5 Istilah Penting dalam Digital Marketing yang Wajib Kamu Ketahui

DIPDOP > Ceative Agency > Digital Marketing > SEO > 5 Istilah Penting dalam Digital Marketing yang Wajib Kamu Ketahui
5 Istilah Penting dalam Digital Marketing yang Wajib Kamu Ketahui

Terjun ke dunia digital marketing memang menyenangkan, tapi juga bisa membingungkan—apalagi jika kamu belum familiar dengan istilah penting dalam digital marketing yang sering digunakan. Tenang, kamu tidak sendiri. Banyak pemula merasa kewalahan saat pertama kali mendengar istilah seperti SEO, bounce rate, atau funnel.

Nah, supaya kamu nggak bingung lagi, yuk kenali lima istilah digital marketing yang paling sering dipakai. Ini penting banget sebagai bekal awal sebelum kamu menyusun strategi yang tepat untuk bisnis atau kariermu.

1. SEO (Search Engine Optimization)

SEO atau lebih dikenal dengan Search Engine Optimization adalah teknik yang sering dipakai pada digital marketing. Teknik stilah ini mengacu pada proses membuat website kamu lebih mudah ditemukan di mesin pencari seperti Google. Selain itu, teknik ini sangatlah penting karena mayoritas orang mencari produk atau informasi lewat mesin pencari Google. Jika websitemu muncul di halaman pertama, peluang diklik jadi lebih besar. Sebaliknya, jika kamu tidak menerapkan SEO, website kamu bisa tenggelam di halaman ke-3 atau ke-4 yang jarang dilirik.

2. Bounce Rate

Bounce rate adalah persentase pengunjung yang keluar dari website setelah hanya membuka satu halaman saja. Nah, jika angka bounce rate kamu tinggi, bisa jadi kontennya kurang relevan, tampilannya tidak menarik, atau loading halaman terlalu lama. Untuk mengatasinya, penting untuk membuat halaman yang user-friendly.

3. Funnel

Funnel adalah istilah yang menggambarkan proses konsumen dari awal mengenal produk, mempertimbangkan, hingga akhirnya melakukan pembelian. Memahami funnel bisa membantumu menyusun strategi konten yang sesuai di setiap tahapan agar konsumen tidak berhenti di tengah jalan. Funnel ini terbagi dalam beberapa tahap seperti:

  • Awareness: Konsumen mulai tahu produkmu
  • Interest: Mereka mulai tertarik dan mencari tahu lebih lanjut
  • Desire: Muncul keinginan untuk memiliki produk tersebut
  • Action: Konsumen memutuskan untuk membeli

Baca Juga : Apa Itu KPI? Jenis, Fungsi, dan Contoh Penerapannya – DIPDOP

4. Social Listening

Mungkin istilah ini belum terlalu familiar, tapi sebenarnya sangat penting dalam digital marketing. Social listening adalah proses memantau percakapan netizen di media sosial tentang merek, produk, atau topik tertentu. Dengan melakukan social listening, kamu bisa mengetahui feedback dari konsumen secara langsung, melihat tren yang sedang berkembang, hingga memantau sentimen publik terhadap kompetitor. Jadi, kamu bisa cepat menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan pasar.

5. CTR (Click-Through Rate)

CTR atau Click-Through Rate adalah persentase orang yang mengklik link, iklan, atau tombol dibandingkan jumlah orang yang melihatnya. Misalnya, kamu pasang iklan di Instagram dan dilihat 1.000 orang, lalu ada 50 yang mengklik. Maka CTR-nya adalah 5%. Semakin tinggi CTR, berarti iklan atau kontenmu berhasil menarik perhatian. Sebaliknya, CTR yang rendah bisa jadi tanda bahwa kamu perlu memperbaiki headline, visual, atau call-to-action yang digunakan.

Kesimpulan

Memahami istilah-istilah ini memang langkah kecil, tetapi sangat berarti dalam jangka panjang. Tanpa bekal dasar ini, bisa jadi kamu mengambil strategi yang kurang tepat. Oleh karena itu, setelah kamu memahami SEO, bounce rate, funnel, dan lainnya, kamu bisa mulai menyusun strategi yang lebih terarah.

Jadi, jangan buru-buru langsung promosi besar-besaran. Mulai dulu dari memahami dasar-dasarnya. Karena ketika fondasi kuat, strategi lanjutan akan jauh lebih mudah dijalankan dan hasilnya pun lebih maksimal. (IK)

Imam Khamanei
imamkhamanei47@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *