5 Jenis Content Pillar untuk Strategi Pembuatan Konten

DIPDOP > Ceative Agency > Content Marketing > 5 Jenis Content Pillar untuk Strategi Pembuatan Konten
jenis content pillar
Photo by Austin Distel on Unsplash

Dalam dunia pemasaran digital, content pillar adalah elemen penting yang membantu dalam menyusun strategi konten. Hal tersebut juga memiliki tujuan sebagai fondasi dari konten yang akan dibuat. Dengan memahami dan mengimplementasikan content pillar, Anda dapat memastikan bahwa konten yang dihasilkan relevan, menarik, dan bermanfaat bagi audiens target.

Ada lima jenis content pillar yang umum digunakan dalam pembuatan konten. Masing-masing pilar ini memiliki peran dan manfaat tersendiri dalam membantu membangun hubungan dengan audiens dalam meningkatkan keterlibatan. Berikut adalah penjelasan mengenai kelima jenis content pillar tersebut.

Jenis – Jenis Content Pillar

1. Pendidikan (Educational)

Jenis content pillar pendidikan bertujuan untuk memberikan informasi yang berguna dan mengedukasi audiens. Konten ini dapat berupa artikel, video tutorial, infografis, atau panduan yang memberikan wawasan tentang topik tertentu. Tujuannya adalah untuk membantu audiens memahami lebih baik tentang industri, produk, atau layanan yang ditawarkan, serta untuk membangun kredibilitas.

Konten pendidikan berfokus pada menjawab pertanyaan umum, memberikan panduan langkah, atau menjelaskan konsep yang kompleks dengan cara yang mudah dimengerti. Dengan menyediakan konten yang edukatif, brand dapat membangun kepercayaan dengan audiens dan menunjukkan bahwa mereka ahli dalam bidangnya. Selain itu, konten pendidikan juga dapat membantu menarik calon pelanggan yang sedang mencari solusi atau informasi yang relevan dengan kebutuhan mereka.

2. Hiburan (Entertainment)

Jenis content pillar hiburan dirancang untuk menghibur dan menarik perhatian audiens. Konten ini bisa berupa meme, video lucu, kuis interaktif, atau cerita menarik yang membuat audiens tertarik untuk berinteraksi dan berbagi dengan teman-teman mereka. Hiburan adalah cara yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan dan membuat brand Anda lebih mudah diingat.

Konten hiburan sering kali berfokus pada aspek emosional, menciptakan tawa, atau memberikan kejutan yang menyenangkan bagi audiens. Dengan menyajikan konten yang menghibur, brand dapat membangun hubungan yang lebih dekat dan personal dengan audiens. Selain itu, konten hiburan juga dapat meningkatkan engagement yang pada akan membantu menjangkau audiens yang lebih luas.

3. Inspirasi (Inspirational)

Jenis content pillar inspirasi bertujuan untuk memotivasi dan menginspirasi audiens. Konten ini bisa berupa kisah sukses, kutipan motivasi, atau cerita tentang perjalanan pribadi yang penuh makna. Tujuannya adalah untuk memberikan dorongan positif dan semangat kepada audiens, serta untuk menunjukkan nilai-nilai dan visi brand.

Konten inspirasi sering kali berfokus pada kisah nyata dan pengalaman yang menginspirasi audiens untuk mencapai tujuan mereka. Dengan menyajikan konten yang inspiratif, brand dapat membangun koneksi emosional yang kuat dengan audiens dan menunjukkan bahwa mereka peduli dengan kesuksesan pelanggan mereka. Selain itu, konten inspirasi juga dapat memperkuat citra merek dan memperdalam loyalitas pelanggan.

4. Informasi (Informational)

Jenis content pillar informasi bertujuan untuk memberikan update terbaru dan berita yang relevan bagi audiens. Konten ini bisa berupa artikel berita, update produk, atau wawancara dengan ahli. Tujuannya adalah untuk menjaga audiens tetap mengetahui perkembangan terbaru dalam industri atau topik yang mereka minati.

Konten informasi sering kali berfokus pada menyajikan fakta, data, dan analisis yang akurat dan terpercaya. Dengan menyediakan konten yang informatif, brand dapat menunjukkan bahwa mereka selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru. Selain itu, konten informasi juga dapat membantu membangun reputasi sebagai sumber yang dapat diandalkan untuk informasi terkait industri.

5. Promosi (Promotional)

Jenis content pillar promosi dirancang untuk memasarkan produk atau layanan secara langsung kepada audiens. Konten ini bisa berupa penawaran khusus, diskon, kampanye iklan, atau ulasan produk. Tujuannya adalah untuk mendorong audiens untuk mengambil tindakan, seperti membeli produk, mendaftar layanan, atau berpartisipasi dalam kampanye tertentu

Konten promosi sering kali berfokus pada menyoroti manfaat dan keunggulan produk atau layanan, serta memberikan alasan yang kuat bagi audiens untuk melakukan pembelian. Dengan menyajikan konten promosi, brand dapat meningkatkan penjualan, serta membangun kesadaran merek melalui kampanye pemasaran yang efektif. Selain itu, konten promosi juga dapat membantu memperkenalkan produk baru atau mendorong keterlibatan dalam acara atau kegiatan yang diadakan oleh brand.

Sumber:

Creating Content Pillars for Social Media: Step-By-Step Guide With Examples

How to Create Content Pillars for Social Media in 2024

Muhammad Akbar Saputra
akbarsaputra67@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *