengusung kampanye “Beauty is You” yang menekankan pada keindahan alami dan keberagaman. Mengapa Efektif? Kampanye ini menarik bagi Gen Z yang menghargai keaslian, inklusivitas, dan pemberdayaan perempuan, serta menunjukkan kesadaran merek terhadap isu-isu sosial yang penting bagi generasi ini.
Adidas
Pada perhelatan piala dunia 2018 lalu, Adidas menjalankan kampanye “Create the Answer”. Perusahaan tersebut, berkolaborasi dengan 56 kreator paling berpengaruh di dunia dalam budaya olahraga, termasuk Leo Messi, Caroline Wozniacki, Karlie Kloss, Pharrell Williams, dan Gabriel Jesus. Slogan “Dunia membutuhkan jawaban. Kreativitas adalah jawabannya. Lakukanlah sendiri” menjadi pesan dalam kampanye tersebut. Iklan ini mendorong para kreator dari berbagai budaya olahraga untuk menjadi berani, tidak terduga, dan membentuk realitas mereka sendiri. Hal ini menjadi sebuah pesan yang sangat diterima oleh audiens Gen Z yang mandiri, berwirausaha, dan kreatif.
Sumber:
Pemasaran Lebih Dekat Dengan Gen Z

One thought on “Marketing ala Gen Z”