Kenapa Produk Kamu Susah Laku? Begini Cara Bikin Orang Antusias Beli

DIPDOP > Ceative Agency > Digital Marketing > Kenapa Produk Kamu Susah Laku? Begini Cara Bikin Orang Antusias Beli
Kenapa Produk Kamu Susah Laku? Begini Cara Bikin Orang Antusias Beli

Dipdop.net – Menjual produk ternyata tidak selalu soal “produknya bagus, pasti laku.” Banyak pebisnis baru bingung, kenapa produk yang sudah dikerjakan dengan baik justru jarang terjual. Kuncinya bukan sekadar kualitas, tapi bagaimana produk itu sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar. Di artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah praktis agar produk kamu bisa lebih cepat diminati, dengan pendekatan yang realistis untuk UMKM di Indonesia.

Baca juga: Omset Turun? Begini Cara Marketing Funnel Bisa Bikin Bisnismu Tetap Naik

Mulai dari Riset Pasar yang Tepat

Langkah pertama yang sering diabaikan adalah riset pasar. Banyak pelaku usaha gagal bukan karena produknya buruk, tapi karena tidak sesuai dengan keinginan pasar. Misalnya, seorang penjual pakaian anak di Jakarta mengira semua orang ingin pakaian bermerek mahal, padahal target pasar utamanya adalah orang tua muda yang mencari pakaian nyaman dan praktis untuk anak.

Riset pasar bisa dilakukan dengan berbagai cara sederhana. Kamu bisa melihat tren melalui Google Trends atau keyword planner untuk mengetahui apa yang sedang dicari banyak orang. Mengamati marketplace seperti Shopee, Tokopedia, atau Bukalapak juga membantu untuk melihat produk yang sedang laris. Selain itu, mengikuti akun media sosial yang relevan dengan kategori produk akan memberi gambaran konten yang viral dan komentar audiens. Hasil riset ini akan membantu menentukan produk mana yang benar-benar dibutuhkan pasar, bukan sekadar produk yang ingin kamu jual.

Fokus pada Niche Market, Bukan Semua Orang

Kesalahan umum UMKM adalah mencoba menjual ke “semua orang.” Padahal, bisnis yang sukses biasanya fokus pada segmen pasar yang spesifik. Misalnya, daripada menjual sepatu untuk semua usia dan jenis kelamin, lebih efektif jika menargetkan sepatu untuk remaja perempuan yang aktif di sekolah dan olahraga ringan. Dengan menargetkan niche tertentu, kamu bisa lebih mudah menyesuaikan desain produk sesuai karakter audiens, membuat konten pemasaran yang relevan dan menarik bagi kelompok tertentu, serta menentukan strategi harga yang tepat berdasarkan daya beli target pasar. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan peluang penjualan, tapi juga membangun loyalitas pelanggan, karena mereka merasa produk dibuat khusus untuk mereka.

Gunakan Data untuk Validasi Produk

Keputusan berbasis intuisi bisa berisiko. Pebisnis yang menggunakan data dalam pengambilan keputusan cenderung lebih sukses. Misalnya, sebelum meluncurkan varian baru keripik pedas, seorang pelaku UMKM bisa membuat survei singkat di Instagram Story atau grup WhatsApp untuk melihat apakah pelanggan potensial tertarik. Selain survei, data juga bisa diambil dari jumlah pencarian kata kunci di Google atau marketplace, jumlah interaksi dan komentar pada konten terkait produk di media sosial, maupun analisis kompetitor untuk melihat siapa yang sudah menjual produk serupa dan bagaimana performanya. Dengan validasi data, risiko produk tidak laku bisa diminimalkan.

Bangun Posisi dan Diferensiasi yang Kuat

Memiliki produk yang tepat saja tidak cukup. Kamu harus memastikan produk “top of mind” di benak pelanggan. Caranya melalui positioning dan branding. Misalnya, sebuah UMKM di Bandung menjual oleh-oleh khas kota mereka, tapi menekankan keunikan rasa dan kemasan Instagramable. Dengan begitu, meski banyak pesaing, pelanggan langsung mengasosiasikan produk itu dengan kota Bandung dan kualitas tertentu.

Beberapa strategi yang bisa diterapkan termasuk menjaga branding yang konsisten, mulai dari logo, warna, bahasa promosi, hingga foto produk di semua platform. Testimoni positif pelanggan juga sangat penting sebagai social proof untuk meningkatkan kepercayaan. Selain itu, buat diferensiasi yang unik agar sulit ditiru pesaing, misalnya resep rahasia atau desain eksklusif yang membedakan produk kamu.

Pahami Unfair Advantage Bisnis Kamu

Dalam bisnis, ada istilah unfair advantage, yaitu keunggulan yang sulit ditiru pesaing. Contohnya bisa berupa lokasi strategis yang sulit disaingi, keahlian khusus atau pengalaman bertahun-tahun di bidang tertentu, atau komunitas dan jaringan eksklusif yang mendukung penjualan. Seorang penjual kopi di Surabaya misalnya, punya akses biji kopi spesial dari petani lokal langganan, yang tidak bisa diperoleh oleh pesaing lain. Itu menjadi unfair advantage yang membuat produknya selalu dicari.

Contoh Kasus: Produk Laku karena Pasar Tepat

Di Indonesia, ada contoh pelaku UMKM yang berhasil menjual produk unik dengan strategi riset dan positioning. Seorang pengrajin kerajinan tangan di Jogja fokus menjual tas dari bahan batik untuk wisatawan mancanegara. Ia memanfaatkan media sosial untuk menunjukkan proses pembuatan, keunikan bahan, dan cerita budaya di balik produk. Hasilnya, penjualan meningkat drastis meskipun produknya terbilang niche.

Contoh lainnya adalah startup makanan di Bandung yang menargetkan snack sehat untuk pekerja kantoran. Mereka melakukan survei awal melalui Instagram, kemudian menyesuaikan rasa dan kemasan berdasarkan feedback. Penjualan meningkat karena target market merasa produk “pas” untuk kebutuhan mereka. Kunci keberhasilan kedua contoh ini adalah produk sesuai dengan keinginan pasar, bukan sekadar keinginan pembuatnya, dan strategi pemasaran yang jelas.

Baca juga: Jualan Tapi Gak Terlihat Jualan? Ini Rahasianya!

Kesimpulan

Menjual produk bukan hanya soal kualitas, tapi bagaimana produk itu dimuat sesuai kebutuhan dan keinginan pasar, dengan positioning dan diferensiasi yang jelas. Mulai dari riset pasar, fokus pada niche market, validasi data, hingga membangun unfair advantage, semua langkah ini saling mendukung untuk meningkatkan peluang produk kamu laku.

Sebagai pelaku UMKM, pendekatan ini realistis diterapkan dengan modal terbatas: survei sederhana, observasi kompetitor, dan branding konsisten bisa dilakukan tanpa biaya besar. Intinya, pahami pasar, posisikan produk dengan tepat, dan buat pelanggan merasa produk itu “khusus untuk mereka”. Dengan strategi ini, peluang produk kamu diminati dan diburu pasar akan jauh lebih besar.

Kunjungi Dipdop.net untuk dapatkan lebih banyak insight dan tips kreatif buat UMKM seperti kamu!(BRF)

Bramantyo Rahardyan Firmansyah
tyobraman30@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *