
Dipdop.net – Akal imitasi atau Artificial intelligence (Ai) berkembang begitu pesat selama beberapa tahun terakhir. Ai sudah tidak hanya bisa diajak bicara, tetapi juga bisa membantu manusia membuat gambar bahkan video. Sejatinya, Ai telah membantu mempermudah banyak kebutuhan manusia, termasuk dalam hal berniaga.
Memiliki kinerja dengan cara menjalankan perintah (prompt) dan mencari sumbernya pada database yang tersimpan di internet, Ai bisa dengan mudah menjawab atau memberikan bantuan. Ai kemudian akan memberikan jawaban yang bermacam-macam, dan terkadang tidak selalu akurat berdasarkan sumber aslinya. Hal ini disebabkan oleh sistem Ai yang dirancang untuk mengolah jawaban dari berbagai sumber data yang tersedia sebelum mengirimkannya kepada si pengirim prompter.
Lantas, bagaimana jika data yang diambil adalah hal yang memiliki hak cipta atau lisensi? Dari mana Ai akan mengolah data jika tidak ditemukan data yang cukup sesuai prompt yang kita berikan? Amankah menggunakan Ai untuk bisnis UMKM kita? Dari keraguan-keraguan ini, kamu bisa loh menyelesaikannya kalau mau memakai Ai dengan tepat, tentunya dengan memahami terlebih dahulu lebih jauh mengenai etika penggunaanya.
Baca Juga: Tembus Negara Tetangga, Seblak Instan Kylafood Bikin Thailand Demam Seblak Seketika
Tetap Beretika dalam Menggunakan Ai
Ai bekerja pada prinsip yang sederhana, yakni mencari hal terkait di internet, mengolahnya, kemudian mengirimkannya kembali. Mirip dengan kita saat mencarinya secara manual, bukan? Hanya saja, tidak semua data yang tersedia di internet bisa dibuktikan kebenaran dan keterbaruannya, ditambah dalam proses pengolahan data tersebut, kita tidak tahu mana data yang dipilih dan yang dibuang oleh Ai.
Hal serupa juga berlaku ketika menggunakan Ai untuk memproduksi gambar dan video. Ai akan mengolah data yang tersedia di internet menjadi paling mirip dengan prompt yang diberikan. Seandainya kita meminta Ai untuk mengubah gambar yang kita miliki, biasanya gambar akan diproses dengan sempurna, tetapi ada juga yang hasilnya berubah sedikit, hingga berubah banyak. Ini mungkin terjadi karena Ai berusaha meniru dan bukannya memproduksi yang belum pernah ada sebelumnya.
Saat kita mengirim perintah kepada Ai, secara tidak langsung kita juga melatihnya, bahwa untuk pernyataan A, Ai harus menjawab B. Begitu pula ketika kita mengirim data seperti gambar, video, dan suara kepada Ai untuk mengubahnya. Nah, dalam proses pengolahan ini, Ai akan menggunakan data tersebut dan mengolahnya bersama data eksternal lain. Dengan ini, kamu juga secara tidak langsung memberikan akses kepada Ai untuk melakukan apa pun terhadap data yang kamu berikan, termasuk menjadi sumber data untuk perintah dari orang lain.
Di Indonesia, Ai sendiri belum memiliki regulasi yang mengatur tentang penggunaan Ai. Imbasnya, Ai sering disalahgunakan dan tidak bisa dituntut atas penyalahgunaan Ai. Seseorang mungkin dituntut dengan pasal lain, seperti pencemaran nama baik misalnya. Untuk itu, penggunaan Ai haruslah bijak dan penuh pertimbangan, terutama untuk hal komersial seperti dalam bisnis UMKM.
Cerdas Gunakan Ai untuk Bisnis UMKM
Kamu bisa menggunakan Ai untuk keperluan bisnis UMKM kamu sebagai berikut.
- Mencari inspirasi untuk ide, nama merek, logo, kemasan, dan kebutuhan bisnis UMKM lainnya.
- Menentukan pilihan dari keputusan bisnis yang telah dibuat.
- Mencari ide konten untuk reels/video/carousell.
- Menghapus latar belakang produk dan menghiasnya menjadi berpenampilan menarik.
- Menjernihkan atau memperbaiki kualitas produk yang ingin dijual.
- Membuat jadwal unggah konten untuk digital marketing.
- Meriset harga pasar dan menghitung HPP untuk menentukan harga jual.
- Melihat rekomendasi tools yang dapat membantu kebutuhan bisnis UMKM.
- Menentukan diskon atau promo terbaik.
- Mencari rekomendasi tempat untuk membuka bisnis secara online ataupun offline.
Selain sepuluh cara memanfaatkan Ai dengan baik sebagaimana yang telah disebutkan tadi, kamu bisa berkreasi dan berinovasi sesuai dengan keinginanmu dengan bijak tentunya. Bijak di sini, jangan sampai menggunakan Ai untuk memproduksi menggunakan data dari yang memiliki lisensi atau hak cipta dan bukan dengan menyalahgunakannya.
Maka dari itu, sebaiknya dihindari penggunaan Ai untuk membuat iklan atau gambar produk secara mentah karena hasilnya akan jauh berbeda dengan produk yang kamu tawarkan. Pembuatan logo dan nama merek juga tidak perlu memakai Ai untuk menghindari plagiarisme yang mungkin ditemukan di kemudian hari. Intinya, kamu perlu selektif menggunakan Ai untuk kebutuhan bisnis UMKM milikmu.
Baca Juga: Melihat Affiliate sebagai Mitra Bisnis UMKM
Kesimpulan
Ai memiliki begitu banyak manfaat dalam setiap sektor kehidupan, termasuk membantu demi bisnis UMKM kita. Sayangnya, prinsip kerja Ai tidak selalu akurat dan hanya menggunakan data yang tersedia di internet atau dilatih melalui prompt yang diberikan sehingga bisa disalahgunakan dan rawan plagiarisme. Akan tetapi, tidak perlu khawatir, kamu masih bisa menggunakan Ai untuk kebutuhan bisnis UMKM-mu selagi bijak dan tetap memperhatikan etika penggunaan Ai. (WA)
