
Dipdop.net – Baru-baru ini, TikTok menjadi sorotan dengan laporan tren terbarunya, “TikTok Trend Report 2025”. Salah satu konsep yang mencuri perhatian adalah “Identity Osmosis”, sebuah fenomena di mana brand atau perusahaan menyesuaikan identitasnya dengan nilai (value) yang dipegang oleh audiens. Salah satu contoh menarik yang bisa diangkat adalah bagaimana Pertamina, sebagai salah satu BUMN terbesar di Indonesia, berhasil menciptakan konten jedag-jedug yang viral dan menjadi tren.
Konten Jedag-Jedug Pertamina: Beda dari yang Lain
Pertamina, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), biasanya identik dengan citra formal dan profesional. Namun, belakangan ini, konten-konten yang diunggah oleh Pertamina di platform TikTok justru terlihat lebih santai, bahkan cenderung “jedag-jedug”. Konten tersebut berhasil menarik perhatian dengan meraih 4,3 juta views dan diikuti oleh lebih dari 500 akun TikTok lainnya.
Konten tersebut mengangkat pesan sederhana namun powerful: percaya diri sebagai bagian dari tim Pertamina, meskipun mendapat tanggapan negatif dari orang lain. Pesan ini disampaikan dengan gaya yang tidak biasa bagi sebuah perusahaan besar, apalagi BUMN. Alih-alih menggunakan pendekatan formal, Pertamina justru memilih untuk lebih relatable dan dekat dengan audiens muda di TikTok.
Baca Juga: Kenapa Top Brand Punya Lebih dari 1 Akun? Tren Sosmed 2025 yang Perlu Diketahui – DIPDOP
Identity Osmosis: Menyesuaikan Identitas Brand dengan Audiens
Istilah “Identity Osmosis” yang dipopulerkan oleh TikTok Trend Report 2025 (tiktok.com) merujuk pada kemampuan brand atau perusahaan untuk berevolusi dan menyesuaikan diri dengan nilai-nilai yang dipegang oleh konsumen atau audiensnya. Dalam konteks Pertamina, hal ini terlihat dari bagaimana mereka mengubah gaya komunikasi di TikTok.
Platform TikTok sendiri memiliki karakteristik yang berbeda dengan media sosial lainnya. Konten di TikTok cenderung lebih santai, kreatif, dan menghibur. Pertamina memahami hal ini dan memutuskan untuk tidak lagi terpaku pada citra formal yang selama ini melekat. Alih-alih, mereka memilih untuk menyesuaikan diri dengan budaya TikTok yang lebih cair dan dinamis.
Employee Generated Content (EGC): Karyawan Jadi Bagian dari Tren
Salah satu dampak positif dari konten jedag-jedug Pertamina adalah munculnya Employee Generated Content (EGC). Karyawan Pertamina turut serta membuat konten serupa, sehingga menciptakan gelombang tren yang lebih besar. Hal ini menunjukkan bahwa konten yang dibuat tidak hanya diterima oleh audiens eksternal, tetapi juga oleh internal perusahaan.
Fenomena ini membuktikan bahwa keberhasilan sebuah konten tidak selalu bergantung pada ikutan tren, tetapi juga pada kemampuan untuk menciptakan tren sendiri. Pertamina berhasil melakukannya dengan memahami audiens dan platform yang digunakan.
Baca juga: Investasi untuk Pemula: Panduan Praktis Membangun Dasar Keuangan yang Kuat – DIPDOP
Pelajaran Berharga untuk Konten Corporate
Poin penting yang bisa diambil dari kasus Pertamina ini bukanlah pada gaya jedag-jedug-nya, melainkan pada kemampuan brand untuk menyesuaikan identitasnya dengan platform dan audiens. Setiap platform media sosial memiliki karakteristik dan budaya yang berbeda. Apa yang berhasil di LinkedIn mungkin tidak akan sama efektifnya di TikTok.
Bagi perusahaan atau brand yang ingin meningkatkan engagement di TikTok, penting untuk memahami bahwa platform ini membutuhkan pendekatan yang lebih santai, kreatif, dan menghibur. Identity Osmosis menjadi kunci untuk bisa tetap relevan dan diterima oleh audiens muda yang mendominasi TikTok.
Kesimpulan
Pertamina telah membuktikan bahwa bahkan BUMN pun bisa beradaptasi dengan tren digital yang terus berkembang. Dengan memahami konsep Identity Osmosis, mereka berhasil menciptakan konten yang tidak hanya viral, tetapi juga membangun kedekatan dengan audiens. Bagi brand atau perusahaan lain, ini menjadi pelajaran berharga bahwa fleksibilitas dan pemahaman terhadap platform serta audiens adalah kunci kesuksesan di era digital.
Jadi, jangan ragu untuk mengeksplorasi gaya konten yang berbeda, asalkan sesuai dengan nilai brand dan audiens yang dituju. Siapa tahu, brand Anda bisa menjadi trendsetter berikutnya!
(SA)

One thought on “Kok Pertamina kontennya malah jedag-jedug?Identity Osmosis ala TikTok 2025”