
Dipdop.net – Dari sekian banyaknya jenis konten digital marketing, kira-kira mana aja yang udah pernah kamu coba? Pastinya, masih ada banyak jenis konten menarik yang belum pernah kamu coba, ‘kan? Hal itu wajar banget, mengingat medsos yang kita gunakan untuk berjejaring maupun berbisnis sangat-sangat beragam isinya. Toh, penggunanya ada di hampir seluruh dunia yang punya pikiran berbeda-beda.
Kalau soal konten yang isinya pakai meme kucing, seberapa familier kamu? Aslinya, kita sering kali melihat konten dengan meme kucing yang nggak cuma bersifat hiburan, tetapi juga komersial. Barangkali, tidak jarang pula konten meme kucing itu mendapat impresi yang cukup tinggi. Jadinya, bisa kita menduga kalau konten meme kucing termasuk laku keras di medsos?
Apabila kamu bingung ingin membuat konten macam apa lagi, kamu bisa membuat konten meme kucing. “Tapi, ‘kan itu meme, kucing lagi!” Eits, jangan salah, konten dengan meme kucing bahkan cocok untuk bermacam-macam jenis bisnis yang kamu punya. Kenapa, tuh, alasannya?
Baca Juga: Seberapa Penting Lagu untuk Konten Digital Marketing di Medsos Kamu?
Termasuk Konten Timeless yang Dijamin Awet
Tanpa kita sadari, meme kucing ini merupakan meme yang paling awet dibanding meme lain. Coba lihat meme brainrot Tung Tung Tung Sahur atau meme parodi bocah Pacu Jalur yang sekarang sudah jarang dibicarakan orang setelah dalam beberapa waktu sempat begitu populer. Sementara itu meme kucing tidak demikian karena kehadirannya yang nggak terlalu populer, tetapi tetap dapat dinikmati oleh umum.
Konten dengan meme kucing menjadi konten yang timeless. Bisa jadi, konten yang kamu buat dengan menggunakan meme kucing akan muncul di FYP orang lain beberapa tahun kemudian. Meskipun, pada saat itu kita juga nggak tahu apakah meme kucing masih relevan, nyatanya konten kita tetap akan muncul dengan hiburan.
Kelihatan Niche, Padahal Sebenarnya Nggak Terlalu
Kalau dilihat-lihat, memang meme kucing cuma pakai ekspresi atau reaksi kucing yang itu-itu aja, sih. Paling jelas, memenya hanya berpusat pada kucing doang. Akan tetapi, hal-hal itu nggak lantas membuat meme kucing jadi suatu konten dengan niche tertentu. Konten kucing bisa dinikmati siapa pun nggak hanya seorang cat lover aja, sebab yang dikedepankan adalah reaksi kucing yang jenaka dan membuat terpingkal-pingkal.
Lucunya Nggak Perlu Dibuat-buat Karena Kucing Udah Lucu
Sebagai seekor hewan yang dikategorikan sebagai hewan peliharaan, kucing memang punya tampang yang imut sehingga banyak yang menyukainya. Nah, kalau soal meme kucing, kucing-kucing yang muncul adalah dengan ekspresi lucunya yang terkesan “relate” atau mewakilkan perasaan audiens.
Dengan adanya meme kucing, kamu nggak perlu kesusahan mikir apakah konten yang kamu rencanakan konsepnya sebelum-sebelumnya bisa bikin audiens senang dan ketawa. Bahkan, meskipun meme kucing yang dipakai itu-itu saja untuk value konten yang berbeda-beda, suasananya tetap akan lucu dan tidak membosankan karena ekspresi kucing-kucing tersebut.
Gampang untuk Riset Meme Kucing
Satu lagi yang membuat konten meme kucing bahkan cocok untuk digital marketing adalah karena risetnya yang sangat mudah! Yap, dengan adanya banyak konten meme kucing yang sudah sering kita lihat di TikTok ataupun Instagram pun bisa dijadikan sebagai inspirasi. Kalau sedang untung, mungkin yang akan kamu temui adalah “mentahan” atau asal-usul dari meme kucing tersebut.
Terdapat banyak akun yang menjadikan konten meme kucing ini sebagai niche-nya baik komersial maupun nonkomersial. Salah satunya akun @memecatcorporatee yang mengungkapkan suka-duka menjadi bagian dari korporat dengan menggunakan meme kucing. Hasilnya, tayangan yang didapatkan untuk di Instagram reels kebanyakan telah mencapai lebih dari 100 ribu tayangan. Akun ini pun bisa kamu jadikan inspirasi apabila hendak membuat konten dengan meme kucing nantinya.
Dari meriset meme kucing, kamu bisa mengetahui pola penggunaan meme kucing tersebut untuk menggambarkan adegan atau reaksi yang bisa disesuaikan dengan konteks yang ada. Nilai tambahnya, kamu juga akan memperbanyak stok bahan meme kucing untuk dipakai pada kontenmu. Kamu bahkan bisa memakai bahan meme kucing yang sama untuk berkali-kali asalkan konteks konten yang berbeda-beda tentunya.
Baca Juga: UGC, CGC, dan EGC: 3 Tipe Konten yang Trend di Medsos, Apa Bedanya?
Kesimpulan
Terlihat jenaka dan sangat menghibur, sebenarnya meme kucing yang sering kita lihat di medsos itu bisa dijadikan konten untuk digital marketing, loh. Alasannya, karena meme kucing termasuk meme yang timeless, nggak terlalu niche, ekspresi menggemaskan si kucing, serta cara riset yang mudah. Bisa dibilang, konten meme kucing ini termasuk sebagai alternatif jika kamu bingung ingin membuat konten dalam bentuk apa lagi. Di samping itu, konten meme kucing juga merupakan paket lengkap, sebab selain ada hiburan, kamu bisa juga menyelipkan promosi.(WA)
