Langkah Kreatif Memahami Keinginan Pembeli

DIPDOP > Ceative Agency > Digital Marketing > Copywriting > Call to Action > Langkah Kreatif Memahami Keinginan Pembeli
Langkah Kreatif Memahami Keinginan Pembeli

Berbagai iklan sekarang bisa ditemukan di mana saja, terutama ruang digital yang semakin memudahkan seseorang atau sekelompok gencar memasang promosi. Ranah pemasaran digital yang semakin kompetitif membuat standar periklanan juga semakin tinggi untuk bisa menggaet audiens. Nggak sedikit yang kerap gagal ketika memasang iklan dan target berakhir tidak sesuai ekspektasi. Tentu nggak ada yang berharap hal ini terjadi.

Iklan yang biasanya bertujuan untuk konversi malah bisa menjadi rugi ketika target yang diinginkan tidak tercapai. Padahal desain sudah dibuat semenarik mungkin, headline sudah jelas, atau isi konten sudah sesuai, tapi kenapa masih bisa gagal? Dalam artikel ini, kamu akan lebih memahami bagaimana iklan bisa memberikan power untuk mendapatkan konversi atau tujuan yang diinginkan.

Terlalu Fokus Teori, Mengesampingkan Pembeli

Tanpa sadar banyak iklan yang cuma sekadar promosi dan terlihat desperate supaya audiens menjadi pelanggan mereka. Padahal iklan adalah teknik komunikasi untuk mengajak audiens bergabung menjadi bagian dari komunitas pelanggan, memengaruhi secara positif dan mulus dengan memberikan nilai-nilai yang juga menguntungkan mereka. Kalau kamu nggak mau rugi, buyers-mu apalagi.

Memang dalam pemasaran ada yang namanya funnel sebagai proses visualisasi perjalanan calon pelanggan sebelum mereka benar-benar menjadi pelanggan dan bahkan memilih loyal. Namun teori adalah sebuah dasar dan penjelasan untuk memberikan petunjuk sebelum kita mulai bertindak. Sayangnya, nggak sedikit yang akhirnya berpatokan pada funnel dan menekankannya di tiap alur.

Teori yang terlalu berlarut justru membuat iklan jadi hambar. Kita jadinya kurang memperhatikan apa sebenarnya keinginan dan pemikiran dari pelanggan kita. Kita lupa bahwa untuk bisa menerapkan funnel dengan efisien, kita juga harus mampu memahami calon pelanggan agar kita bisa memberikan solusi yang tepat.

Menggali Aset Brand

Supaya kamu bisa memahami target konsumen dengan baik, penting bagi kamu untuk memahami merek sendiri terlebih dahulu. Hal ini agar kamu tahu informasi berharga yang bisa jadi landasan untuk mengembangkan materi iklan dengan lebih efektif. Ibaratnya seperti belajar memahami diri sendiri sebelum bisa memahami orang lain.

Bukan hanya memahami identitas dan branding saja, tetapi juga menganalisis berbagai informasi yang sudah terkumpul di dalam, baik itu informasi dari luar yang sudah ada atau informasi murni dari brand. Misalnya, testimonial pelanggan bisa jadi dasar kuat untuk iklan selanjutnya. Informasi-informasi tersebut adalah aset brand yang nggak boleh dilewatkan. Sebab kita nggak cuma jadi tahu dari pandangan subjektif, tapi juga objektif dari penilaian pelanggan yang sudah ada.

Ada banyak hal yang bisa dikulik untuk menganalisis sebelum iklan dibuat. Kamu bisa mengunjungi website resmi brand-mu untuk memperhatikan secara seksama elemen-elemen yang ada pada situs. Berikan perhatian lebih pada bagian fitur, tawaran khusus, dan hal-hal unik dari brand. Selain itu, kamu bisa buka media sosial untuk mencari tahu postingan seperti apa yang banyak mendapat interaksi. Analisis kenapa konten tersebut disukai dan bagaimana audiens kamu menunjukkan keterlibatan pada postingan tersebut. Perhatikan juga bagaimana testimoni yang diberikan oleh pelangganmu.

Mempelajari Konten yang Sukses

Setelah memahami aset informasi sebelumnya, kamu bisa beranjak melakukan analisis terhadap konten-konten yang berhasil di industri sejenis maupun kompetitor. Bukan berarti nantinya kamu akan meniru konten yang sama, tapi dari sana kamu bisa belajar strategi dan pendekatan yang terbukti efektif. Kamu bisa mendapatkan informasi terkait tren seperti apa yang bisa diolah dan bagaimana metode alternatif dalam mengadaptasinya.

Perhatikan bagaimana mereka memadukan format, pesan, dan visual untuk efektivitas konten. Analisis juga bagaimana teknik pemasaran yang digunakan suatu bisnis di industri yang sejenis, apakah cocok jika diadaptasi untuk merekmu? Proses ini juga mencakup identifikasi konten mana yang mendapatkan engagement tinggi dan mana yang kurang berhasil untuk menjadi pembelajaran.

Memaksimalkan Caption

Terlepas dari gambar ataupun video yang dibagikan untuk postingan, kamu tetap nggak bisa melupakan peran caption. Caption tetap menciptakan ketertarikan bagi konsumen karena memberikan konteks dari konten yang terunggah.

Tulis caption yang kuat dan mainkan emosi audiens. Bisa dengan membuat pertanyaan untuk memicu rasa ingin tahu dan mendapatkan perhatian mereka. Bisa juga dengan menyebutkan hal-hal yang relevan dalam keseharian dengan catatan tetap harus sesuai dengan topik konten.

Penting dan nggak bisa ditinggalkan adalah CTA yang wajib ada. Nantinya CTA ini juga muncul dalam tampilan iklan supaya calon pelanggan bisa lebih mudah melakukan tahap selanjutnya yang sesuai dengan arahanmu. Lengkapi dengan menonjolkan manfaat dan keuntungan daripada fitur dari produk atau layanan yang kamu tawarkan.

Baca Juga: Tips Agar Brand Melekat di Hati Konsumen

Kesimpulan

Dalam memahami calon pelanggan, kamu harus berani mengeksplor dan melakukan langkah kreatif supaya iklan yang akan kamu pasang mampu mencapai target yang ditetapkan. Kuasai dengan baik apa solusi yang bisnismu tawarkan dan pahami berbagai informasi yang sudah terkumpul untuk semakin memahami pendekatan yang tepat terhadap persona pelanggan. Jangan terlalu fokus memperjualkan fitur, tapi highlight lebih banyak manfaat yang akan pembelimu dapatkan.

Pemasaran juga tentang emosi, jadi bubuhkan ketulusan agar iklan nggak flat. Bagaimanapun adaptasi sangat penting dalam proses marketing sehingga kamu bebas melakukan berbagai uji coba dan evaluasi sampai menemukan cara yang paling efektif.

Nashwah Ainurriza
nainurriza@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *