Hindari 6 Kesalahan yang Bikin Stand Jualanmu Sepi Berikut Ini!

DIPDOP > Ceative Agency > Penjualan > Edukasi Bisnis > Hindari 6 Kesalahan yang Bikin Stand Jualanmu Sepi Berikut Ini!
Hindari 6 Kesalahan yang Bikin Stand Jualanmu Sepi Berikut Ini!

Dipdop.net – Sebagai UMKM, hal yang mungkin paling ditakutkan kala berjualan adalah mendapati stand jualan yang sepi, baik itu di saat baru beberapa saat atau telah seharian berjualan. Kalau hal tersebut terjadi, yang jadi datang bukannya untung, tetapi malah rugi buntung!

Menjadi ketakutan terbesar, rupanya ada berbagai faktor yang membuat stand jualan sepi. Di antara berbagai faktor tersebut, salah satunya adalah kesalahan-kesalahan yang sebelumnya tidak diketahui sehingga sulit untuk dihindari. Oleh karena itu, kamu perlu mencegahnya dengan cara menghindari 6 kesalahan yang bikin stand jualan sepi berikut ini:

Baca Juga: Inovatif, Food Stand “Martabak Kotak” Asal Yogya ini Tawarkan Martabak yang Nggak Biasa!

1. Tidak memasang banner

Kesalahan pertama dan paling sering dilakukan pedagang UMKM yang baru memulai membuka stand biasanya adalah tidak memasang banner. Banner membantu pembeli untuk mengetahui produk yang sedang kamu jual dan alasan mengapa pembeli harus membeli produkmu.

Stand jualan UMKM tidak selalu permanen, terkadang berpindah-pindah tempat. Bagi pembeli yang baru melihatnya, mungkin ia akan bertanya produk yang sedang kamu jual. Namun, tidak semua pembeli mau menghabiskan waktu atau dengan berani untuk sekadar bertanya padahal belum tentu cocok dengan preferensinya.

Solusi: Cetak banner berukuran 2×1 secara horizontal atau vertikal (khusus untuk banner X yang bisa berdiri sendiri) berisikan keterangan merek, produk yang dijual, gambar produk, harga, varian, serta slogan atau tagline yang mengunggulkan jualanmu, seperti, “Pertama di Majalengka!” “Fresh karena yang buat asli orang Bandung!”

2. Merahasiakan harga produk

Ada kalanya meski telah memasang banner, banyak dari pedagang UMKM yang merahasiakan harga produknya sehingga stand jualannya tetap sepi. Padahal, harga adalah hal yang krusial dalam jual beli. Semakin transparan, semakin pembeli yakin untuk membeli karena sesuai dengan budget yang dimiliki. Kamu juga tidak perlu repot menjawab pertanyaan mengenai harga yang datang dari pembeli yang berbeda.

Solusi: Pasang harga secara detail sesuai varian atau harga dari salah satu produk dengan harga terendah. Misalnya, “Only 5K” “rasa cokelat Rp2.000, stroberi Rp2.500, cookies Rp3.500”. Bisa juga dengan menuliskan, “Mulai dari Rp5.000 saja!”

3. Tempat kurang strategis

Menentukan tempat yang strategis untuk membuka stand memang sulit. Bukan perkara ramai atau tidaknya tempat, sebab tempat yang ramai belum tentu membuat stand-mu otomatis ramai, begitu pula sebaliknya.

Solusi: Jika berjualan di sekitar/depan rumah, perhatikan terlebih dahulu letak rumahmu dan banyaknya orang yang lewat. Letak stand di dekat pertigaan gang, dekat lapangan, dekat sekolah, dan di depan jalan raya sering kali menjadi tempat yang pas untuk berjualan. Jika dalam beberapa hari, omzetmu tidak meningkat, maka kamu bisa mencari tempat baru.

Pastikan untuk tidak berjualan di dekat stand yang menjual produk yang sama denganmu. Pilihan memang dibutuhkan pembeli, tetapi kalau baru memulai, pembeli justru malah akan memilih pilihan yang sudah lama ada. Kamu juga bisa berjualan dengan stand yang saling melengkapi, misalnya berjualan es kelapa muda di dekat stand mie ayam.

4. Salah mengambil momentum

Stand jualan sepi juga bisa diakibatkan oleh kesalahan saat mengambil momentum. Hal ini bisa saja terjadi jika sebelumnya kamu tidak meriset pola perilaku dan gaya hidup masyarakat pada momentum tertentu. Misalnya, pada saat CFD (Car Free Day), meskipun terdapat keramaian orang yang berlalu-lalang untuk berjalan santai atau berolahraga, nyatanya berjualan berkalori tinggi akan sulit laku. Berjualan makanan sehat, seperti buah potong, infused water, atau minuman isotonik malah lebih sesuai dengan keadaan setelah berolahraga.

Solusi: Lakukan riset dengan terjun langsung ke lapangan, kemudian lihat pola perilaku masyarakat pada momen tertentu. Kamu mesti bisa menentukan momen tersebut memungkinkan masyarakat untuk berhenti sejenak sebentar, cukup lama, atau sangat lama; masyarakat membawa pasangan, keluarga, atau hanya sendirian; serta niat mayoritas masyarakat datang ke tempat tersebut. Suasana saat festival, konser, atau perlombaan akan sangat cocok menjual makanan berat hingga kebutuhan pribadi.

5. Produk tidak ter-display dengan baik

Salah satu yang menjadi daya tarik saat membuka stand jualan agar tidak sepi adalah produk yang ter-display dengan baik. Faktor ini akan meningkatkan kemungkinan pembeli merasa yakin untuk melakukan transaksi jual beli. Display makanan atau minuman yang menggugah selera bahkan menjadi faktor utama pembeli akhirnya menjatuhkan pilihannya pada stand jualanmu. Sebaliknya, jika tidak ter-display dengan baik, pembeli akan merasa was-was dan ragu untuk membeli produkmu.

Solusi: Siapkan sampel produk di paling depan, jika perlu pakai barang tambahan yang membuatnya terlihat lebih tinggi dan langsung terlihat oleh mata. Apabila kamu tak yakin, kamu bisa menunjukkan varian rasa atau topping di bagian depan jika yang dijual berupa makanan atau minuman.

6. Kebersihan produk kurang dijaga

Kesalahan yang sering kali harus dihindari karena membuat stand jualan sepi adalah kebersihan yang tidak dijaga. Stand yang dibuka dengan tampilan yang kotor atau di tempat yang penuh sampah akan memberikan persepsi bahwa produkmu tidak aman untuk dibeli oleh pembeli.

Solusi: Jaga kebersihan stand dengan membersihkannya dahulu sebelum membuka stand. Kamu juga bisa menyediakan trash bag agar kamu atau pembeli bisa membuang sampah secara langsung dengan benar. Pastikan stand-mu juga terbebas dari lalat dan kecoa.

Baca Juga: 6 Kesalahan dalam Melayani Pembeli yang Membuat Toko Sepi Pelanggan

Kesimpulan

Stand jualan sepi memang menjadi ketakutan terbesar para UMKM saat berjualan. Namun, hal ini bisa dicegah dengan menghindari kesalahan-kesalahan yang mungkin secara tak sadar dilakukan. Untuk itu, setidaknya kamu perlu menjaga kebersihan stand, memilih momen dan tempat yang sesuai, menampilkan produk, serta memasang banner yang disertai oleh merek dan harga produk.

Ingin membangun bisnis UMKM, tetapi membutuhkan banyak persiapan sebelum memulai dan bingung mengenai caranya? Kunjungi Dipdop.net untuk temukan solusinya. (WA)

Wafiq Azizah
of.wafiqazizah@gmail.com
Coordinator Admin DIPDOP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *